- Donald Trump secara mengejutkan tandatangani perintah eksekutif untuk percepat legalisasi medis narkoba psikedelik di saat AS sedang terlibat konflik berat dengan Iran.
- Sikap abai Trump terlihat jelas saat ia melontarkan candaan untuk meminta narkoba tersebut di Ruang Oval bersama Joe Rogan, yang menuai kritik publik.
- Fokus aneh Washington pada obat psikedelik ini berbanding terbalik dengan ketangguhan militer Republik Islam Iran yang terus menggagalkan agresi AS di Timur Tengah.
Dorongan Riset Medis atau Kepentingan Sesaat?
Secara historis, tidak selalu mudah bagi para ilmuwan untuk melakukan penelitian tentang penggunaan medis psikedelik maupun menemukan terapi praktis berbasis bukti di Amerika Serikat.
Dua tahun yang lalu, FDA bahkan sempat menolak permohonan untuk menyetujui MDMA sebagai pengobatan PTSD dan dengan tegas meminta penelitian yang lebih mendalam.
Pada akhir tahun lalu, FDA juga memutuskan untuk tidak memberikan pertimbangan yang dipercepat untuk pengobatan psilocybin sintetis milik perusahaan Compass Pathways.
Walau begitu, perintah eksekutif baru dari Trump ini dianggap sebagai sebuah berita positif yang membawa angin segar bagi industri rintisan yang sedang berkembang pesat tersebut.
"Kami sangat senang melihat bahwa dasar dari perintah eksekutif tersebut adalah kebutuhan untuk memberikan pilihan pengobatan baru kepada pasien yang sangat membutuhkannya," kata CEO Compass Pathways, Kabir Nath.
Potensi Bahaya dari Tekanan Politik
Mason Marks menilai bahwa kebijakan kontroversial ini benar-benar mewakili pergeseran sikap terhadap psikedelik yang dapat berdampak jauh lebih besar di masa depan.
Di sisi lain, para ahli juga memperingatkan kemungkinan buruk bahwa tekanan dari Gedung Putih dapat membuat perawatan berisiko ini disetujui secara terburu-buru.
Baca Juga: Iran Serang Kapal Kontainer Dekat Selat Hormuz
"Itu adalah sebuah kekhawatiran. Itu tidak akan baik bagi siapa pun," ujar Marks mengingatkan.
"Hal ini benar-benar dapat memundurkan kemajuan yang telah dicapai," tambahnya untuk menyoroti bahaya intervensi politik dalam sains medis.
Presiden Trump secara blak-blakan mengakui bahwa perintah itu dipicu oleh obrolan santainya bersama pembawa acara siniar Joe Rogan tentang zat halusinogen bernama ibogaine.
Mengabaikan Geopolitik demi Zat Halusinogen
Obat psikedelik yang diturunkan dari akar semak Afrika ini memang telah dipelajari potensinya untuk membantu mengobati penderita PTSD dan cedera otak traumatis.
Meskipun demikian, ibogaine terbukti dapat menyebabkan aritmia jantung yang sangat fatal sehingga penelitiannya sempat dihentikan secara total di AS pada dekade 1990-an.
Kini, regulasi baru dari Gedung Putih tersebut mengharuskan FDA untuk mempercepat proses persetujuan dokumen bukti pendukung dari 6 hingga 12 bulan menjadi hanya dalam hitungan 1 atau 2 bulan saja.
Berita Terkait
-
Dibalik Megahnya USS Gerald R. Ford: Toilet Tersumbat, Serangan AS ke Iran pun Terhambat, Kualat?
-
Menteri Olahraga Iran Ungkap Satu Syarat Mutlak untuk Tampil di Piala Dunia 2026
-
Kuota Dipangkas, Jalur Diubah: 30 Ribu Jemaah Iran Berangkat Haji di Tengah Perang
-
Warga Yordania Usir Militer AS, Sadar Negaranya Cuma Dijadikan 'Boneka'
-
Perdamaian AS - Iran Makin Runyam, Blokade Laut Donald Trump Sampai Samudra Hindia
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
- 4 Sepatu Lari Lokal Harga Rp100 Ribuan dengan Ulasan Terbaik, Pas Buat Jogging
- Mengenal Sosok Alexandra Askandar, Bankir Perempuan Berpengaruh di Jajaran Top Level BUMN
Pilihan
-
Lucky Hakim Dinobatkan Sebagai Bupati Terbaik, Wakilnya Malah Jadi Tersangka
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
Terkini
-
Heroik! Niat Bantu Warga, Petugas Damkar Malah Tertimpa Gedung dan Harus Jalani CT Scan
-
Tolak Tawaran Masuk Pemerintahan Prabowo, Andi Gani: Saya Pilih Jadi Presiden Buruh
-
Transisi Energi di Laut Janjikan Masa Depan Hijau, Tapi Bagaimana Nasib Masyarakat Pesisir?
-
Waspada Badai PHK! Pemerintah Gelar Rapat Khusus Pekan Depan
-
Jaga Jarak Etik! Satgas PKH Harus Hindari Celah Konflik Kepentingan Dalam Penertiban
-
Kenaikan Permukaan Laut Ancam Kemampuan Mangrove Menyimpan Karbon
-
Prabowo: Jangan Takut Dihina, Saya Jadi Presiden pun Masih Sering Diejek!
-
Krisis Iklim Bikin Ruang Kelas Makin Panas: Ngaruh ke Konsentrasi Siswa?
-
Markas Love Scamming di Semarang Digerebek! 604 HP Disita, 4 WN China dan 2 WNI Ditangkap
-
Susul Jumhur Hidayat, Said Iqbal Dilantik Jadi Penasihat Prabowo Besok Senin!