- Iran mengancam akan keluar dari kesepakatan gencatan senjata sementara usai militer Israel melanggar syarat perdamaian dengan membombardir wilayah Lebanon.
- Pejabat Teheran mengultimatum AS agar menertibkan 'anjing gila' Zionis, atau Angkatan Bersenjata Iran akan turun tangan menggunakan kekuatan paksa.
- Meski sepakat berunding di Islamabad berkat mediasi Pakistan, Iran menegaskan tidak pernah percaya pada AS dan tetap menyiagakan militernya.
Di luar dugaan pihak agresor yang mengharapkan kemenangan instan, respons Teheran justru terbukti jauh lebih mematikan dan menimbulkan kerugian besar bagi aset militer musuh.
Kebuntuan di medan tempur pada akhirnya memaksa pihak-pihak yang bertikai untuk menerima mediasi dari pemerintah Pakistan yang menghasilkan jeda pertempuran sementara.
Selama masa jeda ini, perundingan diplomatik rencananya akan dilangsungkan di ibu kota Islamabad dengan membawa sepuluh poin tuntutan utama dari pihak Iran.
Tuntutan krusial tersebut mencakup penarikan mundur seluruh pasukan tempur AS dari kawasan, pencabutan sanksi ekonomi, hingga hak kontrol atas Selat Hormuz.
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran sebelumnya telah menyatakan bahwa keberhasilan memaksa AS ke meja perundingan merupakan sebuah kemenangan bersejarah bagi bangsa mereka.
Meski demikian, Teheran berulang kali menegaskan bahwa proses negosiasi ini sama sekali bukanlah penanda berakhirnya perang secara total.
Mereka memandang jalur diplomasi ini murni sebagai perpanjangan dari medan pertempuran dengan tetap mempertahankan sikap ketidakpercayaan yang mendalam terhadap niat asli Amerika Serikat.
Berita Terkait
-
Korban Tewas Serangan Israel ke Lebanon Bertambah Jadi 254 Orang
-
Wapres AS JD Vance Sebut Iran Bodoh Jika Gagalkan Gencatan Senjata Gegara Lebanon
-
Dubes UEA: Konflik Iran Bukan Perang Agama, 85% Rudal Justru Sasar Negara Arab, Bukan Israel!
-
Donald Trump Minta Bagian dari Tarif Tol Kapal Selat Hormuz
-
Trump Sebut Lebanon Tak Termasuk Kesepakatan Gencatan Senjata, Timur Tengah Memanas
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- Promo Superindo Terbaru, Minyak Goreng Cuma Rp20 Ribuan, Susu dan Kecap Diskon Besar
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Usut Penyebab Blackout Sumatra, Bareskrim Periksa Bukti Sutet Putus di Jambi
-
Pesantren Dikepung Kekerasan Seksual, KUPI: SOP dan Bu Nyai Jadi Solusi Utama
-
BGN Segera Susun Bank Menu, Pengawas Gizi Kini Tak Pusing Lagi
-
Dedi Mulyadi Dorong Kajian Akademik Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih
-
Bulog Ajak Mahasiswa dan Kampus untuk Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan
-
Cuma Gara-gara Saling Pandang! Geng Motor Bacok Remaja di Flyover Cibodas
-
Geger WNA Jepang Ngaku Ditawari Prostitusi Anak 'Perawan' di Lokasari Jakarta Barat
-
Prancis Larang Menteri Israel Masuk Negaranya usai Video Aktivis Flotilla Gaza Viral
-
Setop Pembangunan Top-Down! Saatnya Suara Perempuan Akar Rumput Masuk Kebijakan Nasional
-
Ditodong Pistol dan Dipaksa Lepas Hijab Hercules, Kuasa Hukum Anak Ahmad Bahar: Ini Mengerikan!