- Gerakan Rakyat menargetkan pendaftaran partai politik di Kementerian Hukum selesai pada Februari 2026.
- Kemunculan partai ini menyoroti sentralitas kandidat dan perlunya dukungan elit politik untuk keberhasilan partai.
- Keberhasilan partai baru memerlukan strategi politik matang karena Pemilu 2029 diprediksi padat serta pemilih cenderung spektrum ideologi tengah.
Suara.com - Kelompok ini menargetkan pendaftaran sebagai partai politik di Kementerian Hukum rampung pada Februari 2026 mendatang.
Selain menyiapkan langkah administratif, Gerakan Rakyat secara terbuka menyatakan harapannya agar Anies Baswedan maju dan terpilih sebagai Presiden Republik Indonesia di masa mendatang.
Menanggapi hal tersebut, Pengamat Politik Universitas Gadjah Mada (UGM), Arga Pribadi Imawan, menilai kemunculan Partai Gerakan Rakyat menunjukkan kuatnya peran figur dalam dinamika politik Indonesia saat ini.
"Tentu saja ini menunjukkan fenomena sentralitas kandidat, di mana figur kandidat itu menjadi kunci dalam mendriven gerakan warga, gerakan rakyat untuk mentransformasikan diri menjadi partai politik," kata Arga saat dihubungi Suara.com, Senin (19/1/2026).
Menurut Arga, kemunculan partai yang berangkat dari basis akar rumput merupakan langkah positif.
Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan partai baru tidak cukup hanya mengandalkan dukungan massa.
Lebih dari itu dibutuhkan pula jejaring elit politik yang ada sekarang. Apalagi dengan Anies yang sudah ditunjuk sebagai tokoh sentral dari gerakan ini.
"Perlu diperhatikan juga apabila hal ini ingin dibilang sukses maka langkah selanjutnya yang perlu didorong oleh Anies Baswedan sebagai tokoh sentral dari gerakan ini yaitu merangkul jajaran elit politik di Indonesia," tuturnya.
Penting bagi akar rumput untuk mengombinasikan kekuatan yang ada dengan dukungan elit politik. Tujuannya agar partai memiliki daya tawar politik yang lebih kuat dalam kontestasi ke depan.
Baca Juga: Pakar UIKA Dukung Anies Desak Status Bencana Nasional untuk Aceh dan Sumatera
"Kedua kita berbicara secara institusional bahwa dari sistem pemilu kita mewajibkan kandidat yang maju harus memiliki dukungan partai politik," kata Dosen Departemen Politik dan Pemerintahan Fisipol UGM tersebut.
Arga tak lupa menyoroti peta persaingan menuju Pemilu 2029 yang dinilai semakin padat.
Ia menyebut sejumlah nama yang berpotensi menjadi rival Anies Baswedan di masa mendatang, sehingga menuntut strategi politik yang lebih matang.
Misalnya saja dari Prabowo Subianto yang berpotensi kembali mencalonkan diri, hingga ketokohan partai yang lain seperti Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Tantangan Elektoral dan Strategi Ideologi
Selain faktor figur dan institusi, Arga menekankan pentingnya membaca tren perilaku pemilih di Indonesia.
Berita Terkait
-
Deklarasi Jadi Partai, Gerakan Rakyat Usung Anies Baswedan sebagai Calon Presiden
-
Pandji Pragiwaksono Ungkap Alasan Anies Baswedan Tak Dibahas di Mens Rea
-
Anies Desak Banjir Sumatera Ditetapkan Jadi Bencana Nasional
-
Pakar UIKA Dukung Anies Desak Status Bencana Nasional untuk Aceh dan Sumatera
-
Pesan Anies Baswedan untuk Relawan Muda: Demokrasi Tumbuh dari Warga yang Mau Turun Tangan
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
- 3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS
Pilihan
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
Terkini
-
Dijaga Ketat Brimob! KPK Bawa Koper Usai Geledah Rumah Silmy Karim di Kebayoran Baru
-
Jalani Pemeriksaan, Sony Sonjaya Buka-bukaan Soal Jual Beli Titik Dapur MBG
-
Sidang Perdana Kasus Korupsi Maidi Digelar Pekan Depan, KPK Siapkan Pembacaan Dakwaan
-
Sinyal Kemarahan Prabowo saat Kejagung-KPK Bergerak, Pengamat: Jangan Sekadar Panggung Politik
-
72 Jam Penuh Guncangan di Indonesia: Rupiah Anjlok hingga Skandal Korupsi Pejabat Negara
-
KPK Geledah Rumah Silmy Karim, Telusuri Jejak Dugaan Pemerasan di Ditjen Imigrasi
-
Tolak Gugatan Paulus Tannos, Singapura Restui Ekstradisi Buron Kakap e-KTP?
-
Kembali Sambangi Kejagung, Kubu PT PMM Sebut Ada 'Penyelundup' di Balik Kasus 15 Kontainer
-
Noel Ebenezer Divonis 4,5 Tahun, KPK Bakal Banding?
-
Wacana '98 Jilid 2' Mengemuka, Pakar Sebut Situasi Belum Selevel Reformasi