Suara.com - Para pelaku usaha yang tergabung dalam Asosiasi Produsen Daging dan Feedlot Indonesia (Apfindo) meminta Pemerintah, khususnya Kementerian Perdagangan segera mengeluarkan Surat Persetujuan Impor (SPI) sapi di mana kuota pada tahun 2016 sebanyak 600.000 ekor.
"Belum keluar (izin impornya), sekarang sudah di Kementerian Perdagangan sedang diproses. Sebetulnya sudah melebihi waktu, seharusnya per 1 Januari 2016 sudah kita terima," kata Direktur Eksekutif Asosiasi Produsen Daging dan Feedlot Indonesia (Apfindo) Joni Liano, di Jakarta, Selasa (5/1/2015).
Joni mengatakan, dengan terlambatnya izin atau persetujuan impor sapi tersebut maka akan mengakibatkan terganggunya proses importasi. Salah satu permasalahan yang muncul adalah para pelaku usaha masih belum bisa melakukan negosiasi apabila belum memiliki SPI tersebut.
"Jelas akan mengganggu proses impor. Kita melakukan negosiasi dengan eksportir tentu harus memiliki SPI, jika tidak ada kami masih belum bisa membuat kesepakatan," ujar Joni.
Menurut Joni, besaran kuota impor sapi yang ditetapkan oleh pemerintah sebanyak 600.000 ekor tersebut dinilai masih kurang dikarenakan adanya peningkatan konsumsi masyarakat khususnya pada 2016 ini. Namun, dia meyakini nantinya masih akan bisa dilakukan penyesuaian oleh Pemerintah.
Joni menjelaskan, Pemerintah nantinya akan melakukan evaluasi terkait dengan importasi sapi tersebut dan jika dibandingkan dengan tahun 2015 lalu, maka besaran kuota yang diberikan tahun 2016 ini tidak jauh berbeda meskipun dalam perhitungan sebelumnya kebutuhan impor mencapai 780.000 ekor dan 90.000 ton daging.
Menurut Joni, dalam "Focus Group Discussion" antara Pemerintah dengan para pemangku kepentingan beberapa waktu lalu, setelah dilakukan perhitungan masih ada kekurangan sebanyak 780 ribu ekor dan untuk daging sekitar 90 ribu ton.
Namun, akhirnya Pemerintah memutuskan untuk memberikan kuota impor sapi sebanyak 600.000 ekor yang disepakati dalam Rakortas.
"Pada 2015 kita bisa impor 600 ribu ekor lebih, sementara tahun 2016 ini meski ada peningkatan konsumsi, saya tidak tahu perhitungan Pemerintah apakah sapi lokal cukup. Mudah-mudahan kata-kata Pak Menko Darmin, ada evaluasi dan ada 'adjustment'. Pada 2013 pernah seperti itu di jaman Pak Lutfi," ucap Joni.
Sebelumnya, Pemerintah telah menyiapkan perhitungan indikatif impor beberapa komoditas pangan untuk tahun 2016, di antaranya adalah sapi bakalan, daging sapi, kedelai dan gula.
Menko Perekonomian Darmin Nasution pada Senin (28/12/2015) mengatakan untuk sapi bakalan pemerintah telah menetapkan perhitungan volume impor tahun 2016 sebanyak 600.000 ekor dan pemasukan impor untuk sapi bakalan akan lebih banyak di kuartal I.
Pada kuartal I jumlah sapi bakalan yang akan dimasukkan jumlahnya mencapai 200.000 ekor. Sementara di kuartal II sebanyak 150.000 ekor. Jumlah tersebut menurut Darmin sudah memperhitungkan adanya Hari Raya Lebaran yang semakin maju.
(Antara)
Berita Terkait
-
Impor Sapi Ratusan Ribu Ekor, Kok Harga Daging Malah Makin Mahal? Ini Penjelasan IKAPPI
-
DPRD DKI Kritik Impor 3.100 Sapi oleh Pramono Anung, Dinilai Tak Sejalan UU Pangan
-
Jelang Ramadan, Harga Daging Sapi dan Kerbau 'Menggila', Intervensi Pemerintah Dipertanyakan
-
Jaga Stabilitas Harga Daging Jelang Ramadan di Jakarta, Dharma Jaya Impor Ratusan Sapi
-
Mentan Amran Keluarkan Ancaman Tanggapi Keluhan Terkait Impor Sapi
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Investor RI Masih Tertinggal? Dunia Sudah Pakai AI untuk Trading Saham
-
Harga BBM Nonsubsidi Kerek Inflasi? Begini Jawaban BI
-
Sudah 3 Tahun Tak Naik! Jadi Alasan Pemerintah Kerek HET Minyakita
-
India Mau Borong Pupuk RI, Mentan Amran: Dubesnya Telepon Langsung!
-
Purbaya Tak Tahu Isu PPN Jalan Tol: Janji Saya Sama, Tak Akan Terapkan Pajak Baru
-
Apa-apa Serba Naik, Kini Pemerintah Kerek Harga Sapi Hidup Jadi Rp59 Ribu/Kg
-
Hutama Karya Upgrade Command Center, Kecelakaan di Tol Bisa Cepat Ditangani
-
Purbaya Temui Menkeu China, Klaim Restrukturisasi Utang Whoosh Selesai dan Tinggal Diumumkan
-
Umat Tenang! BNI Akhirnya Kembalikan Seluruh Dana Rp28 Miliar ke Paroki Aek Nabara
-
Purbaya Akui Banyak Proyek Besar Pemerintah Tapi Tak Diawasi, Singgung Whoosh dan LRT