- Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menegaskan ambisi mencaplok wilayah Greenland sebagai bagian dari kepentingan strategis negaranya.
- Trump mengungkapkan kekecewaan mendalam terhadap NATO karena tidak memberikan dukungan militer bagi Amerika Serikat dalam konflik di Iran.
- Ketegangan tersebut memicu spekulasi bahwa Amerika Serikat mempertimbangkan penarikan diri dari NATO serta upaya invasi terhadap wilayah Greenland.
Suara.com - Niat Presiden Amerika Serikat untuk mencaplok Greenland kembali mengemuka, setelah negara-negara anggota Pakta Pertahanan AtlantikUtara atau NATO tidak membantunya dalam perang Iran.
Dalam konferensi pers terbaru di Gedung Putih pada Senin (6/4) malam waktu setempat, Trump mengakui kemarahannya terhadap sekutu transtalantik bermula dari kebuntuan terkait keinginan AS menguasai wilayah Greenland.
Pernyataan ini seolah membuka kembali luka lama yang sempat mengguncang hubungan internasional pada Januari lalu.
Saat itu, Trump mengancam akan mengambil alih wilayah otonom Denmark tersebut, yang memicu alarm di seluruh Eropa.
Laporan Politico.eu, dikutip Rabu (8/4/2026), bahkan menyebutkan Denmark sempat menyiapkan rencana kontingensi jika militer AS benar-benar melakukan invasi ke pulau raksasa tersebut.
Di hadapan media, Trump tidak ragu menghubungkan urusan "real estate" global ini dengan masa depan aliansi pertahanan terbesar di dunia.
“Semuanya bermula dari, jika Anda ingin tahu yang sebenarnya, Greenland,” kata Trump dalam konferensi pers tersebut.
“Kita menginginkan Greenland. Mereka tidak mau memberikannya kepada kita. Dan saya bilang, ‘sampai jumpa.’”
Dendam Terkait Kurangnya Dukungan di Perang Iran
Baca Juga: Pemberontakan Para Jenderal di Pentagon, Gagalnya Serangan Darat Trump ke Iran
Namun, masalah Greenland hanyalah puncak gunung es. Trump menggunakan kesempatan tersebut untuk memperluas serangannya terhadap NATO.
Dia menuduh negara-negara anggota pakta, gagal memberikan dukungan militer kepada Washington dalam konflik Iran. Hal ini dianggap Trump sebagai pengkhianatan terhadap komitmen aliansi.
Trump secara terbuka menyatakan kekecewaannya karena beberapa negara anggota utama, termasuk Spanyol, menolak memberikan akses ke pangkalan militer atau ruang udara mereka untuk operasi AS di Iran.
Selain itu, pemerintah negara-negara Eropa juga menolak mengirimkan kapal perang untuk mengamankan Selat Hormuz yang strategis dari ancaman Teheran.
“Saya pikir itu adalah tanda pada NATO yang tidak akan pernah hilang,” ujar Trump, seraya menambahkan bahwa ia “sangat kecewa” dengan ketiadaan dukungan militer tersebut.
Sikap keras Trump ini memperkuat spekulasi bahwa Gedung Putih sedang mempertimbangkan langkah ekstrem untuk menarik AS keluar dari NATO, serta melanjutkan ide mencaplok Greenland.
Berita Terkait
-
Pemberontakan Para Jenderal di Pentagon, Gagalnya Serangan Darat Trump ke Iran
-
Kilang Minyak Iran Diserang Usai Gencatan Senjata Diumumkan
-
Hizbullah Ancam Israel: Jika Langgar Gencatan Senjata, Iran Siap Turun Tangan
-
Gencatan Senjata AS-Iran: Daftar 10 Tuntutan Teheran yang Disetujui Trump dan Fakta Terbarunya
-
Donald Trump Sebut Ada Peran China di Balik Gencatan Senjata Iran dan Amerika Serikat
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU TNI Terkait Tragedi Andrie Yunus
-
Polemik Kasus Chromebook dan Ancaman Trial by The Press di Era Digital
-
Buronan Interpol dan Bos Mafia Asal Inggris Akhirnya Dideportasi Imigrasi Ngurah Rai
-
Istana Belum Terima Hasil Investigasi PBB Penyebab 3 TNI Gugur di Lebanon
-
Bupati Bekasi Ade Kuswara Klaim Tak Tahu Soal Pembakaran Rumah Saksi dalam Kasus Suap Ijon Proyek
-
Tahan Kenaikan Ongkos Haji, Pemerintah Rogoh Kocek Negara Rp1,77 Triliun
-
Bukan Cuma AI, Petugas Dishub Jaksel Diduga Curangi Laporan JAKI Pakai Modus 'Timestamp'
-
Kuasa Hukum Ungkap Kunjungan Gibran Saat Jenguk Andrie Yunus: Mendadak dan Tak Ada Komunikasi
-
Oposisi Israel Ngamuk! Sebut Netanyahu Gagal Total Usai Sepakati Gencatan Senjata dengan Iran
-
Cerita Prabowo Keliling Banyak Negara untuk Amankan Suplai Minyak Indonesia