- HGB Hotel Sultan milik PT Indobuildco yang dikelola Pontjo Sutowo resmi berakhir pada 2023, mengakhiri sengketa lahan GBK.
- Lahan 13,6 hektare awalnya diminta dibangun hotel oleh Ali Sadikin namun ternyata dikelola privat oleh keluarga Sutowo sejak 1971.
- Mahkamah Agung memutuskan lahan kembali ke negara karena HGB berakhir dan perusahaan menunggak pembayaran royalti selama 16 tahun.
Suara.com - Nama PT Indobuildco dan pengusaha Pontjo Sutowo kembali menjadi pusat perhatian publik setelah konflik agraria atas lahan strategis di jantung Jakarta mencapai puncaknya.
Hotel Sultan, yang selama puluhan tahun menjadi simbol kemewahan di kawasan Senayan, kini harus dikembalikan kepada negara setelah masa berlaku Hak Guna Bangunan (HGB) perusahaan tersebut resmi berakhir pada tahun 2023.
Profil Pontjo Sutowo dan Akar Bisnis Indobuildco
Pontjo Sutowo, lahir tepat di hari kemerdekaan 17 Agustus 1950, merupakan putra dari tokoh militer legendaris era Orde Baru, Ibnu Sutowo.
Sebagai informasi, Pontjo Sutowo adalah paman mertua dari Dian Sastrowardoyo. Ia merupakan kakak dari mendiang Adiguna Sutowo, ayah mertua Dian Sastro.
Pontjo Sutowo adalah putra dari Ibnu Sutowo, Direktur Utama pertama Pertamina, dan merupakan sosok pebisnis yang dikenal terkait dengan kepemilikan Hotel Sultan di Jakarta.
Darah bisnis Pontjo mengalir kuat sejak muda; di usia 20 tahun, ia sudah mendirikan PT Adiguna Shipyard yang sukses memproduksi ratusan kapal. Kekayaan Pontjo pada tahun 2018 ditaksir mencapai US$ 265 juta atau sekitar Rp4,05 triliun.
Kiprahnya di dunia perhotelan dimulai saat ia mengambil alih manajemen Hotel Hilton (kini Hotel Sultan) pada tahun 1982.
Selain sebagai pengusaha, Pontjo dikenal sebagai tokoh organisasi yang vokal, pernah memimpin HIPMI (1979–1983) serta aktif dalam PHRI dan FKPPI.
Kronologi Sengketa: Dari "Mandat" Pertamina ke Kepemilikan Privat
Akar kontroversi lahan seluas 13,6 hektare di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) ini bermula pada tahun 1971. Saat itu, Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin meminta Pertamina membangun hotel internasional untuk menyambut konferensi pariwisata se-Asia Pasifik.
Berikut fakta-fakta menarik di balik pembangunan tersebut:
- Era Oil Boom: Pertamina yang saat itu dipimpin Ibnu Sutowo sedang bergelimang dana akibat kenaikan harga minyak dunia.
- Tudingan Manipulasi: Ali Sadikin awalnya menyangka PT Indobuildco adalah anak usaha Pertamina (BUMN). Namun, setelah hotel berdiri pada 1976, terungkap bahwa perusahaan tersebut adalah milik pribadi keluarga Sutowo.
- HGB 30 Tahun: Pemerintah memberikan izin HGB selama 30 tahun kepada Indobuildco, yang membuat lahan negara tersebut dikelola secara privat selama berdekade-dekade.
Pengosongan Lahan dan Hutang Royalti
Setelah melalui proses hukum yang sangat panjang, Mahkamah Agung (MA) akhirnya menjatuhkan putusan final yang memenangkan pemerintah (Kementerian Sekretariat Negara/PPKGBK).
Beberapa poin krusial dalam keputusan tersebut meliputi:
Berita Terkait
-
Eksekusi Hotel Sultan Tinggal Menghitung Hari, Karyawan dan Penyewa Diminta Tenang
-
Siapa Ibnu Sutowo? Sosok Eks Dirut Pertamina yang Viral Usai Disinggung Prabowo
-
Menang Gugatan di PN Jakpus, PPKGBK Segera Kelola Hotel Sultan
-
Klinik Pelatihan LMS 2024: Rahasia Membangun Media Kuat dari Nol
-
Parade Foto Penerima Award Local Media Summit 2024
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
Pilihan
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
Terkini
-
Harga Bitcoin Optimis Kembali ke Level USD 90.000 Usai Terperosok ke USD 61.000
-
IHSG Perkasa di Sesi I Naik 1,26%, 595 Saham Terbang
-
Bank Cirebon Bangkrut: Izin Dicabut, Pemkot Respon Sikap OJK dan LPS
-
Saham INET Diborong, Akumulasinya Capai Rp 110 Miliar
-
Harga Minyak Melemah di Tengah Ketegangan Selat Hormuz
-
Kapan Pencairan Bansos PKH dan BPNT Tahap I 2026, Ini Ketentuannya
-
Kementerian PKP Bakal Bangun Rusun Delapan Lantai di Solo untuk Anggota Kopassus
-
Pembiayaan Flexi Mitra Mabrur Bank Mega Syariah Melonjak 180 Persen
-
Ibu Mekaar Menuju Tanah Suci: PNM Temani Hidup Saya dari Nol hingga Bisa Sekolahkan Anak
-
Tiga Bank Bangkrut di Tahun 2026, Ini Daftarnya