Suara.com - Kini investasi saham bukan lagi hal yang rumit atau hanya diperuntukkan bagi kalangan elit. Dengan bermodalkan smartphone, siapa saja bisa mulai membeli kepemilikan di perusahaan-perusahaan besar.
Namun, langkah pertama yang paling krusial adalah memilih sekuritas atau aplikasi yang tepat, aman, dan memiliki biaya transaksi yang bersahabat.
Pastikan aplikasi yang Anda pilih sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar dana Anda aman.
Berikut adalah 10 rekomendasi aplikasi saham populer di Indonesia beserta rincian kisaran biayanya.
1. Ajaib (Ajaib Sekuritas)
Ajaib menjadi favorit di kalangan milenial dan Gen Z karena antarmukanya yang sangat ramah pengguna (user-friendly). Proses pendaftarannya 100% online dan sangat cepat. Ajaib juga sering memberikan promosi berupa biaya broker yang lebih murah untuk pengguna baru.
- Fee Beli: Mulai dari 0,10% - 0,15% (tergantung nilai transaksi).
- Fee Jual: Mulai dari 0,20% - 0,25%.
- Minimum Deposit: Tidak ada (Rp0).
2. IPOT (Indo Premier Sekuritas)
IPOT adalah salah satu pelopor aplikasi saham modern di Indonesia. Fiturnya sangat lengkap, mulai dari data fundamental hingga charting yang canggih untuk teknikal. Keunggulan utamanya adalah tidak adanya minimal deposit, sehingga sangat cocok untuk mahasiswa atau pemula.
- Fee Beli: 0,19%.
- Fee Jual: 0,29%.
- Minimum Deposit: Tidak ada (Rp0).
3. Stockbit (Mahakarya Artha Sekuritas)
Baca Juga: Saham AS Jeblok, Bitcoin Anjlok ke Level Terendah 7 Bulan!
Awalnya, Stockbit adalah forum sosial bagi investor saham. Kini, Stockbit telah menjadi aplikasi sekuritas yang terintegrasi.
Keunggulannya ada pada fitur "Stream" di mana Anda bisa berdiskusi dengan investor lain, serta fitur analisis keuangannya yang sangat mendalam.
- Fee Beli: 0,15%.
- Fee Jual: 0,25%.
- Minimum Deposit: Tidak ada (Rp0).
4. Mirae Asset (Neo HOTS)
Jika Anda berniat menjadi seorang trader aktif (jual-beli harian), Mirae Asset sering dianggap sebagai "rajanya". Aplikasi ini memiliki nilai transaksi harian tertinggi di Indonesia. Sistemnya sangat stabil dan cepat, meski tampilannya mungkin sedikit rumit bagi pemula.
- Fee Beli: 0,15%.
- Fee Jual: 0,25%.
- Minimum Deposit: Biasanya Rp10.000.000 (namun sering ada promo pembukaan akun dengan deposit lebih kecil, misal Rp100.000 saat event tertentu).
5. SimInvest (Sinarmas Sekuritas)
Aplikasi ini belakangan naik daun karena kemitraannya dengan selebriti internasional. SimInvest menawarkan tampilan yang segar dan sistem perolehan poin (StarPoin) yang bisa ditukarkan. Aplikasi ini juga sangat ringan digunakan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
OJK Blokir 127 Ribu Rekening Terkait Scam Senilai Rp9 Triliun
-
Bulog Gempur Aceh dengan Tambahan 50.000 Ton Beras: Amankan Pasokan Pasca-Bencana dan Sambut Ramadan
-
Swasembada Beras Sudah Sejak 2018, Apa yang Mau Dirayakan?
-
Kemenperin Adopsi Sistem Pendidikan Vokasi Swiss untuk Kembangkan SDM
-
Dukung Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 41 Triliun hingga Desember 2025
-
Realisasi Konsumsi Listrik 2025 Tembus 108,2 Persen dari Target
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, 7 Blok Rampung untuk 84 KK
-
Purbaya Yakin MBG Paling Cepat Habiskan Anggaran di Awal 2026
-
Beban Impor LPG Capai 8,4 Juta Ton, DME Diharapkan Jadi Pengganti Efektif