- Presiden Trump menegaskan bahwa wilayah Lebanon tidak termasuk dalam perjanjian gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.
- Agresi militer Israel di Lebanon memicu Iran menangguhkan lalu lintas kapal tanker minyak di Selat Hormuz global.
- Amerika Serikat menunjuk Pakistan sebagai mediator untuk membujuk Iran menjaga gencatan senjata dan membuka jalur energi.
Serangan tersebut tidak hanya merusak fasilitas militer tetapi juga menimbulkan korban di kalangan sipil. Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan balasan ke wilayah Israel dan pangkalan militer AS di Timur Tengah, yang praktis melumpuhkan pengiriman energi melalui Selat Hormuz.
Pada Selasa (7/4/2026), Trump sempat menyatakan optimisme setelah menyetujui gencatan senjata selama dua pekan dengan Iran.
Ia mengklaim bahwa Teheran telah setuju untuk membuka kembali Selat Hormuz sebagai bagian dari kesepakatan awal tersebut. Namun, nasib pembukaan jalur energi ini kini bergantung pada hasil pembicaraan lanjutan.
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran telah mengonfirmasi bahwa delegasi Teheran dijadwalkan memulai dialog langsung dengan perwakilan Amerika Serikat pada Jumat (10/4/2026).
Berita Terkait
-
Trump Ungkap Keuntungan Iran Setuju Buka Selat Hormuz: Akan Banyak Duit yang Dihasilkan
-
Donald Trump Desak Pakistan Bujuk Iran Gencatan Senjata Demi Amankan Selat Hormuz dari Krisis Minyak
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
5 Langkah Mitigasi Pemerintah Hadapi Krisis Energi
-
Kecewa dengan AS-Israel, Reza Pahlavi Provokasi Rakyat Iran Lakukan Kudeta
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
Darurat Korupsi! Golkar Desak Evaluasi Total Rekrutmen Kepala Daerah Usai OTT Beruntun
-
Mulut Dimasukkan Sepatu! Viral Pengakuan Manajer Bank Ngaku Disiksa Atasan
-
Sita 74 Kg Emas dan Valas Rp476 Miliar, Kortas Tipidkor Polri Bongkar Brankas Rahasia di Sentul
-
Gebrakan RUU Sisdiknas: Wajib Belajar Kini 13 Tahun, Termasuk 1 Tahun di PAUD
-
Usai Cafe de'CLAN Signature, Polisi Sita 74 Kg Emas dan Ratusan Miliar Hasil TPPU di Sentul City!
-
Geledah Rumah Mewah di Sentul City Bogor, Polisi Diduga Sita Emas Hingga Mata Uang Asing
-
Rumah Mewah di Sentul City Digeledah Polisi Tengah Malam, Diduga Milik Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Meluas ke 12 Titik! Polisi Geledah Pacific Place hingga Rumah Mewah di Sentul Terkait Kasus TPPU
-
Bahaya State Capture, Pakar Ungkap Cara Militer 'Kuasai' Negara Lewat Jalur Legal
-
Jejak Densus 88 Kuntit Jampidsus di Cafe de'CLAN Signature: Kini Ditemukan Brankas Dolar Rp67 M!