- Thony Saut Situmorang menyoroti dugaan korupsi dan kebocoran negara di Bea Cukai dalam podcast pada 12 Februari 2026.
- Ia menekankan solusi meliputi penguatan integritas, pengawasan detail, dan pemanfaatan teknologi seperti blockchain di Bea Cukai.
- Saut juga menyinggung lemahnya pengawasan internal serta tanggung jawab pemimpin terhadap posisi IPK Indonesia yang rendah.
Suara.com - Mantan Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2015–2019, Thony Saut Situmorang, menyoroti dugaan kebocoran penerimaan negara dan praktik korupsi di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Hal itu ia sampaikan dalam podcast di kanal YouTube Forum Keadilan TV pada Kamis (12/2/2026), dengan menekankan pentingnya penguatan integritas, pengawasan detail di lapangan, serta pemanfaatan teknologi untuk menutup celah korupsi di Bea Cukai.
“Saya pikir karena ini adalah pendapatan negara dan ini merupakan satu cara bagaimana kita menegakkan kan cukai dan pajak ini kan gambaran dari banyak hal. Kedisiplinan nasional, cinta tanah air, pembangun Indonesia, sustainability,” ujar Saut, dikutip pada Kamis (12/2/2026).
Menurutnya, pembenahan Bea Cukai harus dimulai dari penguatan integritas dan pengawasan detail di lapangan.
Saut mendorong pemanfaatan teknologi seperti blockchain untuk meminimalisir celah permainan dalam ekspor-impor karena seluruh rantai distribusi dapat ditelusuri secara transparan.
Ia juga menyoroti perlunya menelusuri kendala kapal bersandar dan antrean kontainer di pelabuhan.
“Detail-detail itu antum harus masuk Bro. Kalau gak you lose your gun, you're gone,” tegasnya.
Selain itu, Saut juga menyinggung lemahnya pengawasan internal dan potensi permainan kelompok dalam institusi. Ia menyebut korupsi kerap dibangun atas dasar kepercayaan antarkelompok, baik sesama angkatan maupun latar belakang tertentu.
Ketika ditanya soal estimasi kebocoran penerimaan negara dari praktik di Bea Cukai, Saut tidak menyebutkan angka pasti. Namun, ia mengaitkannya dengan Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia yang berada di angka 34.
Baca Juga: Pejabat Pajak Jadi Direksi 12 Perusahaan, Eks Penyidik KPK Sebut Ada Konflik Kepentingan
“Indeks persepsi korupsi kita hari ini 34 sekelas Nepal kan, fix sekelas Nepal. … Jadi angka kita 34, 70 itu gone. Hilang,” katanya.
Ia memperingatkan, jika hanya fokus pada persoalan di permukaan, IPK Indonesia berpotensi terus menurun.
“Kalau Prabowo hanya bicara sesuatu yang di permukaan tahun depan indeks persepsi korupsi kita bukan naik, turun ke 30. Jadi 70% lo hilang sebenarnya,” ujarnya.
Dalam perbincangan tersebut, Saut juga menyinggung tanggung jawab pemimpin negara. Ia menilai tidak mungkin Presiden dan jajaran terkait tidak mengetahui persoalan yang terjadi di Bea Cukai selama bertahun-tahun.
“Apakah Jokowi tahu? Apakah Sri Mulyani tahu? Salah besar kalau dia gak tahu 10 tahun Bro. Salah besar dan kita ada di situ,” ucapnya.
Saut turut mengungkap adanya kasus dengan nilai setoran bulanan yang besar.
Berita Terkait
-
Pejabat Pajak Jadi Direksi 12 Perusahaan, Eks Penyidik KPK Sebut Ada Konflik Kepentingan
-
Purbaya Akui Tiffany & Co Disegel Bea Cukai Gegara Impor Ilegal
-
Khofifah Jadi Saksi Kasus Hibah Pokir DPRD Jatim
-
Saut Situmorang: OTT Bea Cukai Tak Mengejutkan, Tanpa Reformasi Sistem Hasilnya Akan Stagnan
-
Tiffany & Co Plaza Senayan Disegel! Kilau Perhiasan Kini Tertutup Kertas
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali
-
Demi Jam Terbang, Persib Bandung Resmi Pinjamkan Henhen Herdiana ke PSM Makassar
-
Bejad, Oknum Guru Ngaji di Kota Serang Asusila Gadis Berusia 9 Tahun
-
Smart Stick Berbasis AI Karya Siswa Indonesia Dilirik Profesor China, Apa Keunggulannya?
-
Gamer Siap-Siap! Nintendo Switch dan Switch 2 Bakal Resmi Masuk Indonesia Desember 2026
-
Dorong Purnabakti Berwirausaha, BRI Hadirkan Kemudahan Pembiayaan Toko Mandiri Indogrosir
-
Buka Rekening BRI di Summarecon Bekasi, Nikmati Cashback Spesial BRImo!
-
200 Truk Kontainer di Tanjung Priok Diuji Emisi Demi Kejar Udara Bersih Pelabuhan