Suara.com - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani mengakui Jepang sebagai lumbung investasi asing langsung (Foreign Direct Investment/FDI) yang akan masuk ke Indonesia pada 2016.
Untuk menjaga tren positif investasi Negeri Sakura yang tinggi itu, ia akan mengunjungi Tokyo, Jepang, dalam rangka promosi investasi bekerjasama dengan asosiasi kamar dagang setempat.
"Jepang tetap akan menjadi salah satu lumbung investasi FDI yang masuk ke Indonesia untuk tahun depan. Minat maupun stok komitmen yang masuk masih cukup tinggi hingga akhir tahun ini," kata Franky dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis (10/12/2015).
Berdasarkan data BKPM periode 22 Oktober 2014 hingga 4 Desember 2015 tercatat minat investasi Jepang sebesar 11,4 miliar dolar AS (setara dengan Rp153,9 triliun, kurs Rp13.500 per dolar AS) dan komitmen investasi ditandai dengan perusahaan Jepang yang telah mendapatkan izin prinsip mencapai 5,7 miliar dolar AS(Rp76,9 triliun).
Dalam kunjungan kali ini yang bertujuan untuk menjaga tren positif investasi Jepang, Franky diagendakan akan menyampaikan beberapa perkembangan kebijakan termasuk di antaranya layanan izin investasi tiga jam, peluang investasi di berbagai sektor terutama sektor prioritas seperti industri padat karya, infrastruktur serta pariwisata dan kawasan.
"Tiga sektor prioritas tersebut merupakan kontributor utama investasi dari Jepang," katanya.
Ia menambahkan, tiga sektor prioritas itu merupakan kontributor utama minat yang dikategorikan serius oleh tim Marketing Officer BKPM.
Minat investasi tersebut terdiri atas sektor padat karya mencapai 2,05 miliar dolar AS, sektor infrastruktur 700 juta dolar AS serta sektor pariwisata dan kawasan 650 juta dolar AS.
"Sedangkan dari perusahaan Jepang telah mendapatkan izin prinsip (komitmen investasi) sektor infrastruktur mencapai 4,6 miliar dolar AS dan industri padat karya 607 juta dolar AS," ujarnya.
Selain memaparkan mengenai kemajuan-kemajuan tersebut, Franky juga diagendakan melakukan "one-on-one meeting" dengan perbankan Jepang terkait dengan kerja sama pembiayaan penanaman modal.
Dengan bertemu perusahaan Jepang tersebut, ia berharap ada kerja sama saling menguntungkan yang dapat dilakukan oleh kedua belah pihak.
Jepang merupakan salah satu kontributor utama terhadap pencapaian target realisasi investasi Indonesia.
Dari data realisasi investasi yang dikeluarkan oleh BKPM periode Januari-September 2015, Jepang menduduki peringkat ketiga dengan nilai mencapai 2,5 miliar dolar AS dengan 1.318 proyek, di bawah Singapura yang menempati posisi teratas 3,55 miliar dolar AS dengan 1.999 proyek dan Malaysia 2,9 miliar dolar AS dengan 600 proyek.
Sedangkan di bawah Jepang, tercatat Korea Selatan dengan nilai investasi 1 miliar dolar AS dengan 1.529 proyek dan Belanda 908 juta dolar AS dengan 301 proyek. (Antara)
Berita Terkait
-
Di Tengah Gejolak Ekonomi Global Minat Investasi Jepang di Indonesia Cukup Tinggi
-
Prabowo ke Investor Jepang: Laporkan Masalah Langsung ke Saya, RI Siap Pangkas Regulasi
-
Prabowo Tawarkan Danantara ke Investor Jepang, Jaminan Aman Investasi di Indonesia
-
BKPM Permudah Izin KKPR Darat bagi Usaha Mikro
-
BI: Investasi Asing Rp1,6 Miliar Dolar AS Masuk via SBN dan SRBI
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Kontradiksi Efisiensi Pemerintah saat Ekonomi Lagi Susah
-
Gebrakan Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya: Raih KWP Award 2026 Lewat Visi Transisi Energi
-
Bahlil Pastikan Stok BBM Aman: ICP Baru Naik 7 Dolar AS
-
Mendag: Harga Minyak Goreng Naik Akibat Mahalnya Plastik
-
Akan Beli Minyak dari Rusia, Bahlil Upayakan Dapat Harga Murah
-
Prediksi Purbaya: Defisit APBN Turun ke 2,8 Persen
-
Harga Minyakita Meroket, Mendag: Stoknya Memang Terbatas
-
IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?
-
Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas
-
S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya