- Polda Metro Jaya menangkap pengemudi transportasi online berinisial WAH atas tindakan kekerasan seksual terhadap penumpang berinisial SKD.
- Kejadian berlangsung di kawasan Jakarta Pusat pada 14 Maret 2026, setelah pelaku menyimpang dari rute perjalanan normal.
- Pelaku terbukti positif menggunakan narkotika sabu dan kini diancam hukuman maksimal sembilan tahun penjara berdasarkan UU TPKS.
Suara.com - Direktorat Reserse PPA dan PPO Polda Metro Jaya berhasil membongkar fakta mengejutkan di balik kasus kekerasan seksual yang dilakukan oleh seorang pengemudi transportasi online terhadap penumpangnya di kawasan Jakarta Pusat.
Pada Rabu, 1 April 2026, pelaku Wendy Arie Harjanto (WAH) berusia 39 tahun ditangkap setelah video aksi pelecehannya terhadap korban berinisial SKD (20) viral di media sosial.
Pelaku diamankan di kawasan Rangkapan Jaya, Depok, Jawa Barat, saat berada di dalam kendaraannya.
Tak hanya melakukan kekerasan seksual, WAH ternyata merupakan seorang pengguna narkotika aktif.
"Pada saat kejadian, aksi tersebut diunggah dan menjadi perhatian publik, sehingga Direktorat PPA dan PPO segera merespons informasi tersebut serta melakukan pengamanan terhadap pelaku dan mengamankan barang bukti," ujar Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya, dalam konferensi pers, Senin (6/4/2026).
Kronologi Kejadian: Pelaku Tanya 'Open BO'
Direktur Reserse PPA & PPO Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Rita Wulandari, menjelaskan peristiwa memilukan itu terjadi pada Sabtu, 14 Maret 2026, sekitar pukul 16.30 WIB di kawasan Apartemen Istana Harmoni, Jakarta Pusat.
Kejadian bermula saat korban menggunakan jasa transportasi online pelaku. Di tengah perjalanan, pelaku mulai menunjukkan gelagat mencurigakan dan melontarkan kalimat pelecehan.
"Korban diajak berbicara, kemudian melihat gelagat yang tidak pada umumnya. Karena di situ ada kalimat-kalimat yang menyatakan bahwa si driver ini mengajak berkencan atau mempertanyakan apakah perempuan ini membuka open BO," ungkap Rita dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya.
Pelaku diduga memanfaatkan profesinya sebagai driver transportasi online untuk mendapatkan akses terhadap korban. Ia terlebih dahulu membangun komunikasi guna menciptakan rasa nyaman, kemudian secara sengaja mengubah rute perjalanan ke lokasi yang sepi.
Baca Juga: Horor Penumpang Taksi Online di Harmoni: Dilecehkan Sopir 'Nyabu' hingga Aksi Berani Korban Melawan
Tak berhenti di situ, pelaku nekat melakukan kekerasan fisik di dalam mobil Honda Brio berwarna silver miliknya yang dipasangi kaca film sangat gelap (80 persen) untuk menutupi aksi bejatnya.
"Dia melakukan upaya perbuatan cabul dengan cara memegang dan meremas paha korban. Kemudian, dia juga sempat lompat ke belakang melakukan upaya menindih tubuh korban secara paksa. Di situ korban menolak, kemudian ada upaya perlawanan dari korban hingga keluar dari mobil," tambah Rita.
Saat korban mencoba merekam kejadian tersebut sebagai bukti, pelaku semakin beringas. Pelaku mencekik korban dan melakukan intimidasi psikis seolah-olah akan menembaknya.
Positif Narkoba dan Temuan Alat Kontrasepsi
Saat ditangkap, hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan bahwa pelaku WAH positif mengonsumsi narkotika jenis sabu. Polisi juga menemukan sejumlah barang bukti di dalam kendaraan pelaku yang memperkuat dugaan rencana jahatnya.
"Kami menemukan di dalam mobil itu ada rangkaian alat yang digunakan pelaku untuk menggunakan narkoba," jelas Rita.
Selain satu paket sabu beserta 32 plastik klip kecil bekas paket sabu, polisi juga menyita barang bukti lain berupa dua buah obat kuat merek Hajar Jahanam, tiga buah kondom dari mobil pelaku, dua buah handphone, satu unit mobil Honda Brio warna silver beserta STNK dan kunci mobilnya, satu set pakaian korban, dan satu buah kaos lengan panjang milik terduga pelaku.
Berita Terkait
-
Horor Penumpang Taksi Online di Harmoni: Dilecehkan Sopir 'Nyabu' hingga Aksi Berani Korban Melawan
-
Sopir Taksi Online Cabul Ditangkap di Depok: Polisi Temukan Sabu, Kondom, hingga Obat Kuat!
-
Kasus Pelecehan Syekh AM: Komisi III DPR Gelar Rapat Tertutup, Khawatir Pelaku Kabur ke Mesir
-
Duduk Perkara Pengeroyokan Tersangka Pelecehan Seksual di Polda Metro Jaya, 4 Orang Ditangkap!
-
Terima Aduan Kasus Pelecehan Seksual Mandek Setahun, Anggota DPR Bakal Minta Penjelasan APH
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Korupsi Penerimaan Mahasiswa Baru, Rektor Unsoed Ahmad Sodiq Ditahan KPK
-
Inovasi Terbaru Kecantikan Wajah, Volulift 2.0 Resmi Diperkenalkan
-
Paradoks Jajanan SD versus MBG: Mengapa Proyek Besar Justru Rawan Keracunan?
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan