- Densus 88 Antiteror Polri mengidentifikasi 70 remaja usia 11–18 tahun terpapar paham radikalisme Neo-Nazi.
- DKI Jakarta menjadi wilayah terbanyak dengan 15 remaja terpapar, diikuti Jawa Barat dan Jawa Timur.
- Sebanyak 67 remaja telah diasesmen, ditemukan perundungan menjadi salah satu pemicu bergabung kelompok radikal.
Suara.com - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menyatakan sebanyak 70 remaja terindikasi terpapar paham radikalisme Neo-Nazi. Adapun rentang usia para remaja tersebut antara 11 hingga 18 tahun.
Dari puluhan anak yang terpapar ideologi tersebut, Jakarta menempati peringkat pertama dengan jumlah 15 remaja terpapar paham tersebut.
“Provinsi yang terbanyak yaitu DKI Jakarta ada 15 orang,” kata Juru Bicara Densus 88, Kombes Mayndra Eka Wardhana, di Mabes Polri, Rabu (7/1/2026).
Kemudian, lanjut Mayndra, paham radikal juga banyak dianut oleh para remaja di Jawa Barat dan Jawa Timur.
“Jawa Barat 12 orang, Jawa Timur 11 orang,” ungkapnya.
Selanjutnya, remaja yang ikut terpapar ideologi Neo-Nazi berasal dari wilayah Jawa Tengah sebanyak 9 orang.
Kemudian Kalimantan Selatan sebanyak 3 orang. Sementara Bali, Sumatera Selatan, Banten, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Sulawesi Tenggara masing-masing 2 orang.
Adapun Lampung, Sumatera Utara, Yogyakarta, Nusa Tenggara Timur (NTT), Aceh, Kepulauan Riau, dan Sulawesi Tengah masing-masing satu orang.
Mayndra mengatakan, meski puluhan anak itu belum pernah bertemu secara langsung, mereka memiliki kesamaan dalam melakukan tindak kekerasan.
Baca Juga: Awas Macet! Simak Detail Rekayasa Lalu Lintas MRT Jakarta di Harmoni-Mangga Besar Selama 8 Bulan
“Nah ini bahkan teridentifikasi ABH ya di SMAN 72, berpose setelah kejadian itu seperti salah seorang pelaku yang di Rusia,” jelasnya.
“Di sini kita bisa menyimpulkan bahwa walaupun tidak bertemu secara tatap muka, anak-anak ini memiliki kemiripan dalam berperilaku,” imbuh Mayndra.
Mayndra menyampaikan, dari 70 anak yang disinyalir terpapar paham radikal, sebanyak 67 orang telah dilakukan asesmen, pemetaan, konseling, dan penanganan lainnya bersama berbagai pemangku kepentingan di masing-masing wilayah.
“Dari pemetaan dan asesmen yang dilakukan bersama, bisa diidentifikasi bahwa ada penyebab yang memicu anak-anak bergabung dengan komunitas ini, salah satunya adalah terjadinya perundungan,” tandasnya.
Berita Terkait
-
Awas Macet! Simak Detail Rekayasa Lalu Lintas MRT Jakarta di Harmoni-Mangga Besar Selama 8 Bulan
-
Banyak Anak Indonesia Terpapar Paham Neo-Nazi, Densus 88 Antiteror: Kurang Filter dari Negara
-
Jelang Duel Panas Kontra Persija Jakarta, Petinggi Persib Bandung Kirim Peringatan ke Jakmania
-
Pledoi Laras Faizati Dianggap Angin Lalu, Jaksa Tetap Tuntut Laras Faizati 1 Tahun Penjara
-
Persija Jakarta Resmi Lepas 3 Pemain Sekaligus, Siapa Saja?
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
Terkini
-
Polisi Periksa 15 Saksi Korupsi, Sekuriti Rumah Jampidsus Febrie di Sentul Ikut Dicecar
-
Polda Metro Jaya Pastikan Bakal Periksa Jampidsus Febrie Soal Rumah, Dolar hingga Emas 74 Kg!
-
816 Titik Bazar Daging Murah Sudah Sambangi Permukiman Warga Jakarta
-
Kejagung Bantah Datangi Polda Metro Jaya Pasca Penggeledahan Cafe de'Clan Signature
-
Geledah 13 Lokasi dan Sita 74 Kg Emas Tapi Belum Ada Tersangka, Polda: Masih Pendalaman Paripurna
-
Prabowo: Banyak yang Nyusup ke MBG untuk Jadi Maling!
-
Open House Sekolah Rakyat di Lombok Barat, Gus Ipul: Siswa Tunjukkan Banyak Perubahan
-
Drama Putri Mandalika Berbahasa Inggris Meriahkan Open House Sekolah Rakyat Lombok
-
Mendagri Minta Pemda Akselerasi Program BSPS, Target 400 Ribu Rumah
-
Pimpinan Ponpes Tak Ditahan Meski Jadi Tersangka Kasus Santri Terbakar, Polisi Buka Suara