- Saksi kunci Jumeri bersaksi di Tipikor Jakarta (19/1/2026) bahwa Nadiem menunjuk pejabat bukan ahli pendidikan.
- Proyek Chromebook diduga merugikan negara Rp2,1 triliun akibat mark-up dan pengadaan fitur yang tidak perlu.
- Nadiem Makarim didakwa memperkaya diri sendiri lebih dari Rp809 miliar dalam kasus korupsi pengadaan laptop tersebut.
Suara.com - Fakta mengejutkan terungkap dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook yang menjerat mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Nadiem Makarim.
Seorang saksi kunci membeberkan bahwa Nadiem diduga sengaja menunjuk pejabat eselon satu yang tidak memiliki keahlian di bidang pendidikan.
Kesaksian ini disampaikan oleh Dirjen Paudasmen Kemendikbudristek, Jumeri, saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Agung membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) miliknya di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (19/1/2026). Dalam BAP tersebut, Jumeri mengonfirmasi alasan di balik penunjukannya oleh Nadiem.
"Di sini ada keterangan Saudara di poin 4. Saudara katakan, 'Saya diminta sebagai Dirjen PDM Kemendikbud dengan alasan Nadim Makarim mencari orang yang bukan ahli di dunia pendidikan, tetapi berasal dari sekolah dan dari daerah untuk menduduki jabatan Dirjen'. Benar keterangan itu?" tanya jaksa di persidangan.
"Betul," jawab Jumeri dengan tegas.
Pengakuan ini sontak membuka tabir baru dalam pusaran korupsi program digitalisasi pendidikan yang ditaksir merugikan negara hingga Rp2,1 triliun. Jaksa kemudian mendalami keterlibatan Jumeri dalam proyek tersebut, bahkan sebelum ia resmi menjabat.
Terungkap bahwa Jumeri telah dimasukkan ke dalam sebuah grup WhatsApp bernama "Paudasmen" yang secara spesifik membahas pengadaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Chromebook, padahal saat itu ia belum dilantik sebagai Dirjen.
"Lalu tadi Saudara katakan di bulan Juli 2020 Saudara menjabat sebagai Dirjen Paudasmen. Apakah jauh sebelumnya Saudara pernah diminta oleh Pak Nadim untuk bertemu dengan Jurist Tan, Fiona, dan digabungkan dalam grup WA Paudasmen?" tanya jaksa.
"Iya, pernah. Jadi saya tergabung dalam WA itu," balas Jumeri.
Baca Juga: Nadiem Ngaku Tak Untung Sepeserpun, Mahfud MD: Korupsi Tak Harus Terima Uang
"Apakah dalam grup tersebut, yang notabene Saudara belum menjabat sebagai Dirjen, sudah membicarakan mengenai kegiatan di Direktorat Pendidikan termasuk pengadaan TIK Chromebook? Benar?" cecar jaksa lebih lanjut.
"Benar, tetapi saya tidak menanggapi karena saya belum paham juga," sahut Jumeri.
Dalam sidang sebelumnya, jaksa telah memaparkan dakwaan yang menyebut Nadiem Makarim diduga telah memperkaya diri sendiri senilai lebih dari Rp809 miliar dari proyek ini.
"Memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yaitu terdakwa Nadiem Anwar Makarim sebesar Rp 809.596.125.000," kata Jaksa Roy Riady saat membacakan dakwaan, Selasa (16/12/2025).
Kerugian negara sebesar Rp2,1 triliun, menurut jaksa, berasal dari dua pos utama: kemahalan harga (mark-up) Chromebook sebesar Rp1,5 triliun dan pengadaan Chrome Device Management (CDM) yang dianggap tidak perlu dan tidak bermanfaat senilai Rp621 miliar.
Akibatnya, banyak laptop yang diadakan tidak dapat digunakan secara maksimal untuk proses belajar mengajar, terutama di daerah 3T (Terluar, Tertinggal, Terdepan).
Berita Terkait
-
Nadiem Ngaku Tak Untung Sepeserpun, Mahfud MD: Korupsi Tak Harus Terima Uang
-
Mahfud MD Soroti Sidang Nadiem: Tidak Fair Terdakwa Belum Terima Audit BPKP
-
Bukan Hanya Nadiem, Ini Alasan Kejaksaan Sering Minta Bantuan TNI untuk Pengamanan Kasus Korupsi
-
Mahfud MD Sebut Jaksa Tidak Fair dalam Kasus Nadiem Makarim, Ini Alasannya
-
Misteri Harta Jurist Tan, Aset 'Tangan Kanan' Nadiem Bakal Dicari Kejagung Meski Buron
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Kades Salah Administrasi Tak Bisa Jadi Tersangka? Simak Aturan Baru dari Jaksa Agung Burhanuddin
-
Hashim Sebut Program MBG Banyak Diserang Fitnah dan Hoaks dari Kelompok Tertentu
-
Ternyata Ide Makan Bergizi Gratis Sudah Dirancang Prabowo Sejak 2006, Jauh Sebelum Ada Gerindra
-
Penikaman Kader Golkar Nus Kei di Maluku Tenggara Picu Kekhawatiran Stabilitas Daerah
-
Terima Kunjungan Mentan di Gudang Bulog Jatim, Dirut Pastikan Stok Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah
-
Kebakaran Hebat Hanguskan 1.000 Rumah di Kampung Bahagia Malaysia dalam Sekejap
-
Pramono Anung Ungkap Cara Putus Rantai Kemiskinan di Jakarta: Kunci di Pendidikan
-
Pasukan Perdamaian Prancis Gugur, RI Tegas: Serangan ke UNIFIL Tak Bisa Diterima
-
Skorsing 19 Hari, Siswa yang Acungkan Jari Tengah ke Guru Terancam Tidak Naik Kelas
-
Gudang Bulog Penuh, Presiden Sebut Negara Hadir Penuhi Kebutuhan Dasar Rakyat