News / Internasional
Kamis, 23 April 2026 | 10:22 WIB
ILUSTRASI warga Israel [Menahem Kahana/AFP]
Baca 10 detik
  • Rusia menahan 40 warga Israel di bandara terkait isu aliansi politik dengan Iran.

  • Israel mengeluarkan peringatan perjalanan setelah warganya menjalani interogasi ponsel selama lima jam.

  • Duta Besar Rusia menolak tuduhan diskriminasi dan balik mengkritik prosedur keamanan Ben Gurion.

Diplomat tersebut menyatakan bahwa Rusia tetap membuka pintu komunikasi profesional untuk membahas masalah perjalanan timbal balik ini.

Pihak Rusia menyoroti tingginya angka penolakan masuk bagi warga mereka yang ingin berkunjung ke wilayah Israel.

Menurut Viktorov, tingkat penolakan masuk ke Israel bagi warga Rusia bertahan pada level yang tidak dapat diterima.

"Tingkat penolakan tetap pada level 2,5 persen yang tidak dapat diterima selama beberapa tahun," jelas sang diplomat.

Rusia menilai kondisi ini tidak sejalan dengan sifat hubungan bilateral yang seharusnya bersifat konstruktif bagi kedua negara.

Kepentingan warga negara dari kedua belah pihak dianggap dirugikan akibat kebijakan pemeriksaan yang dianggap diskriminatif ini.

Insiden ini bermula saat sekitar 40 warga negara Israel tertahan di kontrol paspor Bandara Domodedovo, Moskow, pekan lalu.

Para pelancong mengeluhkan pemeriksaan tambahan dan interogasi yang diduga berkaitan dengan aksi militer Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran

Hingga kini, kedua negara masih saling melempar argumen terkait prosedur standar operasional di bandara internasional masing-masing.

Baca Juga: IHSG Diproyeksi Menguat Didorong Kabar Perundingan AS-Iran, Ini Saham Rekomendasinya

Load More