- PT Cashlez berkomitmen fokus pada sistem pembayaran digital karena perizinan BI membatasi perubahan kegiatan usaha utama.
- Pada tahun buku 2025, Cashlez meraih pendapatan Rp110,19 miliar namun mencatat rugi bersih Rp68,11 miliar.
- Transaksi pembayaran digital Indonesia tumbuh pesat; BI mencatat 12,99 miliar transaksi pada Triwulan III 2025.
Suara.com - PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk menegaskan komitmennya untuk tetap berfokus pada industri teknologi sistem pembayaran digital di tengah pertumbuhan transaksi non-tunai yang kian pesat di Indonesia.
Perseroan yang bergerak di bidang teknologi dan layanan solusi pembayaran digital (cashless payment solutions) tersebut menjalankan kegiatan usaha penyediaan sistem penerimaan pembayaran elektronik bagi pelaku usaha.
Operasional perusahaan berada dalam klasifikasi sektor teknologi dan jasa penunjang keuangan dengan rezim perizinan sistem pembayaran dari Bank Indonesia.
Manajemen menjelaskan bahwa perizinan sistem pembayaran memiliki karakteristik khusus yang melekat pada kegiatan usaha perseroan. Ketentuan tersebut mencakup persyaratan kepemilikan, pengendalian, model bisnis, hingga pengawasan berkelanjutan dari regulator.
“Struktur perizinan tersebut secara inheren membatasi perubahan kegiatan usaha utama di luar sektor sistem pembayaran,” ujar Seketaris Perusahaan CASH Thriyani Rahmania dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu (25/2/2026).
Dari sisi kinerja keuangan, pada tahun buku 2025 perseroan membukukan pendapatan sekitar Rp110,19 miliar. Namun, perusahaan mencatat rugi bersih sekitar Rp68,11 miliar, meningkat dibandingkan rugi tahun sebelumnya sebesar Rp33,7 miliar.
Kegiatan usaha tidak dapat dialihkan, diubah secara fundamental, maupun digabungkan dengan sektor industri lain tanpa proses perizinan ulang serta evaluasi menyeluruh dari regulator.
Dengan kerangka tersebut, operasional perseroan dipastikan tetap berada dalam industri teknologi sistem pembayaran dan berjalan sesuai regulasi sektor keuangan digital.
Secara industri, sistem pembayaran digital di Indonesia menunjukkan pertumbuhan struktural yang kuat. Bank Indonesia mencatat volume transaksi pembayaran digital mencapai 12,99 miliar transaksi pada triwulan III 2025, atau tumbuh sekitar 38 persen secara tahunan.
Baca Juga: Emiten Asuransi TUGU Raih Outlook Stabil, AM Best Soroti Kinerja dan Permodalan Kuat
Sementara itu, transaksi QRIS pada Semester I 2025 mencapai sekitar 6,05 miliar transaksi dengan nilai Rp579 triliun. Jumlah merchant telah menembus lebih dari 39 juta, yang mayoritas merupakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Tren serupa juga terjadi secara regional dan global. Pembayaran digital kini menjadi tulang punggung ekonomi digital dengan tingkat adopsi yang terus meningkat dan diproyeksikan akan mendominasi transaksi e-commerce di Asia Tenggara dalam beberapa tahun mendatang.
Perkembangan ini memperkuat peran penyedia infrastruktur penerimaan pembayaran sebagai bagian penting dari ekosistem ekonomi digital.
Dari sisi kinerja keuangan, pada tahun buku 2025 perseroan membukukan pendapatan sekitar Rp110,19 miliar. Namun, perusahaan mencatat rugi bersih sekitar Rp68,11 miliar, meningkat dibandingkan rugi tahun sebelumnya sebesar Rp33,7 miliar.
Manajemen menyebutkan bahwa hasil tersebut dipengaruhi oleh penurunan pendapatan secara tahunan serta peningkatan beban penurunan nilai piutang.
Kondisi tersebut berdampak pada profitabilitas jangka pendek, namun dinilai sebagai bagian dari fase konsolidasi dan penguatan fondasi operasional untuk mendukung pertumbuhan volume transaksi serta efisiensi di periode mendatang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Harga Bahan Baku Plastik Bisa Naik 70%, Apindo Sebut Pabrik Terancam Tak Produksi Bulan Depan
-
Volume Bongkar Muat IPC TPK Tumbuh Tipis 0,9% di Kuartal I-2026
-
CMNP Optimistis Menang Gugatan Rp 119 T Lawan Hary Tanoe, Incar Aset di Beverly Hills
-
Indonesia Cari Pasokan Energi Baru, Bahlil Temui Menteri Energi Rusia
-
Strategi Cegah Stunting Jasindo, dari Sawah ke Meja Makan
-
Harga Minyak Turun Makin Dalam, Kabar Gencatan Senjata AS-Iran Menguat
-
Konflik Timur Tengah Mereda? Harga Minyak Langsung Terkoreksi
-
BRI Bagikan Dividen Rp52,1 T, Pemegang Saham Terima Rp346 per Saham
-
Babak Baru Diplomasi AS-Iran, Trump Ingin Ada Kesepakatan Cepat Akhiri Perang Iran
-
Rupiah Menguat Tipis di Tengah Pelemahan Dolar AS, Cek Harga Kurs Hari Ini