Suara.com - Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna mengatakan bahwa Kamis (27/6/2019) hari ini merupakan batas terakhir bagi manajemen PT Hero Supermarket Tbk untuk memberikan penjelasan terkait rencana penutupan sejumlah gerai Giant.
"Kami sudah minta penjelasan ke mereka, saat ini sedang menunggu penjelasan. Kami beri waktu mereka tiga hari pada Senin kemarin. Jadi paling lambat besok," ujar Nyoman usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BEI di Jakarta, Rabu (26/6/2019).
Sejumlah gerai Giant disebut akan ditutup pada akhir Juli mendatang antara lain Giant Express Mampang, Giant Express Cinere Mall, Giant Express Pondok Timur, Giant Extra Jatimakmur, Giant Mitra 10 Cibubur, dan Giant Extra Wisma Asri.
Menurut Nyoman, jika informasi penutupan gerai Giant tersebut benar, manajemen Hero tentu memiliki alasan baik dari sisi operasional maupun bisnis.
"Mereka pasti melihat dari sisi efisiensinya. Tapi dari info sebelumnya yang kami pernah tanyakan, mereka tentu melakukan evaluasi yang mana gerai akan ditutup dari pertimbangan manajemen," kata Nyoman.
Ia menuturkan, dengan pergerakan bisnis yang dinamis, perusahaan memang wajib melakukan evaluasi agar terus dapat berkelanjutan dan juga sebagai bentuk akuntabilitas dari manajemen.
Oleh karena itu, pihaknya pun memberikan kesempatan kepada manajemen Hero untuk menyampaikan jawaban yang lengkap kepada BEI.
"Kami melihat fenomena seperti itu, makanya kami minta penjelasan. Kami berikan manajemen kesempatan untuk memberikan respon. Kan gerainya juga macam-macam, bukan hanya yang tertentu. Ini tugas bursa minta klarifikasi dari mereka," ujar Nyoman. [Antara]
Baca Juga: Wartawan Suara.com Diancam Giant Ekstra Mitra 10 Cibubur Hanya Karena Ini
Berita Terkait
-
Tayang Agustus, Anime The Ribbon Hero Gandeng Girls Archives Isi Lagu Tema
-
Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float
-
MSCI Pertahankan Indonesia di EM, Mengapa IHSG Masih Ambruk?
-
Purbaya Klaim Kemenkeu Belum Berencana Punya Saham BEI Meski Diizinkan UU P2SK
-
Tak Turun Kasta, MSCI Tetap Pertahankan Pasar Saham RI di Emerging Market
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Rebalancing MSCI: Mengapa AMMN dan DSSA Lebih Tangguh dari Saham Prajogo Pangestu?
-
Purbaya Mau Efisiensi Anggaran MBG Sampai Nol Rupiah, Tapi Akui Tak Bisa
-
Binus Resmikan Magister Hukum Bisnis, Fokus Perdagangan Internasional hingga Siber
-
Program E20 Jadi Senjata Baru Kurangi Impor BBM, Ini Kebutuhan Etanol Indonesia
-
Harga Pangan Hari Ini Berubah! Cabai Turun, Bawang Merah Naik
-
Pasar Logistik ASEAN Tembus Rp6.958 Triliun, Indonesia Punya Peluang Emas Jadi Pemimpin
-
Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.865 per Dolar AS, BI Disebut Lakukan Intervensi
-
Sinyal untuk Beli, Harga Emas Antam Terus Turun Jadi Rp2.645.000/Gram
-
IHSG Menguat saat Bursa Global Mayoritas di Zona Merah, Rupiah Naik Tipis
-
Setelah Dibuka Menguat IHSG Langsung Anjlok di Senin Pagi, BBCA Mulai Diborong Asing