- Gubernur DKI Jakarta mengakui adanya laporan di aplikasi JAKI yang berulang kali belum ditindaklanjuti oleh instansi terkait.
- Salah satu contoh kasus adalah laporan hilangnya zebra cross di Tebet yang tidak direspons selama lebih dari satu tahun.
- Pemprov DKI berjanji menyempurnakan sistem JAKI dan mengembalikan penanganan fasilitas publik sesuai aturan teknis yang berlaku.
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, mengakui masih adanya laporan masyarakat melalui aplikasi JAKI yang belum ditindaklanjuti, bahkan hingga berulang kali.
“Tadi kebetulan kami rapat tentang JAKI. Jadi, di rapat itu memang ada beberapa laporan yang sudah berulang kali belum ditindaklanjuti, maka kami akan sempurnakan untuk itu,” ungkap Pramono di Balai Kota, Jakarta, Selasa.
Salah satu laporan yang menjadi sorotan adalah terkait hilangnya zebra cross di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Menurut Pramono, laporan tersebut bahkan tidak mendapatkan respons selama lebih dari satu tahun di dalam sistem.
Kondisi ini memicu kritik dari masyarakat, terutama karena menyangkut fasilitas keselamatan pejalan kaki. Menanggapi hal tersebut, Pramono menyampaikan permohonan maaf atas lambatnya penanganan.
Ia juga menyoroti aksi warga yang berinisiatif menggambar ulang zebra cross secara mandiri di lokasi tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan.
Namun demikian, Pramono menegaskan bahwa pembuatan zebra cross tidak bisa dilakukan sembarangan karena harus mengikuti aturan teknis yang berlaku secara luas.
“Untuk zebra cross kreativitas warga, saya mengucapkan terima kasih. Hanya memang zebra cross itu kan juga ada aturan mainnya, sehingga yang sekarang terjadi di lapangan, kami sempurnakan lagi, kami kembalikan kepada aturan yang memang sudah diatur,” tutur Pramono.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun berjanji akan melakukan pembenahan terhadap sistem pelaporan JAKI agar respons terhadap aduan masyarakat bisa lebih cepat dan tepat sasaran, sekaligus memastikan fasilitas publik ditangani sesuai standar keselamatan.
Baca Juga: Pramono Minta Maaf Soal Zebra Cross Tebet, Janji Perbaikan Sesuai Standar
Berita Terkait
-
Pramono Minta Maaf Soal Zebra Cross Tebet, Janji Perbaikan Sesuai Standar
-
Zebra Cross Pac-Man Viral, Pemprov DKI Akhirnya Bangun 5 Penyeberangan Baru di Tebet
-
Sempat Viral Zebra Cross Hilang, Pemprov DKI Akhirnya Bikin 5 Titik di Tebet
-
DKI Siap Jalankan PP Tunas, Pramono Anung Soroti Bahaya Konten Digital bagi Anak
-
DKI Siap Terapkan WFH 1 Hari per Pekan, Pramono: Tapi Bukan Hari Rabu
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Di Balik Viral Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung: Tradisi Adat atau Simbol Politik?
-
Potongan Jadi 8 Persen Mulai Besok, Koalisi Ojol Nasional: Janji Prabowo-Dasco Terbukti
-
MUI Usul RUU Pidana LGBT, Gus Ipul: Patut Ditindaklanjuti, Tapi Dibahas Dulu
-
TKD Anjlok 59 Persen, Jakarta Tak Bisa Lagi Bergantung pada APBD demi Kejar Status Kota Global
-
Sempat Tertahan di Papua, Bobby Nasution Pastikan Kontingen Pesparawi Sumut Pulang Besok
-
PDIP Surati Nanik S Deyang Minta Data Nama-nama Kader yang Terlibat MBG
-
BNN Catat 50 Orang Meninggal Tiap Hari Akibat Narkoba, Rehabilitasi Harus Jadi Prioritas
-
Buru Bupati dan Sekda Kuansing, KPK Telusuri Dugaan Kebocoran Informasi
-
Dittipideksus Bareskrim Sita 18,1 Ton Sianida Ilegal, Dua Tersangka Ditetapkan
-
Kasus Eltras Jadi Evaluasi, Polda NTT Sisir Seluruh Tempat Hiburan Malam