Suara.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyatakan, usulan pemda terkait perumahan guna menyukseskan Program Sejuta Rumah 2016 bisa melalui Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan di 33 provinsi di Indonesia.
"Jadi, bisa melalui SNVT (Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu) dan tak harus repot repot ke Jakarta," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Eko Heripoerwanto menjawab pers di Jakarta, Selasa (15/3/2016).
Eko menjelaskan, keberadaan SNVT tujuan utamanya adalah dapat mempermudah koordinasi dan mampu menampung usulan program perumahan dari pemerintah daerah (pemda) guna menyukseskan Program Sejuta Rumah pada 2016.
Menurut pria yang biasa disapa Heri tersebut, selain dapat menampung usulan program perumahan dari daerah, para pegawai yang ditempatkan di SNVT juga dapat memberikan informasi terkait program perumahan jika ada masyarakat yang membutuhkannya.
Ia menyampaikan bahwa Ditjen Penyediaan Perumahan memiliki berbagai Direktorat seperti Perencanaan Penyediaan Perumahan, Rumah Susun, Rumah Umum dan Komersial, Rumah Khusus dan Rumah Swadaya.
Menurutnya, semua program perumahan ini untuk masyarakat berpenghasilan rendah mulai dari daerah perbatasan hingga daerah perkotaan.
"Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi perumahan seperti Program Sejuta Rumah bisa menghubungi SNVT yang ada di setiap provinsi," tegasnya.
Sebelumnya, Ketua Komisi III DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara, H Tahrir Tasruddin yang hadir di Kementerian PUPR beberapa waktu lalu, menyatakan, selama ini pihaknya baru mengetahui ada Program Sejuta Rumah dari media dan pada prinsipnya DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara juga sangat mendukung pelaksanaan Program Sejuta Rumah tersebut.
"Kami (DPRD Sulawesi Tenggara-red) dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara juga ingin mengetahui lebih dalam tentang program perumahan apa saja yang ada di Ditjen Penyediaan Perumahan ini karena perumahan adalah salah satu hak dasar yang harus dipenuhi jika ingin masyarakat kita lebih sejahtera," katanya. (Antara)
Berita Terkait
-
Film Laddaland Versi Indonesia Tayang 13 Agustus 2026, Pakai Pendekatan Horor yang Beda
-
Program 3 Juta Rumah, Kredit Perumahan Rp500 Miliar Dapat Penguatan Mitigasi Risiko
-
Cerita Pemilik Toko Bangunan Tak Menyangka Terpilih Program KPP, Raih Pinjaman Modal Rp5 Miliar
-
Dedi Mulyadi Minta Bupati dan Wali Kota Hentikan Pembangunan Wisata dan Perumahan di Hutan
-
Kiamat Rumah Tapak? Orang Indonesia di Masa Depan Harus Hidup Vertikal
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
PM Malaysia Kenang Bung Hatta: Negara Tidak Boleh Ditopang Segelintir Elit
-
Dugaan Dikerahkan Kawal Demo, Apakah Komcad Dapat Gaji dan Tunjangan?
-
Pemerintah Janji Stok Pupuk Nasional Aman, Zulhas: Kopdes Jadi Penyalur
-
DPR Apresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Nilai Rupiah
-
Foto e-KTP Jelek Bisa Diganti? Ini Aturan dan Syarat Resminya
-
Dasco Dukung Gebrakan 'Dedolarisasi' BI: Transaksi Triliunan ke China Cukup Pakai QRIS
-
Tiket Pesawat Mahal! Pengamat Bongkar Anomali Pajak 'Tersembunyi'
-
Harga Bawang dan Beras Kompak Naik, Minyak Goreng Ikut Makin Mahal
-
Pertamax Naik, Ojol: Saya Dari Awal Pakai Pertalite
-
Pegadaian Gelar LEXIS 2026 untuk Hadapi Transformasi Hukum Pidana Nasional