Bisnis / Ekopol
Kamis, 05 Maret 2026 | 06:05 WIB
Netanyahu. (Al Jazeera)
Baca 10 detik
  • Kementerian Keuangan Israel melaporkan kerugian ekonomi mencapai 9,4 miliar shekel per minggu akibat eskalasi konflik udara.
  • Pembatasan status siaga "Merah" memicu penutupan sekolah serta pembatasan mobilitas pekerja produktif.
  • Peralihan status siaga menjadi "Oranye" diharapkan menurunkan kerugian mingguan menjadi 4,3 miliar shekel.

Setelah adanya gencatan senjata pada Oktober lalu, para analis semula memproyeksikan pertumbuhan ekonomi yang jauh lebih optimistis, yakni di atas 5% pada tahun 2026.

Namun, pecahnya perang dengan Iran kini memupus harapan tersebut dan justru mengancam negara pada jurang resesi.

Load More