-
Sidang praperadilan Nadiem Makarim masuki babak akhir.
-
Kejagung nyatakan akan hormati apapun putusan hakim nanti.
-
Kedua pihak telah saling adu saksi ahli dan bukti.
Suara.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) menyatakan akan menghormati apapun putusan hakim sidang praperadilan Nadiem Makarim dan berharap adanya putusan yang seadil-adilnya.
Kapuspenkum Kejagung, Anang Supriatna, mengonfirmasi bahwa proses persidangan praperadilan yang menguji sah atau tidaknya status tersangka Nadiem telah berjalan lancar hingga tahap kesimpulan.
"Apapun putusannya kita hormati yang jelas seperti itu. Ya kami berharap karena sidang ini masih berjalan, kita berharap putusan seadil-adilnya," kata Anang di Kejagung, Jumat (10/10/2025).
Anang menjelaskan bahwa kedua belah pihak—baik tim hukum Nadiem maupun penyidik Kejagung—telah diberikan kesempatan yang sama untuk memaparkan kekuatan argumen mereka masing-masing.
"Yang jelas praperadilan sudah berjalan dengan baik dan termasuk hadir dari pihak pemohon dan kita juga sudah menghadirkan ahli termasuk bukti-bukti," ucapnya.
Sidang praperadilan ini merupakan buntut dari perlawanan hukum yang dilancarkan oleh tim kuasa hukum Nadiem Makarim.
Mereka menggugat penetapan status tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook, dengan dalil utama bahwa Kejagung belum memiliki bukti kerugian negara yang nyata (actual loss) dari lembaga audit resmi.
Kini, setelah semua argumen dibentangkan di muka sidang, nasib status tersangka mantan Mendikbudristek tersebut sepenuhnya berada di tangan hakim tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Sebelumnya diberitakan, Nadiem Makarim sedang menjalani sidang praperadilan dalam program digitalisasi pendidikan periode 2018-2022.
Baca Juga: Efek Domino Kasus Nadiem: Kejagung Konfirmasi Ada Pihak yang Mulai Kembalikan 'Uang Haram'
Nadiem saat ini telah melakukan upaya hukum untuk melepaskan status tersangkanya melalui gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel).
Sementara, vonis sidang praperadilan Nadiem Makarim diagendakan pada Senin (13/10/2025) mendatang.
Dalam perkara program digitalisasi pendidikan periode 2019-2022, Kejagung sebelumnya telah menetapkan lima tersangka.
Salah satu tersangka yang dijerat yakni eks Mendikbudristek Nadiem Makarim. Selain itu, Sri Wahyuningsih (SW) selaku Direktur SD Kemendikbud Ristek.
Kemudian Mulatsyah (MUL) selaku Direktur SMP Kemendikbudristek dan Ibrahim Arif alias IBAM selaku Konsultan Teknologi Kemendikbudristek, dan Juris Tan (JT) selaku eks staf khusus Mendikbudristek.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung