- Presiden Prabowo Subianto disambut antusias diaspora dan pelajar Indonesia di hotel Swiss pada Rabu (21/1/2026) malam.
- Penyambutan mencakup salam khas Batak Karo serta pemberian buket bunga oleh dua anak kecil kepada Presiden.
- Kehadiran Prabowo di Swiss adalah untuk berpartisipasi dan berpidato dalam acara World Economic Forum 2026 di Davos.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto mendapat sambutan hangat dari diaspora serta pelajar Indonesia di Swiss, saat tiba di hotel tempat ia bermalam selama di Swiss.
Salam Batak Karo hingga ucapan selamat datang mengiringi sambutan untuk Prabowo di Swiss.
Pantauan Suara.com di lokasi, Prabowo disambut dua anak kecil begitu masuk ke lobby hotel. Mereka adalah, Narendra Apriandi (12) dan Tanaya Apriandi (7).
Narendra dan Tanaya sudah hadir lebih dulu untuk menyambut Prabowo di hotel. Sembari menunggu kedatangan kepala negara di lobby hotel, Narendra bercerita ia sudah mengetahui kabar Prabowo akan datang ke Swiss sehari sebelumnya.
Narendra berujar ia akan menyampaikan ucapan selamat datang di Swiss langsung kepada Presiden Prabowo.
Sedangkan Tanaya akan memberikan buket bunga. Dan hal itu mereka lakukan saat Prabowo tiba di hotel pukul 20.09 waktu setempat, Rabu (21/1/2026).
"Hei, apa kabar kamu?" tanya Prabowo ke Narendra yang menyambutnya di lobby hotel.
"Oh.. terima kasih," ucap Prabowo saat menerima bunga tanda penyambutan selamat datang dari Tanaya.
Ada sekitar 20 sampai 30 warga Indonesia, baik diaspora maupun pelajar yang menyambut Prabowo. Kepala negara sembari berjalan menuju lift, menyapa balik dan menjabat tangan warga Indonesia yang menyambut.
Baca Juga: Dasco Luruskan Isu Pencalonan Thomas Djiwandono: Diusulkan BI, Sudah Mundur dari Gerindra
Bahkan Prabowo juga membalas salam khas Batak Karo dari diaspora.
"Horas, Pak," kata salah seorang diaspora menyapa dengan salam khas Batak Karo
"Horas, Mejuah-juah," balas Prabowo.
Prabowo kembali berjalan mengarah ke lift. Kali ini sembari berjalan, ia berjabat tangan dengan sejumlah pelajar Indonesia.
"Selamat datang Pak, saya dari pelajar Indonesia di Switzerland, Pak. Selamat datang," kata seorang pelajar Indonesia di Swiss.
"Terima kasih," ucap Prabowo
Berita Terkait
-
Laporan Suara.com dari Swiss: Prabowo Siap Hadir di World Economic Forum 2026
-
Diplomasi Teh Hangat Prabowo-Raja Charles III: Santai Ngeteh di Tengah Dinginnya London
-
Dari Kopi, Nongkrong, Lalu Investasi: Strategi Indonesia Pikat Investor di WEF Davos 2026
-
Dari London, Prabowo Gelar Ratas Bahas Penertiban Hutan
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
Pilihan
-
Investor Terus Timbun Dolar, Rupiah Keok ke Rp18.126
-
Purbaya Tegaskan Masih Jabat Menkeu dan Tidak Ada Pembahasan Reshuffle, Ini Buktinya
-
Lucky Hakim Dinobatkan Sebagai Bupati Terbaik, Wakilnya Malah Jadi Tersangka
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
Terkini
-
KPK Jadwalkan Pemeriksaan 2 Tersangka Swasta Kasus Kuota Haji Hari Ini
-
Kejar Deadline Oktober! Dasco Ungkap Kunci Percepatan UU Ketenagakerjaan Baru Ada di Tangan Buruh
-
Pengamat: Seskab Teddy Terlalu Sering Tampil, Komunikasi Istana Seharusnya Satu Pintu
-
Bupati Nonaktif Cilacap Gugat Status Tersangka, KPK Siap Hadapi
-
Tsunami Filipina Terjang Sulawesi Utara dan Maluku Utara
-
Penembakan Massal Dekat Markas Inggris, Piala Dunia 2026 Diselimuti Ketakutan
-
13 Wilayah Indonesia Siaga Usai Gempa Besar Filipina
-
Jepang Keluarkan Peringatan Tsunami karena Gempa Besar Filipina
-
Filipina Diguncang Gempa 7,7 SR Berpotensi Tsunami, Manado Siaga
-
Sore Ini, Said Iqbal Akan Dilantik Jadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan