- Iran baru akan memutuskan kelanjutan negosiasi dengan AS setelah meninjau pesan yang dibawa oleh Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan, Asim Munir.
- Teheran menuntut Amerika Serikat untuk mengikuti kerangka logika dan berhenti melanggar janji-janji diplomatik jika ingin dialog kembali berjalan.
- Gencatan senjata di Lebanon dipandang sebagai sinyal positif bagi Iran dalam mempertimbangkan putaran perundingan berikutnya dengan pihak Washington.
Sinyal Positif Gencatan Senjata
Iran juga menyoroti situasi geopolitik di kawasan, termasuk perkembangan di Lebanon, sebagai faktor penentu dalam keputusan diplomasi mereka.
Gencatan senjata yang terjadi di Lebanon dianggap sebagai sebuah "sinyal positif" yang dapat memengaruhi pertimbangan Teheran untuk kembali berbicara dengan perwakilan AS.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, dijadwalkan akan menerima langsung delegasi Pakistan untuk membahas rincian teknis dan substansi dari pesan yang dikirim oleh Washington.
Keterlibatan Pakistan sebagai mediator menunjukkan betapa krusialnya posisi Teheran dalam stabilitas Asia Barat, yang membuat AS terpaksa mencari perantara untuk mendekati kembali negeri para mullah tersebut.
Teheran tetap waspada dan tidak akan terburu-buru mengambil keputusan sebelum memastikan bahwa Amerika Serikat benar-benar siap meninggalkan kebiasaan lamanya yang sering memaksakan kehendak.
Negosiasi Sempat Gagal
Hubungan antara Iran dan Amerika Serikat terus berada dalam ketegangan tinggi setelah serangkaian kegagalan perundingan nuklir dan eskalasi militer di wilayah Selat Hormuz.
Washington sebelumnya mencoba menekan Teheran melalui blokade ekonomi dan militer, namun strategi tersebut terbukti gagal memaksa Iran untuk tunduk pada tuntutan sepihak Gedung Putih.
Baca Juga: Bela Donald Trump, Ketua DPR AS Sebut Paus Leo XIV Harusnya Siap Dikomentari
Kegagalan negosiasi di Islamabad beberapa waktu lalu terjadi karena AS dianggap tidak jujur dan terus mengajukan syarat-syarat yang melanggar kedaulatan nasional Iran.
Kini, melalui perantaraan militer Pakistan, Amerika Serikat mencoba kembali membuka pintu dialog di saat kekuatan pertahanan Iran semakin solid dan didukung oleh jaringan intelijen strategis di kawasan.
Berita Terkait
-
Padahal Dijaga Ketat, Kapal Tanker Berhasil Tembus Blokade Ketat Militer AS di Selat Hormuz
-
Hotel Burj Al Arab Dubai Tutup Total Selama 18 Bulan, Dampak Serangan Drone Iran
-
Mengapa Donald Trump Unggah Foto Dirinya Mirip Yesus?
-
Iran Sebar Video AI Yesus Pukul Kepala Donald Trump Sampai Jatuh ke 'Neraka'
-
8 Fakta Serangan Donald Trump ke Paus Leo XIV yang Tak Henti-Henti
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
Bukan Hanya Hutan, Blue Carbon Jadi Kunci Baru Redam Krisis Iklim: Seberapa Efektif?
-
Senat AS Menolak Lagi! Upaya Rem Kewenangan Perang Donald Trump ke Iran Kandas
-
Napi Korupsi Ngopi di Kendari Viral, Ini 7 Fakta Supriadi Eks Syahbandar Kolaka
-
Tegang! Upaya Eksekusi Rumah Dinas TNI di Slipi Diwarnai Adu Mulut, Warga Minta Prabowo Turun Tangan
-
Ayah Pelaku Penembakan di Turki Masih Aktif sebagai Polisi, Punya Jabatan Mentereng
-
Iran Mau Hukum Gantung Perempuan Pertama Buntut Aksi Demo Anti Rezim
-
DPR Ingatkan Pemerintah: Sengketa Lahan Tanah Abang Harus Tuntas Sebelum Bangun Rusun Subsidi
-
Beda Peran Laut Merah dan Selat Hormuz, Akan Ditutup Iran?
-
KPK Dalami Dugaan Pemerasan THR di Cilacap, 7 Pejabat Diperiksa sebagai Saksi
-
Update Kasus Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS: 3 Perwira dan 1 Bintara TNI Segera Disidang!