Suara.com - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin mengakui data pangan yang ada saat ini berbeda dengan data yang berada di lapangan. Hal tersebut karena ada perbedaan data luas panen dari Kementerian Pertanian.
"Kalau saya pikir data yang dari kementerian pertanian terkait luas panen yang mungkin ketinggian atau kerendahan. Makanya ini yang buat beda," kata Suryamin saat ditemui di kantornya, Rabu (25/11/2015).
Oleh sebab itu, lanjut dia, untuk menyamakan data pangan yang didapat oleh BPS sesuai dengan apa yang terjadi dilapangan, pihaknya akan melakukan tiga kali survei.
"Yang pertama, memastikan stok beras dirumah tangga dan non rumah tangga. Kedua yakni survei lahan pertanian dan luas lahan pertanian," katanya.
"Jadi kita lihat ini, dia punya nggak stok gabah ada berapa, stok padi. Nanti akan ketahuan, yang ngendap didalam berapa. Ini dilakukan tiga kali dalam setahun Mei, Juni dan Desember," tegasnya.
Kedua terkait luas panen,pihaknya akan melakukan pengitungan terkait luas wilayah yang tadinya menggunakan "eye estimate" akan menggunakan foto melalui udara. Hal ini untuk meyakinkan keabsahan data pangan nantinya.
"Memang sih, kalau foto lewat udara akan mahal, tapi ini kan penting. Jadi nggak masalah," tegasnya.
Metode perhitungan ini akan dilakukan BPS pada 2016 mendatang. Ia mengklaim dengan cara tersebut, BPS yakin data pangan akan akurat.
"Selesainya tahun ini. Mungkin mulai awal tahun depan lah. Yakin lah ini bisa membuat datanya lebih akurat," ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Trump Isyaratkan Damai dengan Iran, Harga Minyak Kini di Bawah 100 Dolar AS
-
Investor Belanda Jajaki Pengembangan Energi Baru Terbarukan dan Ekonomi di Papua
-
Tertekan Data AS dan Sentimen Domestik, Kurs Rupiah Hari Ini Tembus Rp17.180
-
Harga Emas Antam Terus Terjungkal Hari Ini, Dibanderol Rp 2.868.000/Gram
-
Indonesia Kejar Pasar Amerika, Ekspor Tekstil Jadi Andalan Baru
-
IHSG Bangkit pada Jumat Pagi, Cek Saham-saham yang Cuan
-
Tren Anabul Jadi Anggota Keluarga, OJK Sebut Potensi Besar Asuransi Hewan Peliharaan
-
OJK Minta Pinjol Kasih Utang ke Program MBG
-
RI Borong Minyak Rusia, Soal Volume Bahlil Enggan Jawab
-
'Cuci Gudang' BUMN Energi, Anak Usaha Pertamina Dipangkas dari 1.000 jadi 250