- Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengadakan pertemuan dengan pimpinan media massa di Jakarta pada Selasa, 2 Juni 2026.
- Langkah strategis tersebut bertujuan memulihkan kepercayaan publik melalui transparansi dan dialog di tengah ketegangan relasi sosial.
- Pendekatan komunikatif ini dinilai Boni Hargens sebagai upaya efektif menjaga stabilitas demokrasi serta legitimasi institusi negara.
Menurut Boni Hargens, tantangan demokrasi kontemporer di Indonesia saat ini bukan hanya terbatas pada kebijakan substantif, melainkan juga pada bagaimana negara mampu mengomunikasikan kebijakan tersebut kepada warganya.
Ia menekankan bahwa pemerintah tidak boleh hanya bersikap defensif ketika ekosistem narasi negatif mulai menyebar dengan cepat di masyarakat.
“Ketika oposisi jalanan berhasil membangun ekosistem narasi negatif yang menyebar dengan cepat, pemerintah tidak dapat sekadar bereaksi defensif. Dibutuhkan inovasi dan terobosan alternatif. Persis inilah yang sedang didemonstrasikan oleh Kapolri Listyo Sigit melalui pendekatannya yang terbuka dan dialogis terhadap komunitas media”, ungkap mantan Dewan Pengawas Lembaga Kantor Berita Negara (LKBN) ANTARA tersebut.
Lebih lanjut, kondisi politik Indonesia saat ini ditandai oleh polarisasi opini, penyebaran disinformasi, serta erosi kepercayaan publik terhadap institusi formal negara.
Dalam konteks ini, setiap langkah yang diambil oleh pemimpin institusi negara memiliki bobot simbolis yang besar.
Gerakan-gerakan oposisi secara konsisten berupaya mempersempit ruang kepercayaan publik dengan memanfaatkan kekecewaan sosial sebagai bahan bakar mobilisasi politik.
Model kepemimpinan yang ideal seharusnya menawarkan jawaban struktural bahwa kepercayaan publik tidak bisa direbut melalui kekuatan represi.
Sebaliknya, hal itu harus dibangun melalui konsistensi transparansi dan dialog yang tulus dengan seluruh komponen masyarakat.
Boni meyakini bahwa langkah Kapolri ini sejalan dengan visi pemerintahan mendatang.
Baca Juga: Revisi UU Polri Disebut Tak Banyak Berubah, DPR Fokus pada 8-9 Pasal
“Saya yakin, apa yang dilakukan Kapolri Listyo Sigit selaras dengan apa yang diperjuangkan pemerintahan Prabowo-Gibran, yaitu suatu pemerintahan demokratis yang harmanis dengan rakyatnya”, ujar dia.
Kepercayaan publik atau public trust merupakan fondasi legitimasi negara yang paling otentik dalam teori demokrasi. Tanpa adanya kepercayaan ini, institusi negara akan kehilangan efektivitasnya di mata warga, meskipun secara formal memiliki kekuatan yang besar.
Sebaliknya, terpeliharanya kepercayaan publik akan membuat institusi seperti Polri tidak hanya berfungsi sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pilar stabilitas sosial.
“Tanpa kepercayaan publik, institusi negara, sekuat apapun secara formal, akan kehilangan efektivitas dan resonansinya di benak warga. Sebaliknya, ketika kepercayaan publik terpelihara dengan baik, institusi seperti Polri tidak hanya berfungsi sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai jangkar stabilitas sosial dalam demokrasi yang senantiasa dinamis” tandasnya.
Berita Terkait
-
Revisi UU Polri Disebut Tak Banyak Berubah, DPR Fokus pada 8-9 Pasal
-
RUU Polri Dikhawatirkan Bikin Karier Mandek dan Regenerasi Tersumbat
-
Saat RUU Polri Dibahas DPR, Pakar Minta Batas Jelas bagi Polisi Aktif di Jabatan Sipil
-
Polisi Pastikan SIM Digital Sah Jadi Pengganti Kartu Fisik Saat Pemeriksaan Jalan Raya
-
Buron! Bareskrim Kejar Bos New Zone Medan, Diduga Jadi Bandar Narkoba di Kelab Malam Miliknya
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik S Dayang Resmi Jadi Kepala BGN!
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
Terkini
-
Heboh Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG, Istana Turun Tangan Lakukan Audit Internal
-
Terungkap! Ini Catatan yang Membuat Dadan Hindayana Kehilangan Kursi Kepala BGN
-
Dasco Bongkar Alasan Nanik Layak Gantikan Dadan Hindayana di BGN
-
Dadan Hindayana Dicopot, Istana Jamin MBG Tetap Berjalan Normal
-
Dasco Dukung Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN: Dia Teruji di Lapangan
-
Alasan Prabowo Copot Pimpinan BGN: dari SOP hingga Kualitas Makanan
-
Kepala BGN Diganti, Dasco: DPR Apresiasi Pemerintah Dengar Aspirasi Rakyat
-
Profil Wakil Kepala BGN Baru Agustina Arumsari
-
Pemerintah Copot Dadan Hindayana Sebagai Kepala BGN, Anggota Komisi IX DPR: Pergantian Yang Wajar
-
Bukan Cuma Dadan Hindayana, Prabowo Juga Copot Dua Wakil Kepala BGN