-
Rusia menahan 40 warga Israel di bandara terkait isu aliansi politik dengan Iran.
-
Israel mengeluarkan peringatan perjalanan setelah warganya menjalani interogasi ponsel selama lima jam.
-
Duta Besar Rusia menolak tuduhan diskriminasi dan balik mengkritik prosedur keamanan Ben Gurion.
Diplomat tersebut menyatakan bahwa Rusia tetap membuka pintu komunikasi profesional untuk membahas masalah perjalanan timbal balik ini.
Pihak Rusia menyoroti tingginya angka penolakan masuk bagi warga mereka yang ingin berkunjung ke wilayah Israel.
Menurut Viktorov, tingkat penolakan masuk ke Israel bagi warga Rusia bertahan pada level yang tidak dapat diterima.
"Tingkat penolakan tetap pada level 2,5 persen yang tidak dapat diterima selama beberapa tahun," jelas sang diplomat.
Rusia menilai kondisi ini tidak sejalan dengan sifat hubungan bilateral yang seharusnya bersifat konstruktif bagi kedua negara.
Kepentingan warga negara dari kedua belah pihak dianggap dirugikan akibat kebijakan pemeriksaan yang dianggap diskriminatif ini.
Insiden ini bermula saat sekitar 40 warga negara Israel tertahan di kontrol paspor Bandara Domodedovo, Moskow, pekan lalu.
Para pelancong mengeluhkan pemeriksaan tambahan dan interogasi yang diduga berkaitan dengan aksi militer Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran
Hingga kini, kedua negara masih saling melempar argumen terkait prosedur standar operasional di bandara internasional masing-masing.
Baca Juga: IHSG Diproyeksi Menguat Didorong Kabar Perundingan AS-Iran, Ini Saham Rekomendasinya
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
Pilihan
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
Terkini
-
Bendera Israel Berkibar di Masjid Al-Aqsa
-
Pejabat Kontraterorisme Era Donald Trump Diskors, Terseret Dugaan Skandal Sugar Daddy
-
Agar Kompetensi Optimal, Menaker Dorong Tugas Magang Sesuai Pendidikan
-
Harga Minyak Naik! Pemprov DKI Larang MinyaKita Jadi Bansos Demi Jamin Stok di Pasar
-
Kemnaker Perkuat Vokasi untuk Penuhi Kebutuhan Tenaga Kerja Industri
-
Menkeu Purbaya Usul Pajak di Selat Malaka, Malaysia-Singapura: Jangan Berani-berani!
-
Usut Kasus Ade Armando dan Abu Janda, Polda Metro Uji Video Ceramah JK di Lab Digital Forensik
-
Kronologi Peserta UTBK 2026 Undip Tertangkap Bawa Alat Elektronik Ilegal ke Ruang Ujian
-
Selat Hormuz Memanas! Balas AS, Garda Revolusi Iran Sita Dua Kapal Asing
-
Soroti Data Amburadul, DPRD DKI: Penataan Kampung Kumuh Jakarta Tak Tepat Sasaran!