- Rosikin (50) mencari nafkah di Kramat Pulo, Jakarta Pusat, mengumpulkan sisa kelapa busuk menjadi kopra dengan harga Rp7.000/kg.
- Ia dulunya teknisi komputer di institusi bergengsi, beralih profesi karena perusahaan tempatnya bekerja mengalami kebangkrutan.
- Rosikin kini menghadapi masalah kesehatan akibat paparan asap pembakaran batok kelapa menjadi arang, demi menyambung hidup keluarga.
Suara.com - Di bawah deru mesin kereta yang membelah kawasan Kramat Pulo, Jakarta Pusat, hidup berputar dalam ritme yang kontras.
Di tengah hiruk-pikuk komuter dan beton kota, ada perjuangan sunyi dari mereka yang menggantungkan napas pada hal-hal yang dianggap sampah oleh dunia. Salah satunya adalah Rosikin (50).
Di sebuah ruang sempit di pinggir rel—tempat yang bagi orang lain mungkin sekadar area kumuh—Rosikin menyulapnya menjadi ladang penghidupan. Saban hari, tubuhnya 'tenggelam' di antara gundukan kelapa busuk yang menghitam.
“Lagi jemurin kopra kelapa busuk,” ucapnya sederhana saat ditemui jurnalis Suara.com di sela kesibukannya, Senin (31/3/2026).
Mengais Sisa Ekonomi Kota
Kelapa-kelapa ini bukanlah hasil panen kebun yang segar. Rosikin adalah pengumpul sisa-sisa. Ia menyusuri Pasar Kwitang hingga Juanda, mencari apa yang tak lagi laku, yang nyaris dibuang ke tempat sampah. Di pinggir rel inilah, ia menjemur harapan di bawah terik matahari Jakarta.
Hasil keringatnya dihargai sangat murah. “Sekilo Rp7.000,” tuturnya.
Namun, dari angka recehan itulah roda hidup keluarganya tetap berputar.
Potongan kelapa disusun memanjang, mengikuti garis besi rel kereta. Panas dari gerbong yang melintas dan sengatan matahari menjadi "alat produksi" alami. Bagi mata awam, ini mungkin pemandangan kumuh. Bagi Rosikin, ini adalah potensi industri.
Baca Juga: Akhirnya Diperbaiki, 'Jebakan Batman' Jalan Juanda Depok yang Bikin Celaka Pengendara
“Dijual nanti ada yang ngolah lagi,” katanya.
Ia sadar posisinya, mata rantai paling bawah. Ia adalah penyedia bahan mentah bagi industri yang tak terlihat oleh mata kota.
Tak hanya daging kelapa (kopra), batoknya pun ia pisahkan untuk dijadikan arang—komoditas yang menjanjikan margin lebih besar.
“Itu per karungan… sekitar dua setengah,” ujarnya, merujuk pada nilai Rp250 ribu per karung.
Namun, prosesnya tak mudah. Karena larangan membakar di tengah kota, ia harus menempuh perjalanan jauh. “Numpang bakar… di Dadap,” tambahnya.
Jatuh Bangun: Dari Ruang Ber-AC ke Terik Matahari
Berita Terkait
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
-
Pramoedya dan Cerita Calon Arang: Pintu Masuk Menuju Dunia Sang Maestro
-
Breaking News! Pesawat Bonanza TNI AL Dikabarkan Kecelakaan di Runway Bandara Juanda
-
Akhirnya Diperbaiki, 'Jebakan Batman' Jalan Juanda Depok yang Bikin Celaka Pengendara
-
Bikin Pemotor Jatuh, Menyoal Kualitas Perbaikan Jalan Juanda Depok yang Cepat Rusak Total
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Tak Sembarang Orang Bisa Beli, Begini Alur Distribusi Narkoba 'VIP Only' di B Fashion Hotel
-
Nasib Ahmad Syahri Merokok dan Main Game Saat Rapat, Terancam Dipecat dari DPRD Jember?
-
Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
-
Nasib Santri Ponpes Pati Usai Geger Kasus Pelecehan, Sekolah Tetap Lanjut atau Pindah?
-
Polda Metro Jaya Bentuk Tim Pemburu Begal, Kombes Iman: Kami Siap Beraksi 24 Jam!
-
Kepulauan Seribu Diserbu Wisatawan Saat Liburan, Polres Sebar Polisi di Tiap Dermaga
-
Kedubes Jepang Warning Warganya: Nekat Prostitusi Anak di RI, Siap-siap Dibui di Dua Negara
-
Polisi Ciduk Komplotan Jambret di Tamansari, Uang Hasil Kejahatan Dipakai Buat Pesta Sabu
-
Sebut Prabowo Anggap Gagasannya Suci, Sobary: Oh Paus Saja Ndak Begitu Bung!
-
Tak Ada Ampun! Hanya 6 Hari Pasca Penggerebekan, Pemprov DKI Sikat Habis Izin B Fashion Hotel