- Konflik di SMKN 3 Tanjab Timur dipicu dugaan guru dihina, namun siswa mengklaim dipicu hinaan 'miskin'.
- Insiden berlanjut dengan aksi guru menampar siswa dan pengeroyokan yang berujung guru mengacungkan celurit.
- Setelah mediasi resmi digelar, sekolah dihentikan sementara dan nasib guru yang bersangkutan sedang dievaluasi.
Suara.com - Dunia pendidikan kembali tercoreng oleh insiden kekerasan yang melibatkan tenaga pendidik dan peserta didik. Video viral yang memperlihatkan dugaan pengeroyokan seorang guru oleh sejumlah siswa di SMK Negeri 3 Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur), Jambi, memicu kehebohan publik.
Tak berhenti di situ, video lain yang menunjukkan guru yang sama mengacungkan celurit untuk membubarkan siswa membuat situasi semakin panas. Di balik dua video viral tersebut, terungkap serangkaian peristiwa kompleks yang penuh dengan klaim saling bertentangan.
Berikut adalah 7 fakta kunci yang terungkap dari insiden adu jotos guru vs siswa di Jambi:
1. Pemicu Versi Guru: Diteriaki Kata Tak Pantas
Menurut pengakuan Agus Saputra, guru Bahasa Inggris yang terlibat, insiden bermula saat ia mendengar seorang siswa meneriakinya dengan kata-kata tidak sopan saat ia berjalan di depan kelas. Merasa tidak dihormati, ia pun masuk ke dalam kelas untuk meminta pertanggungjawaban.
"Kejadiannya berawal peneguran siswa di kelas di saat belajar ada guru, dia (siswa) menegur dengan tidak hormat dan tidak sopan kepada saya, dengan meneriakkan kata yang tidak pantas kepada saya saat belajar," kata Agus, dikutip Rabu (14/1/2026).
2. Pemicu Versi Siswa: Dihina dengan Sebutan 'Miskin'
Narasi berbeda datang dari pihak siswa. Mereka mengklaim keributan dipicu oleh ucapan Agus Saputra sendiri yang dianggap menghina salah satu murid dengan sebutan 'miskin'. Namun, Agus membantah tudingan ini dan menyatakan ucapannya adalah bentuk motivasi, bukan ejekan.
"Iya saya melontarkan sebagai motivasi, saya tidak bermaksud mengejek. Saya menceritakan secara umum. Saya mengatakan, 'kalau kita kurang mampu, kalau bisa jangan bertingkah macam-macam'. Itu secara motivasi pembicaraan," tuturnya.
Baca Juga: DPR Sesalkan Insiden Guru-Murid Saling Serang di Jambi: Sekolah Bukan Arena Tinju!
3. Aksi Tampar di Dalam Kelas
Setelah masuk ke kelas, Agus mengaku siswa yang meneriakinya justru bersikap menantang. Hal ini memicu reaksi spontan dari sang guru yang berujung pada sebuah tamparan.
"Saya masuk ke kelas memanggil siapa yang meneriakkan saya seperti itu. Dia langsung menantang saya, akhir saya refleks menampar muka dia," ujar Agus, yang menilai tindakannya sebagai bagian dari pendidikan moral.
4. Mediasi Buntu Berujung Pengeroyokan
Ketegangan sempat coba diredam melalui mediasi. Namun, proses ini menemui jalan buntu. Siswa meminta Agus untuk meminta maaf.
Sementara Agus memberikan dua opsi, membuat petisi jika tidak ingin ia mengajar lagi atau para siswa harus berubah sikap. Setelah mediasi gagal, Agus mengaku dikeroyok saat berjalan menuju ruang guru.
Berita Terkait
-
DPR Sesalkan Insiden Guru-Murid Saling Serang di Jambi: Sekolah Bukan Arena Tinju!
-
Beroperasi Cuma Dua Hari, Pasar Rakyat di Muaro Jambi ini Langsung Terbengkalai
-
Haru Pengukuhan Guru Besar Zainal Arifin Mochtar, Tangis Pecah Kenang Janji pada Sang Ayah
-
Hadiri Pengukuhan Guru Besar UGM, Jusuf Kalla: Sikap Kritis Penting dalam Demokrasi
-
Presiden Prabowo Kumpulkan Rektor dan Guru Besar di Istana, Ini Isu yang Dibahas
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Newcastle Turunkan Harga, Arsenal Semakin Dekat Dapatkan Bruno Guimaraes
-
Surya Paloh Pasang Target Tinggi: Yakin Nasdem Bakal Naik di Pemilu 2029
-
Tahan Tangis, Sarwendah Ungkap Perjuangan Nafkahi Anak di Tengah Gugatan Ruben Onsu
-
Putri Pahlawan Nasional Pimpin WPP PPP, Dewi Arimbi Siap Tempur di Pemilu 2029
-
Berkebun di Kota Kini Lebih Hemat, Panel Surya Jadi Solusi untuk Urban Farming
-
Kala Anak Nasabah PNM Mekaar Berkata 'Orang Tua Saya Berjuang di Sawah, Saya Berjuang di Sekolah'
-
Dunia Peanuts Jadi Nyata! Snoopy Siapkan Pengalaman Seru untuk Keluarga dan Penggemar Animasi
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Bawa Modal Rp800 Juta Demi 1 Kg Sabu, Pengedar Asal Gunung Batu Diringkus Polres Cimahi
-
Kejagung Rotasi Pejabat, Rinaldi Umar Ditunjuk Jadi Direktur Penyidikan Jampidsus