- Shiroshima Indonesia asal Yogyakarta sukses mengekspor produk batik ramah lingkungan ke berbagai negara serta tampil di Paris Fashion Week.
- Pemilik bisnis Dian Nutri mengembangkan Shiroshima sejak 2019 dengan memanfaatkan pengalaman profesional dan dukungan program BRILian Preneur dari BRI.
- Perusahaan terus memperluas jangkauan pasar internasional melalui kegiatan business matching serta berinovasi melalui kolaborasi lintas sektor yang kreatif.
"Kami tahun 2024 pernah ikut Paris Fashion Week. Di sana ada kegiatan fashion, ada exhibition juga," kata Dian.
Secara keseluruhan, sudah tiga kali mendapatkan kesempatan ke Prancis. Selain Paris Fashion Week juga ada event Java in Paris yang secara eksposure sangat terasa dampaknya.
"Ke Paris tiga kali. Pertama kali diundang oleh Pak Gibran berkerjasama dengan Pemkot Solo, Shopee, dan KBRI Paris produk Shiroshima di jual di departement store Le BHV Marais di Paris. Kemudian di 2024 dua kali di event Paris Fashion Week untuk pameran dan fashion show pada Maret dan September 2024," ujar Dian.
“Selama beberapa bulan di department store ternama di Le BHV Marais Paris dan terjual keseluruhan,” lanjut wanita 45 tahun itu.
Peran BRI dalam Perjalanan Shiroshima
Di balik kesuksesan yang terlihat megah itu, tentu banyak proses yang dilalui Dian. Salah satu yang menjadi jembatan adalah BRI melalui program BRILian Preneur.
Pada kesempatan itu, Dian diberi kesempatan untuk memperkenalkan produk batiknya pada expo yang diselenggarakan BRI di Jakarta. Di dalamnya ada calon-calon buyer dari dalam dan luar negeri.
Kemudian, juga ada Rumah BUMN BRI yang memberikan pelatihan-pelatihan yang bermanfaat untuk pelaku usaha.
"BRI sangat membantu perkembangan bisnis Shiroshima, dari UMKM lokal Yogyakarta sehingga menjadi UMKM yang dapat bersaing di pasar Internasional, salah satu program nya adalah BRILian Preneur yang mencakup pembelajaran inkubasi, pameran export BRILian Preneur di Jakarta yang diadakan setiap tahunnya dan Shiroshima telah mengikuti selama empat tahun berturut-turut di JCC Jakarta dan juga di TEI BSD," ungkap Dian.
Baca Juga: Penguatan Ekonomi UMKM Batik di Giriloyo Melalui 'Diplomasi' Pasar Global
"Tim BRILian Preneur Jogja sangat membantu perkembangan brand awareness kami dengan membuatkan video dan foto-foto produk yang dibantu oleh tim mereka," lanjutnya.
Selama pameran yang diadakan BRI, Dian mengakui bisa menambah exposure brand. Bersua dengan pelanggan yang sebelumnya hanya melihat via website hingga peluang-peluang lainnya.
"Nambah exposure, kayak costumer-costumer itu lebih mengenal kami ya. Awalnya kan dari website, kalau kami ada pameran di Jakarta jadi tahu produknya seperti ini. Kadang-kadang dapat link orderan dari instansi juga," ujar wanita asal Yogyakarta itu.
Peluas Kolaborasi dan Kerja Sama
Pencapaian-pencapaian sekarang tidak membuat Dian cepat puas. Peningkatan dan pengembangan bisnis terus dilakukan. Salah satu startegi yang dilakukan ke depan adalah kolaborasi dan kerja sama.
Belum lama ini, Shirosima telah berkolaborasi dengan Kemenekraf/Bekraf, berupa menyediakan menyediakan jaket kimono untuk atlet game Mobile Legends. Kolaborasi semacam ini akan terus dilakukan ke berbagai sektor.
“Di Desember 2025, perusahaan Moonton Singapore menghubungi Shiroshima untuk berkolaborasi dengan Mobile Legends, EKRAF, Shiroshima untuk event ajang international M7 di jakarta pada Januari 2026,” ujar Dian.
“Shiroshima mendesain motif, baju kimono untuk para atlet game Mobile Legend, manajemen dan juga para menteri yang hadir kegiatan M7 di Pondok Indah Kapuk,” lanjutnya.
"Kami sangat bangga bisa berkolaborasi di event ajang international, sehingga ke depannya Shiroshima dapat berkolaborasi dengan instansi yang lain untuk dapat membantu menonjolkan identitas dari perusahaan atau acara mereka,” tuturnya menambahkan.
Shiroshima membuktikan bahwa batik tak sekadar warisan, tetapi juga masa depan. Di tangan generasi yang berani berinovasi, batik tampil lebih relevan, lebih dekat dengan anak muda, hingga melangkah jauh melintasi batas negara.
Berita Terkait
-
Penguatan Ekonomi UMKM Batik di Giriloyo Melalui 'Diplomasi' Pasar Global
-
Kalah dari Persita Tangerang, Jean-Paul van Gastel Soroti Finishing PSIM Yogyakarta
-
Marak Kasus Kekerasan Anak, Menko PMK Instruksikan Pemda Audit Seluruh Daycare
-
7 Lukisan Laku Terjual, Mbah Kibar Lunas dari Jerat Utang Rp 500 Juta
-
Buntut Kasus Kekerasan Daycare Little Aresha, DPR Desak UGM Nonaktifkan Dosen Cahyaningrum Dewojati!
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan
-
Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM
-
Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal
-
418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia
-
Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan
-
Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya
-
Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak
-
Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun
-
Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor
-
Berdampak ke Industri Kretek Lokal, Kemenperin Tolak Batas Tar dan Nikotin Rokok