News / Nasional
Senin, 09 Februari 2026 | 16:30 WIB
Kadis Dikbud Sultra yang juga Pembina Yayasan ITK Buton, Asrun Lio [SuaraSulsel.id/ANTARA]
Baca 10 detik
  • Pemprov Sultra mengundang kedua kalinya Dr. Nur Alam untuk mediasi konflik internal Yayasan Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra).
  • Mediasi kedua dijadwalkan pada 10 Februari 2026, pukul 14.00 Wita, untuk mengatasi sengketa antara kubu Nur Alam dan M. Yusuf.
  • Tujuan utama mediasi adalah mencari jalan tengah demi menjaga stabilitas tata kelola Unsultra dan hak akademik mahasiswa.

Suara.com - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) kembali melayangkan undangan fasilitasi dan mediasi kepada Dr. Nur Alam selaku Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Sulawesi Tenggara.

Undangan kedua ini dikirim menyusul ketidakhadiran Nur Alam pada agenda mediasi sebelumnya.

Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya Pemprov Sultra untuk mencari jalan tengah atas konflik internal Yayasan Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) yang dinilai berpotensi mengganggu stabilitas tata kelola perguruan tinggi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra, Asrun Lio, menyampaikan bahwa undangan mediasi kedua telah dikirimkan kepada kedua belah pihak yang bersengketa.

“Kami telah mengirimkan undangan mediasi kedua untuk kedua belah pihak pada hari Kamis, 5 Februari pekan lalu,” ujar Asrun Lio,

Agenda fasilitasi dan mediasi lanjutan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 10 Februari 2026, pukul 14.00 Wita, bertempat di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara.

Sebagai informasi, konflik internal Yayasan Unsultra melibatkan dua kubu yang sama-sama mengklaim sebagai pengurus sah, yakni kubu M. Yusuf dan kubu Nur Alam. Polemik ini menimbulkan kekhawatiran akan dampaknya terhadap kepastian akademik mahasiswa serta keberlangsungan aktivitas sivitas akademika.

Asrun Lio menegaskan, mediasi ini bertujuan untuk menemukan solusi terbaik demi menjaga masa depan institusi pendidikan dan melindungi hak-hak akademik mahasiswa Unsultra.

Sebelumnya, M. Yusuf telah memenuhi undangan dan hadir dalam agenda fasilitasi dan mediasi yang digelar pada 2 Februari 2026. Pemerintah daerah pun berharap kehadiran seluruh pihak, termasuk Nur Alam, pada mediasi kedua ini.

Baca Juga: 16 Sekolah Unggulan Garuda Dibuka, Salah Satunya di Sultra

“Pertemuan fasilitasi ini merupakan bentuk itikad baik pemerintah daerah untuk mendengarkan keterangan secara berimbang dari para pihak serta menjaga iklim pendidikan tetap kondusif,” lanjut Asrun Lio.

Pemprov Sultra menekankan pentingnya kehadiran langsung Nur Alam sebagai langkah positif menuju penyelesaian sengketa internal yayasan. Pemerintah berharap seluruh pihak dapat mengedepankan kepentingan institusi pendidikan dan mahasiswa di atas konflik kepengurusan.

Load More