- Program Beasiswa Pesisir Nusantara 2026 menyeleksi 48 peserta di STISNU Tangerang untuk mencetak pemimpin masa depan yang berkualitas.
- Proses seleksi meliputi ujian Computer Assisted Test dan wawancara mendalam guna menguji potensi intelektual serta karakter sosial peserta.
- Inisiatif ini bertujuan memutus rantai kemiskinan dengan memberikan akses pendidikan tinggi bagi anak muda berprestasi dan berintegritas.
“Insya Allah, melalui pendidikan, melalui usaha, dan niat yang ikhlas, Allah akan membantu kalian,” ujar Restu Mahesa di hadapan para peserta yang datang dari berbagai latar belakang tersebut.
Restu menambahkan bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang yang memerlukan ketekunan luar biasa.
Menurutnya, generasi muda saat ini harus memiliki sikap disiplin dan kerja keras jika ingin mengubah garis nasib dan memperbaiki masa depan keluarga.
Harapan besar digantungkan pada pundak para peserta agar proses seleksi ini menjadi titik balik kehidupan mereka.
“Mudah-mudahan apa yang diusahakan hari ini dapat membuahkan hasil yang terbaik,” kata Restu dengan nada optimis.
Selain aspek teknis dan kerja keras, Restu Mahesa juga mengingatkan pentingnya faktor non-teknis yang seringkali terlupakan, yakni restu dari orang-orang terdekat.
Dukungan moral dari keluarga dan bimbingan dari guru dianggap sebagai fondasi utama dalam membangun kepercayaan diri.
“Jangan lupa selalu berdoa serta memohon doa restu dari kedua orang tua dan para guru,” ujarnya.
Investasi Sosial
Baca Juga: Empat Siswa dari Wolo Raih Beasiswa ke Sekolah Unggulan, Potret Pentingnya Pemerataan Pendidikan
Program Beasiswa Pesisir Nusantara 2026 merupakan bentuk nyata dari tanggung jawab sosial perusahaan yang berfokus pada pilar pendidikan.
Dengan memperluas akses bagi anak muda berprestasi namun memiliki keterbatasan ekonomi, program ini berupaya menciptakan pemerataan kesempatan.
Kerjasama dengan STISNU Tangerang memastikan bahwa proses seleksi berjalan transparan, terukur, dan akuntabel.
Bagi masyarakat di kota-kota besar, inisiatif seperti ini menjadi angin segar di tengah tingginya biaya pendidikan tinggi.
Beasiswa ini bukan sekadar bantuan finansial, melainkan sebuah ekosistem pengembangan diri.
Penerima beasiswa nantinya diharapkan tidak hanya menjadi sarjana yang siap kerja, tetapi juga individu yang memiliki tanggung jawab sosial untuk kembali dan membangun daerahnya.
Investasi pada manusia adalah investasi yang manfaatnya akan terasa hingga puluhan tahun ke depan.
Melalui pendidikan yang tepat, daya saing individu akan meningkat, yang pada akhirnya akan membuka peluang ekonomi lebih luas bagi keluarga dan komunitas secara keseluruhan.
Program ini membuktikan bahwa pembangunan sebuah kawasan tidak boleh berhenti pada infrastruktur fisik semata, melainkan harus menyentuh pembangunan jiwa dan raga masyarakatnya melalui pendidikan yang berkualitas dan berkarakter.
Berita Terkait
-
Empat Siswa dari Wolo Raih Beasiswa ke Sekolah Unggulan, Potret Pentingnya Pemerataan Pendidikan
-
Sentil Kesenjangan Pendidikan, Hafid Abbas: 99,5 Persen Kampus Berkualitas Menumpuk di Jawa
-
Gus Ipul Minta Kepala Sekolah Rakyat Utamakan Empati, Integritas, dan Anti-Bullying
-
Kebakaran TPA Jatiwaringin Hampir Padam, Daerah Diminta Waspadai Ancaman Serupa
-
Lebih dari 16 Ribu Lulusan SD di Tangsel Tak Kebagian SMP Negeri saat SPMB 2026
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Doddy Hanggodo Sebut Gempa NTT "Makanan Sehari-hari", Ini Daftar Kontroversi sang Menteri PU
-
5 Perbedaan Jenis Puff Cushion Rubycell vs Velvet yang Bikin Hasil Makeup Beda
-
Membedah Makna Lagu 'Usik' Feby Putri: Seni Berdamai dengan Luka Masa Lalu
-
Duh! Asap Karhutla Ketapang Mengancam Pontianak hingga Negara Tetangga
-
Turun Langsung Cek Karhutla di Kalimantan, Prabowo Minta Tindak Tegas Setiap Pelanggar Hukum!
-
Rayakan 20 Tahun Debut, BigBang Bahas Identitas dan Kejayaan di Lagu BiiiG
-
Perang SUV Listrik Memanas: Nevo Q05 Pamer Ngecas Kilat, Leap Motor Andalkan Sasis Eropa
-
6 Cara Pakai Bedak Tabur di Atas Sunscreen agar Tidak Menggumpal, Makeup Jadi Halus
-
Elang Nias dan Burung Hantu Siau Dilaporkan Punah di Indonesia, Benarkah?
-
Mendidik Disiplin atau Mengulang Budaya Perpelocoan?