Suara.com - Dolar AS jatuh terhadap mata uang utama lainnya pada Senin (Selasa pagi WIB 2/2/2016), di tengah data manufaktur lemah dari negara itu dan komentar "dovish" Wakil Ketua Federal Reserve Stanley Fischer tentang ekonomi AS.
Institute for Supply Management (ISM) melaporkan pada Senin bahwa indeks pembelian manajer (PMI) AS untuk Januari tercatat 48,2 persen, meningkat 0,2 persentase poin dari angka 48 persen disesuaikan secara musiman pada Desember.
Angka di atas 50 mengindikasikan sektor ini umumnya berkembang, sementara angka di bawah tingkat itu menunjukkan kontraksi.
Fischer dari The Fed mengatakan pada Senin bahwa turbulensi di pasar keuangan global baru-baru ini dapat merugikan pertumbuhan ekonomi AS.
"Jika perkembangan ini menyebabkan pengetatan terus-menerus kondisi keuangan, mereka dapat mengindikasikan pelambatan ekonomi global yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan inflasi di Amerika Serikat," kata dia.
Kata-kata Fischer mengangkat kekhawatiran bahwa bank sentral AS mungkin tidak menaikkan suku bunganya secepat yang diperkirakan tahun ini.
Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,65 persen menjadi 98,961 pada akhir perdagangan.
Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,0901 dolar dari 1,0829 dolar pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,4438 dolar dari 1,4239 dolar. Dolar Australia naik ke 0,7101 dolar dari 0,7079 dolar.
Dolar dibeli 121,09 yen Jepang, lebih rendah dari 121,17 yen pada sesi sebelumnya. Dolar bergerak turun menjadi 1,0187 franc Swiss dari 1,0238 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3934 dolar Kanada dari 1,4001 dolar Kanada. (Antara)
Berita Terkait
-
Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK
-
Nilai Tukar Rupiah Terus Anjlok saat BPS Umumkan Pertumbuhan Ekonomi Melejit Tinggi
-
7 Subsektor Manufaktur Melemah, Kemenperin Ungkap Biang Keroknya
-
IKI April 2026 Bertahan di Level Ekspansi 51,75 Meski Bayang-bayang Global Menghantui
-
Impor Barang Modal RI Melonjak 34 Persen
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Harga Pangan Hari Ini: Bawang hingga Cabai Kompak Naik, Beras dan Minyak Goreng Ikut Terkerek
-
Era Bakar Uang Berakhir! Kini Fintech RI Masuk Fase Jaga Kandang dan Akuntabilitas
-
Rupiah Ambyar, Pengamat: RUU Perampasan Aset Bisa Jadi Juru Selamat
-
Trump Hentikan Sementara Pengawalan di Selat Hormuz, Harga Minyak Melemah
-
Hati-hati! Pinjol Ilegal Masih Marak, Incar Puluhan Ribu Korban
-
Aturan Baru DHE SDA Berlaku 1 Juni 2026, Devisa Eksportir Wajib Disimpan di Bank Negara
-
Purbaya Mau Terbitkan Panda Bond di China Demi Perkuat Rupiah
-
Kurs Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.388, Dolar AS Tertekan Sentimen Global
-
Purbaya Minta Investor Segera Serok Saham RI, Jamin Bakal Untung Banyak
-
IHSG Masih Perkasa di Awal Perdagangan, Betah di Level 7.000