- Presiden Trump pada awal 2026 kembali mengusahakan penguasaan Greenland, memicu kecaman dari Nuuk dan Kopenhagen tentang kedaulatan teritorial.
- Trump memandang Greenland vital untuk pertahanan AS akibat meningkatnya aktivitas militer Rusia dan China di wilayah strategis tersebut.
- Greenland memiliki potensi sumber daya alam signifikan, seperti Logam Tanah Jarang dan mineral strategis, meskipun warga menolak aneksasi AS.
Suara.com - Panggung politik global kembali memanas seiring dengan langkah kontroversial Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, di awal periode kedua kepemimpinannya tahun 2026.
Trump secara terang-terangan membangkitkan kembali niatnya untuk menguasai Greenland, sebuah langkah yang langsung memicu kecaman keras dari pemerintah di Nuuk maupun Kopenhagen.
Kedua otoritas tersebut menegaskan bahwa kedaulatan wilayah mereka sama sekali tidak dapat diperjualbelikan.
Konflik diplomatik ini memuncak setelah Trump memberikan pernyataan bahwa penguasaan atas Greenland merupakan kebutuhan mendesak bagi stabilitas pertahanan AS, terutama usai aksi militer Washington di kawasan Venezuela.
Menanggapi hal tersebut, Perdana Menteri Greenland, Jens Frederik Nielsen, memberikan peringatan keras agar Trump menghentikan segala ambisi kolonialnya.
"Tidak ada lagi tekanan. Tidak ada lagi sindiran. Tidak ada lagi fantasi aneksasi," ujar Nielsen merespons gertakan Trump di awal Januari 2026.
Donald Trump memandang Greenland sebagai aset pertahanan yang sangat vital. Ia berdalih bahwa saat ini pulau terbesar di dunia tersebut telah menjadi area yang dipenuhi oleh aktivitas armada militer dan niaga dari dua rival utamanya, yakni Rusia dan China.
Niat Trump sebenarnya sudah terendus sejak tahun 2019 melalui penawaran pembelian yang ditolak mentah-mentah. Namun, sekembalinya ia ke Gedung Putih pada Januari 2025, eskalasi meningkat.
Trump tidak hanya menunjukkan ketertarikan secara birokrasi, tetapi juga memberikan indikasi bahwa AS siap mempertimbangkan opsi militer untuk memastikan dominasi di wilayah Arktik yang strategis tersebut.
Baca Juga: Sentuhan Humanis di Depan Kedubes AS, Polwan Polres Jakpus Sambut Pendemo sebagai Pejuang Aspirasi
Potensi Logam Langka: Magnet Industri Masa Depan
Di balik hamparan es yang luas, Greenland menyimpan kekayaan geologi yang luar biasa. Fenomena pemanasan global yang menyebabkan pencairan es justru membuka peluang baru bagi eksploitasi mineral-mineral langka yang menjadi tulang punggung teknologi masa kini. Beberapa potensi utama yang dimiliki Greenland antara lain:
Logam Tanah Jarang (LTJ): Dengan cadangan yang diprediksi mencapai 1,5 juta ton, Greenland berpeluang menjadi penantang kuat China dalam rantai pasok global untuk komponen baterai kendaraan listrik dan perangkat elektronik.
Anortosit: Melalui pertambangan White Mountain, wilayah ini menjadi produsen utama bahan baku aluminium berkualitas tinggi.
Mineral Strategis: Lapisan bumi Greenland kaya akan kandungan emas, litium, bijih besi di kawasan Isua, hingga vanadium dan titanium yang sangat dibutuhkan industri teknologi mutakhir.
Pemerintah Denmark tidak tinggal diam dalam menghadapi klaim sepihak dari Washington. Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, secara konsisten menyuarakan pembelaan terhadap kedaulatan negaranya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
60 Ton Sampah Menggunung, Pemprov DKI Janji Pasar Induk Kramat Jati Bersih dalam 5 Hari
-
Sinyal Bahaya Demokrasi, Lakso Anindito Sebut KUHP Baru Berpotensi Hidupkan Rezim Otoritarian Orba
-
KPK Sempat Terbelah dan Ragu Jadikan Yaqut Tersangka Korupsi Haji?
-
Lakso Anindito Prediksi Gelombang Praperadilan Koruptor Akibat KUHP Baru
-
Rumah Yaqut 'Dikepung' Aparat, Tamu Diperiksa Ketat Usai Jadi Tersangka Korupsi Haji
-
BNI Hadirkan agen46 hingga Pelosok Kota Bima, Perluas Inklusi Keuangan
-
Indonesia Terpilih jadi Presiden Dewan HAM PBB, Amnesty International Indonesia: Kebanggaan Semu!
-
KPK Bongkar Alasan Jerat Eks Menag Yaqut: 'Permainan' Kuota Haji Tambahan Jadi Pemicu
-
Sinyal Keras KPK, Eks Menag Yaqut Secepatnya Ditahan di Kasus Korupsi Haji
-
Tanggapi Soal Pilkada Langsung dan Tidak Langsung, Menko Yusril: Keduanya Konstitusional