Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyakini bahwa ekonomi Indonesia akan kembali pulih pada semester II tahun ini. Menurut dia program pemulihan ekonomi yang dicanangkan pemerintah akan mulai terasa pada periode tersebut.
"Untuk pemulihan di kuartal ketiga dan keempat belanja pemerintah secara besar-besaran akan didorong sehingga permintaan dalam negeri akan meningkat dan dunia usaha dan investasi, sehingga diharapkan ekonomi akan mulai pulih di semester kedua tahun 2020," kata Airlangga, Senin (27/7/2020).
Menurut politisi Partai Golkar ini pemerintah telah menyusun program pemulihan ekonomi nasional untuk memulihkan ekonomi, program strategis ini untuk membuka perekonomian secara bertahap dengan adaptasi kebiasaan baru dan kemudian melakukan riset ekonomi untuk mendorong percepatan pemulihan ekonomi.
Dia juga menuturkan, dalam rangka program pemulihan ekonomi pemerintah telah menyediakan dana sebesar Rp 695,2 triliun yang diharapkan dapat kembali menggairahkan perekonomian yang lesu akibat pandemi.
"Implementasi dari program pemulihan ekonomi dilakukan dengan menggandeng perbankan, penjaminan kredit modal kerja dan modal negara serta investasi pemerintah dan dukungan biaya yang lain," ucapnya.
Program pemulihan teranyar kata dia adalah penempatan dana pemerintah kepada sejumlah Bank Pembangunan Daerah (BPD) melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) kepada 7 BPD senilai Rp 11,5 triliun.
"Kementerian Keuangan telah menempatkan dana di 4 Himbara sebesar Rp 30 triliun dan pada kesempatan ini dilakukan program lanjutan dengan program kerja sama antara bank pembangunan daerah dalam rangka PEN," kata Airlangga.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan penempatan dana pemerintah di BPD ini diharapkan bisa mengakselerasi ekonomi di daerah yang terdampak begitu besar akibat pandemi virus corona.
"Untuk Bank Jabar Rp 2,5 triliun, Bank DKI penempatan dana Rp 2 triliun, Bank Jawa Tengah Rp 2 triliun, Bank Jawa Timur Rp 2 triliun, Bank Sulawesi Utara dan Gorontalo Rp 1 triliun," kata Sri Mulyani.
Baca Juga: Luhut Sebut Pemerintah Tengah Jor-joran Belanja untuk Gerakan Ekonomi
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menambahkan, terkait program penempatan dana di bank daerah ini pemerintah menyiapkan total dana hingga Rp 20 triliun.
Dengan Rp 11,5 triliun telah diparkir kepada tujuh bank daerah, maka masih ada Rp 8,5 triliun lain yang siap diparkirkan bank daerah lain.
"Kita telah menyiapkan Rp 20 triliun untuk ditempatkan di BPD," katanya.
Berikut rincian penempatan dana pemerintah di BPD:
- BPD Jawa Barat dan Banten (BJB) Rp 2,5 triliun
- BPD DKI Jakarta (Bank DKI) Rp 2 triliun
- BPD Jawa Tengah (Bank Jateng) Rp 2 triliun
- BPD Jawa Timur (Bank Jatim) Rp 2 triliun
- BPD Sulawesi Utara dan Gorontalo (Bank SulutGo) Rp 1 triliun
- BPD Bali (Bank Bali) Rp 1 triliun
- BPD DI Yogyakarta (Bank Jogja) Rp 1 triliun
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Berlaku Besok, IESR Ungkap Bahayanya Penerapan B50
-
J Trust Bank (BCIC) Rombak Jajaran Direksi
-
Insentif Mobil Listrik Tak Kunjung Jelas, Kemenperin Khawatir Penjualan Tertahan
-
Target Swasembada Garam 2027 Dinilai Sulit Tercapai Tanpa Reformasi Impor
-
BUMN Logistik Baru Mulai Terbentuk, Merger dari 7 Perusahan
-
Vonis Nadiem Makarim Jadi Sorotan Media Internasional: Investor Asing Semakin Tak Percaya
-
Tujuh BUMN Logistik Resmi Melebur di bawah PT Multi Terminal Indonesia
-
Dilema B50 vs Ekspor CPO, Kebijakan Ini Bisa Jadi Pedang Bermata Dua?
-
Pemadaman Listrik Hambat Industri Manufaktur di Juni 2026
-
Brantas Abipraya Percepat Penyelesaian Sekolah Rakyat Kabupaten Bogor, Dukung Pemerataan Pendidikan