-
Mojtaba Khamenei mengklaim kemenangan Iran atas serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel.
-
Iran berencana meningkatkan pengendalian strategis di Selat Hormuz sebagai tahap baru pascaperang.
-
Gencatan senjata diambil untuk mengonsolidasikan kekuatan nasional Iran di meja negosiasi global.
Pemerintah Iran tidak hanya diam dan akan mengambil langkah hukum serta diplomasi yang sangat tegas.
Khamenei memberikan peringatan keras kepada seluruh pihak yang telah melakukan agresi militer ke wilayah kedaulatan mereka.
Ia menekankan bahwa segala kerusakan infrastruktur dan nyawa yang hilang harus dibayar dengan harga setimpal.
Hubungan antarnegara di Timur Tengah menjadi salah satu poin krusial yang disoroti oleh pemimpin tertinggi tersebut.
Khamenei meminta agar negara-negara sekitar tidak mengambil posisi yang salah dalam konflik yang sedang berlangsung ini.
“Negara-negara tetangga harus berdiri di sisi yang benar dalam sejarah,” katanya.
Harapan besar disematkan agar terjalin solidaritas yang kuat di antara sesama negara muslim di wilayah Teluk.
“Kami mengharapkan respons yang sesuai dengan persaudaraan dan niat baik,” tambahnya dengan penuh penekanan.
Meskipun kesepakatan damai sementara selama empat belas hari telah dicapai, rakyat diminta tidak lengah sedikitpun.
Baca Juga: Nuklir Iran Panas Lagi, Ambisi Pengayaan Uranium Teheran Tak Akan Bisa Dihentikan Amerika Serikat
Khamenei menilai bahwa mobilisasi massa di jalanan tetap memegang peranan penting dalam meja perundingan diplomatik.
“Jangan membayangkan bahwa turun ke jalan tidak lagi diperlukan,” katanya.
Kehadiran fisik rakyat di ruang publik dianggap sebagai bentuk dukungan moral yang memperkuat posisi delegasi Iran.
“Suara Anda di ruang-ruang publik tanpa diragukan lagi berpengaruh terhadap hasil negosiasi,” tambahnya menjelaskan fungsi tekanan publik.
Mojtaba Khamenei sendiri hingga saat ini masih memilih berkomunikasi melalui teks tertulis tanpa tampil secara fisik.
Ia kembali memberikan penghormatan tinggi bagi mendiang ayahnya yang wafat di awal serangan gabungan musuh.
“Selama empat puluh hari, jiwa agung pemimpin kita yang syahid telah berada dalam kedekatan ilahi, bergabung dengan orang-orang saleh,” ujarnya.
Keteguhan hati masyarakat dalam menghadapi duka mendalam menjadi sorotan utama dalam pidato yang mengharukan tersebut.
“Rakyat Iran, meskipun berduka, mengubah kesedihan mereka menjadi perlawanan dan tekad, mengejutkan musuh mereka dan menginspirasi para pengamat di seluruh dunia,” katanya.
Langkah pengambilan kebijakan gencatan senjata ini didukung penuh oleh seluruh elemen penting di pemerintahan Iran.
Presiden Masoud Pezeshkian mengklarifikasi bahwa pilihan diplomasi ini telah mendapatkan restu penuh dari pimpinan tertinggi.
“Gencatan senjata bukan tanda kelemahan Iran, tetapi pilihan untuk mengonsolidasikan kemenangan,” ujarnya.
Pemerintah saat ini sedang berupaya mengatur ulang strategi nasional setelah mengalami tekanan militer yang cukup berat.
Visi besar Iran tetap pada kedaulatan penuh tanpa ada campur tangan dari kekuatan asing di masa depan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
Terkini
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp1,45 Miliar
-
Sekjen ASEAN Serukan Indo-Pasifik yang Terbuka dan Inklusif di Tengah Memanasnya Geopolitik
-
Kejari Jakbar Sita Uang Rp5,19 Miliar dari Kasus Korupsi Pembebasan Lahan Srengseng
-
Bahlil Lahadalia Siap Buka Data untuk Penyidikan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU
-
BEM SI Dukung Pengusutan Dugaan Korupsi oleh Kortastipidkor Polri, Minta Tak Ada Intervensi
-
Kejagung Tepis Isu TNI Jaga Jampidsus Febrie Adriansyah Karena Ditarget Polri
-
TNI Jaga Rumah Jampidsus Febrie Ancam Supremasi Sipil dan Independensi Hukum
-
Kejagung Tegaskan Surat Edaran Jamintel soal Kewaspadaan Tak Terkait Penggeledahan Polri
-
Bukan Balas Dendam dan Politik! Polri Harus Profesional Usut Kasus Korupsi yang Seret Jampidsus