Memiliki minimal satu karya ilmiah di jurnal nasional terakreditasi atau bentuk publikasi ilmiah lainnya (buku/prosiding).
Bagi yang belum bergelar Doktor, wajib berkomitmen melanjutkan studi S3 paling lambat tiga tahun setelah menjabat.
2. Jenjang Lektor
Golongan ruang minimal Penata (III/c) dan berpengalaman dalam jabatan pengawas atau fungsional ahli muda minimal dua tahun.
Pendidikan wajib gelar Doktor (S3) yang linier dan diakui Kemenkeu.
Usia maksimal 50 tahun per 1 Januari 2026.
Memiliki publikasi di jurnal internasional bereputasi (terindeks Scopus/Web of Science) atau jurnal nasional SINTA 2.
Prosedur Pendaftaran dan Tahapan Seleksi
Proses rekrutmen dilaksanakan sepenuhnya secara daring melalui sistem terpusat. Berikut adalah poin penting bagi pelamar:
Baca Juga: Viral Dosen UIM Makassar, Ludahi Kasir Perempuan Gegara Tak Terima Ditegur Serobot Antrean
Periode Pendaftaran: 12 hingga 23 Januari 2026.
Tautan Pendaftaran: Melalui laman resmi di s.kemenkeu.go.id/seleksidosen.
Dokumen Wajib: Pelamar harus menyiapkan berkas digital mulai dari ijazah, transkrip, pasfoto latar merah, pakta integritas, hingga statement of purpose.
Seluruh informasi resmi dan hasil seleksi akan diumumkan melalui situs bppk.kemenkeu.go.id atau pknstan.ac.id.
Catatan Penting Pasca-Seleksi
Peserta yang dinyatakan lolos tidak langsung diangkat menjadi dosen, melainkan akan dipindahtugaskan terlebih dahulu ke PKN STAN sebagai tenaga pelaksana. Dalam masa transisi maksimal dua tahun, mereka wajib memenuhi persyaratan akademik seperti mengajar minimal 2 SKS, melakukan penelitian sebagai penulis utama, dan melaksanakan pengabdian masyarakat. Jika persyaratan ini tidak terpenuhi, pegawai akan dikembalikan ke unit kerja asal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Ray Rangkuti Khawatir Kemunculan Sjafrie Sjamsoeddin di Bursa Pilpres Mirip SBY 2004
-
AHY Ungkap Pesan Khusus SBY ke Prabowo saat Pertemuan 3,5 Jam di Istana
-
Operation Epic Fury, AS Kerahkan 50 Ribu Tentara dan 200 Jet Tempur Gempur Iran dari 2 Kapal Induk
-
Kapal Selam AS Tenggelamkan Kapal Perang Iran di Samudera Hindia
-
Militer AS Klaim Tewaskan Pejabat Iran yang Diduga Terlibat dalam Rencana Pembunuhan Donald Trump
-
Bantuan untuk eks Pengguna Narkoba dan ODHIV Cair, Kemensos Ubah Skema Jadi Uang Tunai Segini!
-
Setelah Bangkai Anjing, Kini Giliran Alat Berat! Misteri Teror Beruntun Tim Relawan di Aceh Tamiang
-
Kementerian HAM Kenalkan Program Kampung Redam dan Desa Sadar HAM di Lombok Barat
-
Menlu Sugiono Kirim Surat Belasungkawa Wafatnya Ali Khamenei ke Dubes Iran, Ini Alasannya
-
Detik-detik Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Kena OTT KPK Saat Ngecas Mobil Listrik di SPKLU