Suara.com - Bank Sumsel Babel meluncurkan produk tabungan Simpanan Pelajar untuk mendukung program Otoritas Jasa Keuangan yang berusaha membangkitkan budaya menabung sejak usia sekolah di SMA Negeri 10 Palembang, hari ini. Direktur Utama Bank Sumsel Babel, Muhammad Adil mengatakan, semangat menabung ini harus terus digelorakan di kalangan pelajar agar mereka menjadi generasi yang dapat menggunakan uangnya secara bijak dan terhindar dari sikap konsumtif.
"Bank Sumsel Babel sangat serius menggarap program ini dengan menargetkan 5.000 penabung/rekening baru pada tahun pertama. Untuk itu, perusahaan akan mempromosikan "Gerakan Wong Kito Menabung" ini," kata dia.
Ia menambahkan, para siswa akan diberikan kemudahan dalam menabung karena petugas bank akan mendatangi SMAN 10 setiap hari Rabu, lantaran itu peluncuran tabungan simpanan pelajar (SimPel) ini dilakukan pada Rabu (4/11/2015).
"Produk ini sangat sederhana seperti namanya, untuk pembukaan rekening awal hanya dengan uang Rp5.000, sementara untuk unit syariah hanya Rp1.000, sedangkan setoran berikutnya yakni minimal Rp1.000. Semua ini bebas biaya administrasi," kata dia.
Sementara Ketua OJK Sumsel, Patahuddin yang turut hadir dalam acara itu mengatakan, OJK bersama industri perbankan mengembangkan produk tabungan yang diberi nama Simpanan Pelajar (SimPel/SimPel iB) yang merupakan salah satu upaya OJK dalam membangkitkan kembali "budaya menabung" sejak dini bagi pelajar.
Produk ini merupakan tabungan bagi para peserta didik mulai jenjang PAUD/Raudatul Athfal (RA) hingga SMA/Madrasah Aliyah (MA) dan Pondok Pesantren yang diterbitkan secara nasional oleh perbankan di Indonesia.
"Budaya menabung penting dimulai sejak dini agar dapat mendidik anak untuk mampu mengendalikan diri dalam bersikap konsumtif serta belajar untuk dapat membelanjakan uang yang dimilikinya secara bijak," kata dia.
Selain itu, kegiatan menabung dapat melatih anak dalam mengelola keuangan secara bertahap sehingga pada saatnya nanti mereka dapat tumbuh menjadi masyarakat yang terampil dalam hal pengelolaan keuangan.
"Pada akhirnya pelajar sebagai bagian masyarakat akan mencapai kesejahteraan keuangan," kata dia.
Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi Keuangan yang dilakukan pada tahun 2013 kepada 8000 responden, tingkat inklusi keuangan kelompok siswa baru mencapai 44 persen.
Selain itu secara statistik, jumlah pelajar SD, SMP, dan SMA dibanding total populasi Indonesia menunjukkan angka yang signifikan yaitu 20 persen, dengan rincian sekitar 38,8 juta siswa di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan sekitar 11 juta siswa di bawah Kementerian Agama (Kemenag). (Antara)
Berita Terkait
-
JPMorgan: BBRI Layak Overweight, Kualitas Aset Terus Membaik
-
Daftar Developer dan Skema Bunga KPR Murah di BRI x REI Expo Semarang
-
Di Balik Layar Kesuksesan UMKM, Sosok Mantri BRI yang Tak Lelah Mendampingi
-
Beli Satu Dapat Dua! Makan Sushi Gratis di Semarang Khusus Promo dari BRI
-
Syarat Dapatkan Kartu Debit BRI FC Barcelona dan Hadiah Investasi di Event Bhayangkari 2026
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Nekat Tembak Paha Korban Lalu Kabur ke Lampung, Duo Maling Motor Matraman Ciut di Tangan Polisi
-
6 Cara Mengatasi Blush On Ketebalan dan Terlalu Menor, Tak Khawatir Merusak Makeup
-
Derita Selisih Stock Opname Toko, saat Karyawan Jadi Samsak Omelan Bos
-
Fairuz Al Rafiq & Sonny Septian Terapkan Pola Asuh Mereka di Film Anak-Anak Bambu
-
Pakar Soroti Dugaan Keterkaitan Eks Jampidsus, Dorong KPK Ambil Alih
-
Menkeu Ancam Kejar Peserta Tax Amnesty Bandel, PPATK Ikut Telusuri Dana Masuk
-
Penghitungan Kerugian Negara Disorot, BPKP Diminta Evaluasi Metode Audit
-
Jogja Dibanjiri Event, Pelaku Industri Kreatif Diingatkan Jangan Ganggu Aktivitas Warga
-
Tolak Rencana Pembatasan Kadar Nikotin dan Tar, APTI Minta Perlindungan Presiden
-
Tahir Solo Museum Resmi Dibuka, Ada Fosil Dinosaurus 20 Meter!