News / Nasional
Kamis, 23 April 2026 | 17:07 WIB
Pengumuman hasil operasi siber bersama antara FBI Amerika Serikat dan Polri terkait jaringan "phishing" global, dalam konferensi pers di Direktorat Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri di Jakarta, Rabu (22/4/2026). (ANTARA/HO-Kedubes AS di Jakarta)
Baca 10 detik
  • FBI Atlanta dan Polri berhasil membongkar jaringan phishing global W3LL melalui penyelidikan bersama selama beberapa tahun terakhir.
  • Polri menangkap pengembang berinisial G.L. serta menyita perangkat keras berisi bukti ribuan serangan siber skala internasional.
  • Platform W3LLSTORE memfasilitasi pencurian data dan penipuan finansial senilai lebih dari 20 juta dolar AS secara global.

Suara.com - Kantor Cabang Biro Investigasi Federal (FBI) di Atlanta bekerja sama dengan Kepolisian Nasional Republik Indonesia (Polri) telah berhasil menyelesaikan penyelidikan bersama yang berlangsung selama beberapa tahun.

Operasi besar ini berujung pada pembongkaran jaringan phishing global yang sangat canggih dan terorganisir. Penyelidikan siber bersama ini merupakan yang pertama kali dilakukan secara intensif antara Amerika Serikat dan Indonesia dengan target khusus pengembang perangkat phishing terkenal yang dikenal dengan kode “W3LL”.

Berdasarkan keterangan tertulis dari Kedutaan Besar AS di Jakarta, operasi ini menandai tonggak penting dalam kerja sama penegakan hukum lintas negara untuk memberantas kejahatan siber.

Perangkat phishing W3LL bukan sekadar alat pencurian data biasa, melainkan sebuah ekosistem kejahatan digital yang memiliki infrastruktur lengkap untuk menargetkan korban dalam skala masif di seluruh dunia.

“Ini bukan sekadar phishing—ini adalah platform kejahatan siber yang lengkap. Dan kami akan terus bekerja sama dengan mitra penegak hukum dalam dan luar negeri, menggunakan semua alat yang tersedia untuk melindungi masyarakat,” kata Kepala Agen Khusus FBI Atlanta Marlo Graham sebagaimana dilansir Antara.

Pihak otoritas Amerika Serikat juga memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi kepolisian Indonesia dalam mengungkap kasus ini.

“Amerika Serikat sangat berterima kasih kepada Kepolisian Republik Indonesia atas keahlian dan komitmennya dalam upaya bersama ini,” ujarnya, menambahkan.

Dalam operasi lapangan yang dilakukan, Polri berhasil mengamankan tersangka utama yang diidentifikasi sebagai pengembang perangkat tersebut dengan inisial G.L.

Penangkapan ini disertai dengan pelaksanaan surat perintah penggeledahan yang berujung pada penyitaan aset-aset berharga serta perangkat keras. Di dalam perangkat keras yang disita, penyidik menemukan bukti digital yang berkaitan dengan ribuan target serangan siber yang tersebar di berbagai belahan dunia.

Baca Juga: ASN Putra Daerah Tewas Ditembak OPM, TNI-Polri Sisir Hutan Yahukimo Buru Pelaku!

Infrastruktur kejahatan siber ini diketahui didukung oleh sebuah pasar daring (online marketplace) yang dikenal dengan nama W3LLSTORE. Platform ini berfungsi sebagai pusat perdagangan bagi para penjahat siber lainnya.

Antara tahun 2019 hingga 2023, W3LLSTORE telah memfasilitasi penjualan lebih dari 25.000 akun yang diretas serta menyediakan akses sistem tanpa izin kepada para pembelinya.

Skala serangan yang dilakukan oleh pengguna perangkat W3LL ini tercatat sangat masif. Hanya dalam periode tahun 2023 hingga 2024 saja, perangkat phishing tersebut telah digunakan untuk menargetkan lebih dari 17.000 korban yang tersebar di hampir setiap benua.

Hal ini menunjukkan bahwa jangkauan operasional G.L. dan jaringannya benar-benar berskala global dan tidak terbatas pada wilayah geografis tertentu.

Secara akumulatif, pengembang perangkat phishing W3LL telah memfasilitasi pencurian ribuan kredensial akun sensitif. Data tersebut kemudian digunakan untuk mencoba melakukan transaksi penipuan dengan nilai yang fantastis, yakni mencapai lebih dari 20 juta dolar AS atau setara dengan kurang lebih Rp350 miliar di seluruh dunia.

Keberhasilan operasi ini merupakan hasil dari koordinasi yang sangat teknis dan mendalam antara berbagai unit kepolisian.

Load More