- Masyarakat kini semakin sadar akan pentingnya membangun pendapatan pasif.
- Ada beberapa instrumen investasi rendah risiko hingga moderat yang bisa dipilih.
- Investasi berikut dapat memberikan imbal hasil rutin bagi para investor.
SBN Ritel seperti ORI, SR, SBR, atau ST diprediksi akan tetap menjadi instrumen favorit di 2026. Investasi ini sangat aman karena pokok dan imbal hasilnya dijamin 100% oleh undang-undang negara.
SBN Ritel merupakan cara "meminjamkan" uang kepada negara untuk pembangunan, di mana sebagai imbalannya, pemerintah akan memberikan kupon (bunga) secara rutin setiap bulan langsung ke rekening Anda.
4. Reksadana Pendapatan Tetap (RDPT)
Jika Anda mencari passive income dengan potensi keuntungan sedikit lebih tinggi dari pasar uang, RDPT adalah jawabannya. Instrumen ini mengalokasikan minimal 80% dananya pada obligasi atau surat utang.
Beberapa produk RDPT menawarkan fitur pembagian dividen berkala bagi investornya.
Keunggulan:
Cocok untuk jangka menengah (1-3 tahun). Saat suku bunga acuan diprediksi stabil atau turun di tahun 2026, harga obligasi dalam RDPT cenderung naik.
5. Deposito BPR (Bank Perekonomian Rakyat)
Banyak yang belum melirik, namun Deposito BPR menawarkan bunga yang sangat menggiurkan, bahkan seringkali mencapai batas maksimal yang dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Baca Juga: Cara Memilih SBN untuk Pemula, Investasi Aman dan Cuan Mulai 1 Juta Rupiah
Dengan penempatan dana yang tepat, bunga deposito BPR bisa menjadi sumber cash flow bulanan yang signifikan.
Keunggulan:
Suku bunga biasanya lebih tinggi daripada bank umum atau bank digital. Selama bunga yang ditawarkan tidak melebihi tingkat bunga penjaminan LPS, dana Anda tetap aman.
Itulah beberapa rekomendasi investasi di 2026 yang bisa dicoba jika ingin mendapatkan passive income.
Pastikan selalu mengecek legalitas instrumen investasi Anda di OJK dan pahami profil risiko pribadi sebelum memulai. Selamat membangun aset untuk masa depan!
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Wamenkeu Ungkap 3 Sumber Krisis Ekonomi Negara, Gimana Nasib RI?
-
Beleid E-Commerce Segera Rampung, Apa Poin Utamanya?
-
Rezim Prabowo Semakin Bergerak ke Arah Sosialisme
-
Danantara Sumberdaya Indonesia Resmi Berlabel BUMN
-
Mendag Tegaskan Izin Ekspor Masih di Kemendag, Bukan Wewenang Danantara
-
Gangguan Listrik Sumatra Jadi Momentum Perkuat Infrastruktur PLN
-
Cuma RI yang Kena Outflow Obligasi, Ekonom: Sedih Banget!
-
BTN Tawarkan 10.000 Hunian Second Dengan Harga di Bawah Pasar Pada Lelang Akbar BTN 2026
-
PaDi UMKM dan Danantara Perkuat Kolaborasi Digitalisasi Pengadaan BUMN dan UMKM
-
Saham Diborong, Smelter Dibangun: Inilah Tentakel Nikel Haji Isam