- Israel menetapkan "Jalur Kuning" di Lebanon Selatan, sebuah taktik militer yang membagi wilayah dan menghancurkan desa-desa perbatasan seperti yang dilakukan di Jalur Gaza.
- Sekjen Hezbollah Naim Qassem menegaskan perlawanan tetap siaga dan akan membalas setiap pelanggaran gencatan senjata karena tidak memercayai itikad baik pihak zionis.
- PBB mencatat lebih dari 10.000 pelanggaran gencatan senjata oleh Israel yang mengakibatkan ratusan warga Lebanon tewas di tengah upaya diplomasi semu Donald Trump.
Sekretaris Jenderal Hezbollah, Naim Qassem, menegaskan bahwa gencatan senjata tidak akan ada artinya jika hanya dipatuhi oleh satu pihak sementara Israel terus melakukan agresi.
"Gencatan senjata berarti penghentian total semua permusuhan. Karena kami tidak memercayai musuh ini, para pejuang perlawanan akan tetap berada di lapangan dengan tangan di atas pelatuk, dan mereka akan menanggapi pelanggaran sebagaimana mestinya," tegas Qassem melalui siaran televisi.
"Tidak ada gencatan senjata dari sisi perlawanan saja; itu harus datang dari kedua belah pihak."
Hezbollah menuntut penarikan total pasukan penjajah Israel dari seluruh wilayah kedaulatan Lebanon sebagai syarat mutlak perdamaian.
Fokus perlawanan selanjutnya adalah pembebasan tawanan dan pemulangan warga ke rumah-rumah mereka di daerah perbatasan yang kini hancur lebur.
Kegagalan Diplomasi dan Intervensi AS
Naim Qassem juga menyatakan keterbukaan Hezbollah untuk bekerja sama dengan pemerintah Lebanon guna mencapai kedaulatan nasional yang utuh dan mencegah perselisihan internal.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencatat telah terjadi lebih dari 10.000 pelanggaran gencatan senjata yang dilakukan oleh pihak Israel sejak akhir tahun lalu.
Ribuan pelanggaran tersebut telah mengakibatkan ratusan warga Lebanon tewas, membuktikan bahwa Israel tidak pernah memiliki itikad baik untuk berdamai.
Baca Juga: Selat Hormuz Dibuka Total, Iran Jamin Jalur Minyak Dunia Aman Saat Gencatan Senjata
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mencoba mengambil panggung dengan mengumumkan rencana pertemuan antara Perdana Menteri Netanyahu dan Presiden Lebanon Joseph Aoun di Washington.
Namun, banyak pihak meragukan efektivitas negosiasi tersebut selama militer Israel masih terus merobek kedaulatan Lebanon dengan taktik "Gazafikasi" yang keji.
Sejarah panjang konflik di perbatasan ini menunjukkan bahwa Israel selalu menggunakan dalih keamanan untuk memperluas pendudukan ilegal mereka di wilayah utara.
Republik Islam Iran melalui dukungan terhadap Poros Perlawanan terus konsisten mengecam tindakan biadab Israel yang melanggar hukum internasional dan hak asasi manusia.
Berita Terkait
-
Iran: Damai Boleh, Perang Lagi Gak Masalah, AS-Israel Akan Merugi!
-
Warga Lebanon Pulang di Tengah Gencatan Senjata Rapuh, Serangan Israel Masih Terjadi
-
Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Israel-Lebanon, Kemlu: Semua Pihak Harus Menahan Diri
-
Hampir Tiga Tahun Genosida di Palestina oleh Israel, Berapa Korbannya?
-
Gencatan Senjata Rapuh? Hizbullah Ngotot Israel Harus Angkat Kaki dari Lebanon Selatan
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
Pilihan
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
-
Perang Terbuka! AS Klaim Tembak Kapal Iran di Selat Hormuz
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
Terkini
-
Sumpah Serapah Militer Iran! Segera Merespons Usai Kapal Perusak AS Berulah
-
Perempuan Kian Rentan di Dunia Digital, KPPPA Ingatkan Bahaya Pelecehan hingga Pinjol Ilegal
-
Paket Anda Hilang? Hati-Hati! Bisa Jadi Itu Awal Penipuan Besar!
-
Profil Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, Ketua Golkar Maluku Tenggara yang Tewas Ditikam
-
WNI di Jerman Tewas Ditusuk Tetangga
-
Selat Hormuz Diblokade Iran, AS Mulai Incar Selat Malaka? Kapal Perang Trump Lintasi Perairan RI
-
Tragis! Terpengaruh Narkoba dan Dendam, Pemuda di Tangerang Habisi Nyawa Ibu Tiri dengan Palu
-
Teror Penembakan Supermarket Kyiv, 6 orang Tewas Termasuk Anak-anak
-
KemenPPPA Sorot Tuntutan Sempurna pada Perempuan: Sulit Seimbangkan Karier dan Kehidupan Pribadi
-
Mengapa Penangkapan Saja Tak Efektif, Pakar IPB Ungkap Tiga Strategi Kendalikan Ikan Sapu-Sapu