Suara.com - Pengurus Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Patrice Rio Capella menyatakan peluang koalisi antara Ketua Umum Surya Paloh dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri cukup terbuka dan memungkinkan. Menurutnya, antara PDIP dengan NasDem memiliki kesamaan idelogi.
"Secara ideologi ada kemiripan antara NasDem dan PDIP, karena sebagai partai nasionalis," kata Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Patrice Rio Capella seperti dikutip dari Antara, Rabu (27/11).
Rio mengatakan Paloh telah bertemu dengan Megawati dan membicarakan kemungkinan koalisi kedua partai tersebut di Kantor DPP PDI Perjuangan Lenteng Agung Jakarta Selatan, Kamis (26/11). Rio menuturkan Paloh dan Mega memiliki kedekatan secara personal sehingga memudahkan kedua tokoh politik tersebut membicarakan permasalahan bangsa dan kemungkinan koalisi.
Rio mengungkapkan kemungkinan koalisi Paloh dengan Mega akan dibahas secara jelas usai pelaksanaan pemilihan legislator.
Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto menganalisa semua kekuatan politik sedang menjajaki kemungkinan berkoalisi.
"Para elit politik mencari titik temu dengan harapan bisa menemukan konsensus politik di waktu mendatang, jelang pemilu atau saat pilpres 2014," ungkap Gun Gun.
Gun Gun menyatakan format pembahasan koalisi politik dibentuk melalui opini media massa maupun pertemuan tatap muka.
Gun Gun menambahkan"Paloh dengan NasDem sedang melakukan pemetaan kekuatan dan berupaya menjaga peluang kerjasama dengan partai lain.
Secara psikopolitis, Gun Gun memperkirakan Paloh dan Mega tak punya hambatan sehingga memudahkan terbentuk koalisi. Namun Gun Gun menilai masih terlalu awal menyimpulkan pertemuan antara Paloh-Mega telah tuntas membentuk koalisi, karena masih banyak waktu menjelang Pilpres 2014.
Gun Gun mengutarakan langkah Paloh membentuk berkoalisi dengan Mega akan menguntungkan Partai Nasdem terlebih Nasdem diprediksi termasuk partai besar pada Pemilu 2014.
Berita Terkait
-
Andi Widjajanto Akui Datangi Lokasi Demo Bundaran HI, Bantah Ikut Aksi
-
PDIP Sindir Narasi 'Jateng Kandang Gajah' di Tengah Rencana Safari Jokowi
-
Anggaran MBG 2027 Bakal Turun, Segini Hitung-hitungannya!
-
PDIP: Prabowo Tahu Hukum Masih Dipakai untuk Kepentingan Politik, Rakyat Tunggu Perubahan
-
Puan Tegaskan PDIP Bukan Partai Abu-abu! Senyum Saan Mustopa dan Cucun Jadi Soroton
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Biang Kerok Blackout! Polri Bongkar Korupsi Batu Bara PLTU yang Bikin Listrik Padam Massal
-
WNI Tewas Mengenaskan di Jepang, Terduga Pelaku Diduga Tabrakkan Diri ke Kereta
-
Mahfud MD Heran Fenomena UU 'Simsalabim': Tiba-tiba Jadi, Kapan Dibahasnya?
-
Bulog Respon Cepat Masukan Masyarakat, Direktur Operasi Tinjau Penanganan Gudang Karawang
-
Dewan Pers Kabulkan Pokok Aduan Gus Ipul atas Artikel Opini yang Dinilai Menyudutkan
-
Rumor 'Orang Dalam' Bocorkan OTT Kuansing Mencuat, KPK: Itu Cuma Spekulasi!
-
Soroti Fenomena 'Rule by Law', Eks Ketua KY Sebut Hukum Dibajak Oligarki Demi Proyek Elite
-
Kemendagri Koordinasikan Usulan BSPS dari Daerah untuk Perkuat Program Perumahan
-
Bukan Cuma Jakarta, PM Narendra Modi ke Yogyakarta Demi Restorasi Candi Prambanan
-
Online Scam hingga Ancaman Privasi: Era AI Butuh Tata Kelola Ruang Digital Berbasis HAM