- Program Beasiswa Pesisir Nusantara 2026 menyeleksi 48 peserta di STISNU Tangerang untuk mencetak pemimpin masa depan yang berkualitas.
- Proses seleksi meliputi ujian Computer Assisted Test dan wawancara mendalam guna menguji potensi intelektual serta karakter sosial peserta.
- Inisiatif ini bertujuan memutus rantai kemiskinan dengan memberikan akses pendidikan tinggi bagi anak muda berprestasi dan berintegritas.
Suara.com - Pendidikan tetap menjadi instrumen paling ampuh dalam memutus rantai kemiskinan dan mencetak generasi pemimpin masa depan.
Semangat inilah yang melandasi bergulirnya program Beasiswa Pesisir Nusantara 2026.
Program ini baru saja memasuki fase krusial dengan digelarnya seleksi ketat bagi para calon penerima manfaat yang memiliki ambisi besar untuk berkontribusi bagi bangsa.
Bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Tangerang, proses seleksi ini dipusatkan di Masjid Al-Ikhlas dengan suasana yang khidmat namun penuh persaingan sehat.
Sebanyak 48 peserta yang telah dinyatakan lolos tahap administrasi kini harus berjuang melewati serangkaian ujian yang dirancang untuk memotret potensi mereka secara utuh, baik dari sisi intelektual maupun spiritual.
Berbeda dengan program beasiswa konvensional yang seringkali hanya menitikberatkan pada nilai rapor atau IPK, Beasiswa Pesisir Nusantara 2026 menerapkan standar yang lebih komprehensif.
Para peserta diwajibkan mengikuti Computer Assisted Test (CAT) untuk mengukur kesiapan akademik dan logika berpikir mereka.
Namun, ujian sesungguhnya terletak pada sesi Khidmah Interview.
Dalam sesi wawancara khusus ini, panitia menggali lebih dalam mengenai motivasi, karakter, kepedulian sosial, hingga semangat pengabdian peserta kepada masyarakat.
Baca Juga: Empat Siswa dari Wolo Raih Beasiswa ke Sekolah Unggulan, Potret Pentingnya Pemerataan Pendidikan
Hal ini sejalan dengan visi program yang ingin melahirkan pemimpin yang tidak hanya pintar secara kognitif, tetapi juga memiliki empati tinggi terhadap kondisi lingkungan sekitarnya, terutama di kawasan pesisir.
Kualitas sumber daya manusia (SDM) memang menjadi fokus utama. Melalui jalur pendidikan tinggi, diharapkan muncul agen perubahan yang mampu membawa inovasi bagi komunitasnya.
Peserta ditantang untuk menunjukkan sejauh mana mereka mengenal diri sendiri dan apa yang ingin mereka berikan bagi kemajuan daerah asal mereka setelah menyelesaikan studi nantinya.
Motivasi dan Dukungan Spiritual
Pelaksanaan seleksi yang berlangsung serius ini juga diwarnai dengan pesan-pesan inspiratif. Estate Management Director Agung Sedayu Group, Restu Mahesa, hadir langsung untuk memberikan suntikan semangat kepada para peserta.
Dalam arahannya, ia menekankan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kepintaran, tetapi juga oleh integritas dan niat yang tulus.
Berita Terkait
-
Empat Siswa dari Wolo Raih Beasiswa ke Sekolah Unggulan, Potret Pentingnya Pemerataan Pendidikan
-
Sentil Kesenjangan Pendidikan, Hafid Abbas: 99,5 Persen Kampus Berkualitas Menumpuk di Jawa
-
Gus Ipul Minta Kepala Sekolah Rakyat Utamakan Empati, Integritas, dan Anti-Bullying
-
Kebakaran TPA Jatiwaringin Hampir Padam, Daerah Diminta Waspadai Ancaman Serupa
-
Lebih dari 16 Ribu Lulusan SD di Tangsel Tak Kebagian SMP Negeri saat SPMB 2026
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Biang Kerok Blackout! Polri Bongkar Korupsi Batu Bara PLTU yang Bikin Listrik Padam Massal
-
WNI Tewas Mengenaskan di Jepang, Terduga Pelaku Diduga Tabrakkan Diri ke Kereta
-
Mahfud MD Heran Fenomena UU 'Simsalabim': Tiba-tiba Jadi, Kapan Dibahasnya?
-
Bulog Respon Cepat Masukan Masyarakat, Direktur Operasi Tinjau Penanganan Gudang Karawang
-
Dewan Pers Kabulkan Pokok Aduan Gus Ipul atas Artikel Opini yang Dinilai Menyudutkan
-
Rumor 'Orang Dalam' Bocorkan OTT Kuansing Mencuat, KPK: Itu Cuma Spekulasi!
-
Soroti Fenomena 'Rule by Law', Eks Ketua KY Sebut Hukum Dibajak Oligarki Demi Proyek Elite
-
Kemendagri Koordinasikan Usulan BSPS dari Daerah untuk Perkuat Program Perumahan
-
Bukan Cuma Jakarta, PM Narendra Modi ke Yogyakarta Demi Restorasi Candi Prambanan
-
Online Scam hingga Ancaman Privasi: Era AI Butuh Tata Kelola Ruang Digital Berbasis HAM