- Rasio elektrifikasi nasional sudah mencapai 98,54%, namun wilayah 3T masih menjadi tantangan utama.
- Dibutuhkan dana Rp61 triliun untuk mencapai elektrifikasi 100%, termasuk Rp2,5 triliun untuk program BPBL bagi keluarga yang belum mampu.
- Masih ada lebih dari 10.000 lokasi 3T yang belum berlistrik, dengan 1,28 juta calon pelanggan yang ditargetkan melalui program ESDM dan PLN
Suara.com - Rasio elektrifikasi rumah tangga secara nasional telah mencapai 98,54 persen.
Guna mencapai rasio elektrifikasi 100 persen dibutuhkan dana sebesar Rp 61 triliun.
Staf Ahli Menteri ESDM Bidang Perencanaan, Jisman Hutajulu mengungkap, daerah yang belum diterangi listrik umumnya berada di wilayah 3T, tertinggal, terdepan, dan terluar.
"Meskipun sudah 98,54 persen, itu masih ada beberapa subsistem yang kecil yang belum dilayani 24 jam. Ini menjadi tantangan sendiri. Dan sisanya ini kebanyakan di daerah remote atau 3T yang boleh saya sebutkan banyak di daerah timur, Papua, NTT, dan Maluku," kata Jisman dalam acara Electricity Connect 2025 di Jakarta pada Rabu (19/11/2025).
Jisman merinci dari biaya Rp 61 triliun itu, sebanyak Rp 2,5 triliun, di antaranya dibutuhkan untuk program bantuan listrik seperti Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL).
Dia menjelaskan, meski aliran listrik sudah disambungkan di sejumlah wilayah, masih terdapat rumah tangga yang belum dapat menikmatinya, karena terhalang biaya pemasangan.
"Di mana jaringan sudah di depan rumah, hanya saja keluarga tersebut belum mampu untuk berlangganan dengan PLN maka itu perlu kita bantu," kata Jisman.
Dalam tiga tahun terakhir, program BPBL setidaknya sudah menjangkau 155 ribu rumah tangga, dan tahun ini ditargetkan menjangkau 255 ribu rumah tangga.
Sementara untuk jumlah wilayah 3T yang belum teraliri listrik, jumlah mencapai 10.068 lokasi yang terdiri dari 5.700 desa dan 4.400 dusun. Dari jumlah itu terdapat 1,28 juta calon pelanggan.
Baca Juga: Tarif Listrik PLN per kWh Periode November Hingga Desember 2025
Pada tahun ini, Kementerian ESDM telah menganggarkan dana Rp 3 triliun untuk menjangkau 1.285 lokasi yang belum diterangi listrik.
Program itu dijalankan Kementerian ESDM bersama dengan PLN.
"Ini memang anggarannya agak terlambat karena ABT, bukan anggaran yang biasa sehingga waktunya sangat sempit. Dan kami minta ke Pak Dirut (PLN), tolong Pak Dirut segera, ini sudah ditunggu-tunggu masyarakat karena kita sudah merdeka 80 tahun tapi masih belum ada listriknya," tutup Jisman.
Berita Terkait
-
Proses Evaluasi Longsor di Tambang PT Freeport Selesai Antara Maret atau April
-
Bahlil Dorong Freeport Olah Konsentrat Tembaga Amman
-
Demi Tingkatkan Harga, ESDM Buka Peluang Turunkan Produksi Batubara pada 2026
-
ESDM Ungkap Alasan Sumber Listrik RI Mayoritas dari Batu Bara
-
Kekayaan Rilke Jeffri Huwae, Dirjen Gakkum yang Dikritik Menteri Bahlil
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 7 Sunscreen Tone Up Terbaik untuk Kulit Kusam sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
Terkini
-
Ikut Kunker ke New York, Anak Menteri PU Bernama Aurellia Ternyata Bekerja di Vale Indonesia
-
Explainer: Menteri PU 'Dinas Bareng Keluarga' ke Amerika Bertepatan Final Piala Dunia
-
BEI Akan Ajak Ngobrol S&P Dow Jones Indices Setelah Indonesia Diancam Turun Kelas
-
Said Iqbal Minta Purbaya Naikkan Ambang Batas Saldo JHT Kena Pajak Jadi Rp 400 Juta
-
Emiten Pertahankan Posisi FTSE Russell ESG Rating, Saham AVIA di Zona Hijau
-
WIKA, WSKT hingga INAF Masuk Daftar Hitam BEI, Terancam Delisting
-
Ancaman Phishing Makin Ganas, Kaspersky Blokir 140 Juta Serangan dalam Tiga Bulan
-
Said Iqbal Akhirnya Temui Purbaya, Minta Pajak JHT hingga THR Dihapus
-
S&P Dow Jones Ancam Turunkan Kasta Indonesia, Soroti Transparansi Bursa
-
Pegadaian Gelar Sales Town Hall 2026, Perkuat Akselerasi Pertumbuhan Bisnis Berkelanjutan