- Politisi Demokrat Benny K. Harman mengusulkan agar BPIP diubah menjadi lembaga setingkat kementerian untuk memperkuat fungsinya, sekaligus mempertanyakan urgensi RUU BPIP saat ini
- Andreas Hugo Pareira dari PDIP menolak tegas usulan tersebut, dengan alasan bahwa perubahan menjadi kementerian tidak sesuai dengan ide dasar pembentukan BPIP
- Polemik ini menyoroti perdebatan fundamental di DPR mengenai bentuk kelembagaan yang paling efektif untuk pembinaan ideologi Pancasila, apakah cukup sebagai badan atau perlu ditingkatkan menjadi kementerian
Suara.com - Wacana untuk mengubah status Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menjadi lembaga setingkat kementerian memicu perdebatan panas di kalangan legislator Senayan.
Usulan ini, yang bertujuan memperkuat kelembagaan Pancasila, justru mendapat penolakan keras karena dinilai tidak sejalan dengan fondasi awal pembentukan badan tersebut.
Penolakan datang dari Ketua DPP PDIP sekaligus Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pareira. Ia secara tegas menyatakan ketidaksetujuannya terhadap gagasan yang dilontarkan oleh Anggota Panja RUU BPIP DPR RI, Benny K. Harman.
Menurut Andreas, mengubah BPIP menjadi kementerian akan mengaburkan ide dasar di balik pembentukan Undang-Undang (UU) yang mengaturnya.
"Tidak sejalan dengan ide dasar UU ini dibuat. Karena ide dasar pembentukan UU adalah Pembinaan Pancasila oleh sebuah Badan yang namanya BPIP. Sementara Kementerian itu diatur dalam UU Kementerian Negara," kata Andreas kepada wartawan, Rabu (12/11/2025).
Andreas menegaskan bahwa BPIP harus tetap pada bentuknya sebagai badan khusus yang fokus pada pembinaan ideologi Pancasila.
Saat ditanya kembali untuk konfirmasi apakah BPIP sebaiknya tetap berbentuk badan, Andreas menjawab singkat dan lugas, "Iya."
Usulan kontroversial ini pertama kali digulirkan oleh politisi Partai Demokrat, Benny K. Harman, dalam rapat Panja RUU BPIP di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa (11/11).
Benny secara terbuka mempertanyakan urgensi pembentukan UU BPIP jika masalah fundamental yang ingin diselesaikan belum teridentifikasi dengan jelas.
Baca Juga: Bicara di DPR, Habib Muhsin Alatas Usul BPIP Harus Bebas dari Pengaruh Orang-orang Politik
"Supaya undang-undang yang kita buat ini kan untuk menjawab masalah, lah saya enggak menemukan masalahnya itu apa, di sini," ujar Benny.
Ia juga menyoroti tidak adanya penjelasan mengenai tantangan konkret yang dihadapi Pancasila saat ini dalam naskah RUU, yang seharusnya menjadi landasan utama pembentukan sebuah badan khusus.
Atas dasar itu, Benny justru menawarkan pendekatan yang lebih radikal. Menurutnya, jika Pancasila dianggap sebagai isu yang sangat vital bagi negara, maka bentuk kelembagaannya harus lebih kuat dari sekadar badan. Ia pun mengusulkan agar BPIP ditingkatkan statusnya menjadi kementerian.
"Kalau memang kita anggap penting Pak Pancasila ini kenapa kita enggak usul aja bukan badan, kementerian. Menteri negara urusan khusus tentang Pancasila, itu lebih mantap lagi jangan badan, kementerian saya usulkan Pak ketua," tegas Benny.
Benny berargumen, dengan menjadi kementerian, koordinasi pembinaan ideologi Pancasila akan jauh lebih efektif dan berada langsung di bawah komando Presiden.
"Sebab saya lihat di sini, memang diadakan bersama dengan eksekutif sekalian aja kementerian Pak dan berada di bawah Presiden. Jadi kementerian, bukan badan lebih mantap dia, kenapa harus badan? Menteri negara urusan pembinaan ideologi Pancasila, ketuanya yang terhormat Pak Bob Hasan. Tuntas kita ini," ujarnya.
Berita Terkait
-
Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Waka Komisi XIII DPR Singgung Pelanggaran HAM Orde Baru
-
Sindiran Pedas PDIP usai Jokowi Dukung Soeharto Pahlawan: Sakit Otaknya!
-
PDIP Sindir Pemimpin Fasis dan Zalim Lewat Tokoh Wayang Prabu Boko, Siapa Dimaksud?
-
OTT Bupati Ponorogo, PDIP Hormati Proses Hukum KPK, Bakal Ambil Keputusan Jika Sudah Tersangka
-
PDIP Kupang Kokohkan Akar Budaya, Hasto Kristiyanto: Berpondasi Pemikiran Bung Karno
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Niat Lerai Cekcok Berujung Maut, Dico Tewas Dikeroyok dan Dilempar dari Lantai 2 Weston Billiard
-
'Pesta Babi' Ungkap Realitas Kelam, Kader PDIP: Jika Film Itu Tidak Bagus, Sediakan Ruang Debat
-
Mengapa Aparat Takut dengan Film 'Pesta Babi? Dokumenter yang Menguak Sisi Gelap Proyek di Papua
-
Tak Sembarang Orang Bisa Beli, Begini Alur Distribusi Narkoba 'VIP Only' di B Fashion Hotel
-
Nasib Ahmad Syahri Merokok dan Main Game Saat Rapat, Terancam Dipecat dari DPRD Jember?
-
Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
-
Nasib Santri Ponpes Pati Usai Geger Kasus Pelecehan, Sekolah Tetap Lanjut atau Pindah?
-
Polda Metro Jaya Bentuk Tim Pemburu Begal, Kombes Iman: Kami Siap Beraksi 24 Jam!
-
Kepulauan Seribu Diserbu Wisatawan Saat Liburan, Polres Sebar Polisi di Tiap Dermaga
-
Kedubes Jepang Warning Warganya: Nekat Prostitusi Anak di RI, Siap-siap Dibui di Dua Negara