-
Koalisi 30 negara merancang strategi militer untuk membuka kembali akses pelayaran Selat Hormuz.
-
Inggris memimpin tekanan internasional terhadap Iran guna mengakhiri blokade jalur energi global.
-
Eskalasi militer Iran-Israel memicu lonjakan harga bahan bakar akibat terganggunya distribusi minyak dunia.
Suara.com - Kekhawatiran terhadap terhentinya arus logistik global memicu puluhan petinggi militer dunia berkumpul secara virtual.
Inggris mengambil inisiatif untuk memimpin koordinasi lintas negara guna mencari solusi atas kebuntuan di wilayah perairan strategis.
Sebanyak 30 negara lebih terpantau mengirimkan perwakilan militer mereka dalam agenda konferensi daring yang digelar Selasa (7/4).
Fokus utama pertemuan ini adalah merumuskan langkah taktis dalam menjamin kelancaran lalu lintas kapal di Selat Hormuz.
Langkah ini diambil setelah kawasan tersebut mengalami gangguan serius yang mengancam ketahanan energi berbagai negara di dunia.
Kementerian Pertahanan Inggris menegaskan bahwa kolaborasi internasional sangat krusial dalam menghadapi situasi darurat di jalur laut tersebut.
"Perencana militer, sekutu, dan mitra dari 30 lebih negara bergabung dalam konferensi perencanaan virtual hari ini untuk mengkoordinasikan langkah-langkah yang diperlukan guna memastikan akses ke Selat Hormuz di masa depan aman dan mudah," kata kementerian melalui pernyataan, dikutip dari Sputnik.
Pernyataan ini menggarisbawahi urgensi pemulihan akses pelayaran yang menjadi urat nadi distribusi minyak dan gas bumi.
Selain aspek militer, pendekatan diplomasi tingkat tinggi juga terus digalakkan oleh negara-negara yang tergabung dalam koalisi.
Baca Juga: Ke Mana Mojtaba Khamenei Setelah Gencatan Senjata AS - Iran?
Sebelumnya, pertemuan antara para menteri luar negeri telah dilakukan untuk menyamakan persepsi mengenai ancaman keamanan di kawasan.
Menteri Luar Negeri Inggris, Yvette Cooper, memimpin dialog strategis tersebut guna membahas opsi kebijakan yang lebih tegas.
Para diplomat dari berbagai negara koalisi mencapai kesepakatan untuk mempertimbangkan mekanisme tekanan terhadap pihak Iran.
Upaya ini mencakup potensi penerapan sanksi ekonomi demi mendesak pembukaan kembali jalur pelayaran yang saat ini terhambat.
Inggris juga telah menyiapkan draf deklarasi resmi terkait kesiapan bantuan untuk mengatasi blokade di wilayah perairan tersebut.
Hingga saat ini, tercatat ada 38 negara yang telah memberikan tanda tangan dukungan terhadap dokumen usulan Inggris.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Terdakwa Militer Dituntut Ringan, Keluarga Kacab BRI Gugat Pasal Peradilan Koneksitas ke MK
-
Hujan Lebat Disertai Petir Ancam Akhir Pekan Warga Jakarta Selatan dan Timur Jelang Petang
-
Program MBG Serap 1,28 Juta Tenaga Kerja, Ribuan UMKM hingga Peternak Ikut Kecipratan
-
Jateng Genjot Investasi EBT dan Pengelolaan Sampah, Ahmad Luthfi Tawarkan ke Para Pengusaha Tiongkok
-
'Kan Bisa di-Google', Jimly Asshiddiqie Sindir Pansel yang Loloskan Hery Susanto
-
Pansel Dinilai Kecolongan Loloskan Hery Susanto Jadi Ketua Ombudsman
-
Studi Temukan Mikroplastik Menyusup ke Sperma dan Ketuban, Apa Dampaknya?
-
Momen Prabowo Mau Reshuffle Zulhas Gara-Gara Salah Kasih Info Nama Desa, Ternyata Cuma Guyon
-
Hindari Area Kuningan, Dishub DKI Terapkan Buka-Tutup Jalan Hingga 26 Mei 2026
-
Usai 9 WNI Dipulangkan, Wanda Hamidah Serukan Konvoi Lebih Besar ke Palestina