- Amerika Serikat dan Iran hampir mencapai kesepakatan kerangka kerja baru yang dimediasi oleh Qatar dan Pakistan.
- Kesepakatan tersebut mencakup gencatan senjata 60 hari, pembukaan jalur pelayaran, serta pencairan dana Iran yang dibekukan.
- Sejumlah negara seperti Arab Saudi dan Turki menjadi penjamin untuk mendukung keberhasilan proses negosiasi damai tersebut.
Suara.com - Upaya mediasi antara Amerika Serikat dan Iran dikabarkan mendekati titik terang.
Pakistan dan Qatar disebut memainkan peran penting dalam mendorong tercapainya kesepakatan kerangka kerja baru antara kedua negara di tengah ketegangan kawasan Timur Tengah.
Media Iran, Tasnim , melaporkan bahwa pembahasan mengenai perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari dan memorandum kesepahaman antara Washington dan Teheran hampir rampung.
Kesepakatan tahap awal itu disebut mencakup pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz ke tingkat normal sebelum perang dalam waktu 30 hari.
Selain itu, Amerika Serikat juga diminta menghentikan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan Iran dan mencairkan sebagian dana Iran yang dibekukan.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengisyaratkan negosiasi sudah berada di tahap akhir.
“Aspek dan detail akhir dari kesepakatan saat ini sedang dibahas dan akan segera diumumkan,” tulis Trump di Truth Social.
Dukungan terhadap proses mediasi juga datang dari Emir Qatar, Tamim bin Hamad Al Thani, yang secara terbuka mendukung peran Pakistan dalam komunikasi dengan Trump.
Sementara itu, Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, mengatakan negaranya berharap dapat segera menjadi tuan rumah putaran negosiasi berikutnya.
Baca Juga: Harry Maguire Tersingkir, Rooney Curiga Ada Alasan Lain di Balik Pilihan Tuchel
Pengamat politik Bahrain, Mahdi Ghuloom, menilai momentum pembicaraan ini sangat strategis karena bertepatan dengan musim haji dan Piala Dunia 2026.
“Ini waktu yang ideal bagi Arab Saudi karena musim haji, dan waktu yang ideal bagi Amerika Serikat karena Piala Dunia,” ujarnya dilansir dari The Medialine.
Meski begitu, ia menilai negara-negara Teluk belum benar-benar dilibatkan dalam proses negosiasi tersebut.
Ghuloom juga mengingatkan bahwa Iran masih menggunakan Selat Hormuz sebagai alat tekanan geopolitik.
Di sisi lain, kelompok garis keras Iran tetap menunjukkan sikap agresif.
Komandan Basij Tehran yang berada di bawah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memperingatkan bahwa Iran akan merespons lebih keras jika mendapat ancaman baru.
Berita Terkait
-
Harry Maguire Tersingkir, Rooney Curiga Ada Alasan Lain di Balik Pilihan Tuchel
-
Tuchel Tegas: Pemain Egois Tak Pantas Bela Inggris di Piala Dunia, Sindir Siapa?
-
Timnas Iran Tinggalkan AS Jelang Piala Dunia 2026, Faktor Keamanan Jadi Sorotan
-
Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026: Pesta Bola 48 Negara Dimulai dari Meksiko hingga Final di New York!
-
Harga Minyak Mentah Rekor Terendah dalam 2 Pekan, Mulai Turun di Bawah US$100
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status "Cucu Nabi" Demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
Perang AS-Iran 'Libur', Kini Rudal Hipersonik Rusia Hantam Kyiv
-
Senin Pagi Mencekam di Klender: Tawuran Bersenjata Busur Panah Pecah di Tengah Jam Sibuk
-
Bom Bunuh Diri Guncang Pakistan, Kereta Militer Hancur Tewaskan Lebih dari 20 Orang
-
Gaduh Alfamart di Lombok Tengah Dipaksa Tutup, Ini Regulasi yang Sebenarnya!
-
Banjir Rendam 26 RT di Jakarta Timur, Kampung Melayu Paling Parah
-
Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Bakal Lawan Lewat Nota Pembelaan Pagi Ini
-
Tembus 1,14 Ton! Ini Penampakan Sapi 'Kang Jo' Lumajang yang Dibeli Prabowo dari Peternak Gen Z
-
Netanyahu Sebut Donald Trump Sepakat Iran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
-
Buntut Penjemputan Paksa Putri Ahmad Bahar, Komisi III Desak Usut Dugaan Intimidasi di Markas GRIB
-
Lukman Hakim Singgung Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi': Balas dengan Karya, Bukan Represif