News / Nasional
Senin, 25 Mei 2026 | 15:56 WIB
Penampakan Pasar Taman Puring usai hangus terbakar. (Suara.com/Adiyoga)
Baca 10 detik
  • Kebakaran besar di Pasar Taman Puring, Jakarta Selatan, menghanguskan 552 kios pada 28 Juli 2025 tanpa korban jiwa.
  • Sepuluh bulan pascakebakaran, ratusan pedagang masih bertahan berjualan di lapak darurat dengan kondisi yang sangat memprihatinkan.
  • Pedagang menagih janji revitalisasi dari Gubernur DKI Jakarta yang hingga kini belum terealisasi maupun dikomunikasikan secara resmi.

"Kondisi saat ini, alhamdulillah, kami masih berdagang seperti biasa bersama teman-teman, meskipun dengan seadanya," ujar Asmun, suaranya tenang namun menyimpan lelah yang dalam.

Ingat Janji Akan Direvitalisasi

Menurut Asmun, sesaat setelah kebakaran, Pemprov DKI Jakarta sempat menyatakan secara terbuka bahwa Pasar Taman Puring, sebagai pasar rakyat yang dibutuhkan warga setempat, akan direvitalisasi dan diperbaiki fasilitasnya. Pernyataan itu diklaim tersebar di berbagai media.

Bagi para pedagang, kata-kata itu adalah pegangan. Namun janji itu, hingga kini, belum terwujud dalam satu pun tindakan nyata.

"Di media sosial kan ada. Di beberapa TV juga sudah ada, janji Pak Gubernur di situ. Bisa dicek di sana," kata Asmun.

Yang lebih menyakitkan, ungkapnya, bukan sekadar menunggu, tetapi menunggu tanpa kepastian. Tidak ada pertemuan resmi, tidak ada sosialisasi. Wali Kota Jakarta Selatan saat ini, M. Anwar, disebut belum pernah sekali pun meninjau langsung lokasi sejak peristiwa kebakaran.

Sementara itu, wacana relokasi ke Cidodol dan Mampang sempat berhembus. Para pedagang mengaku mendengarnya, tetapi hanya sebagai kabar angin, bukan kebijakan resmi yang dikomunikasikan kepada mereka.

"Sedangkan aslinya, faktanya di sini belum ada pertemuan. Masih seperti ini, jualan seperti biasa," ujar Asmun.

Ketika ditanya apakah mereka bersedia pindah jika diajak berdialog, Asmun tidak menolak mentah-mentah. Tetapi syaratnya jelas, harus ada pembicaraan langsung dengan Gubernur, dan apapun keputusannya harus sesuai dengan janji yang pernah diucapkan.

Baca Juga: Api Lahap Auditorium Lantai 4 Binus University di Jakarta Barat

"Intinya kami tetap menagih janji Pak Gubernur, seperti yang sudah dijanjikan. Revitalisasi, dan akan membantu yang sudah akan diperbaiki," tegas Asmun.

Penampakan Pasar Taman Puring usai hangus terbakar. (Suara.com/Adiyoga)

Doa Untuk Pramono

Di penghujung wawancara, Asmun sejenak keluar dari nada tuntutan. Ia menitipkan doa untuk sang Gubernur, yang diketahui tengah menunaikan ibadah haji.

"Semoga mendapatkan bimbingan, dapat pertolongan Allah hingga hajinya sempurna. Dan titip doa untuk seluruh warga Jakarta, khususnya Pasar Taman Puring," tutupnya.

Kata-kata itu menggantung di udara panas Taman Puring, antara ketulusan dan harapan yang sudah terlalu lama dipendam.

Di luar tenda, matahari terus memanggang. Terpal biru bergetar ditiup angin kering. Dan para pedagang itu, masih di sana, masih menunggu. Melipat kembali kemeja mereka yang basah oleh keringat, lalu kembali melayani pembeli yang sesekali masih datang ke sana.

Sepuluh bulan, dan mereka masih menunggu.

Load More