Suara.com - Program pemantauan pemilu melalui aplikasi dan situs MataMassa mendapat dukungan penuh dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Dukungan ini secara resmi dinyatakan dalam nota kesepahaman yang ditandatangani oleh Ketua Bawaslu Muhammad dan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta Umar Idris, Selasa (18/2/2014).
Pada nota kesepahaman tersebut, AJI Jakarta akan menyampaikan laporan masyarakat yang masuk melalui MataMassa kepada Bawaslu dengan menggunakan prosedur formal melalui formulir khusus pelapor maupun melalui teknologi informasi. Dalam penerimaan laporan melalui teknologi informasi, Bawaslu akan menerima notifikasi dan terkoneksi langsung bilamana ada laporan masyarakat telah diverifikasi dan ditayangkan di situs dan aplikasi MataMassa.
Pemanfaatan laporan MataMassa melalui formulir khusus maupun teknologi informasi ini bertujuan agar Bawaslu dapat menindaklanjuti setiap laporan masyarakat dengan cepat sehingga terjadi perbaikan dalam proses pelaksanaan pemilu 2014.
Ketua AJI Jakarta Umar Idris mengatakan kerjasama ini diharapkan semakin mendorong masyarakat untuk menggunakan aplikasi MataMassa sebagai portal pemantauan dan pelaporan Pemilu 2014.
“Melalui kerjasama ini berarti setiap laporan masyarakat seputar pelanggaran pemilu akan langsung disampaikan kepada pengawas Pemilu,” kata Umar dalam siaran pers, hari ini Selasa (18/2).
Program MataMassa merupakan program pemantauan pemilu yang sangat mudah. Aplikasi ini dapat diunduh di telepon selular berbasis iOS dan Android. Selain itu, MataMassa juga hadir dalam bentuk Short Message Service (SMS) Gateway di nomor 0813-7020-2014 dengan tarif normal. Laporan juga dapat disampaikan melalui situs www.matamassa.org dan email lapor@matamassa.org.
Nanang Syaifudin, Direktur Eksekutif iLab menjelaskan, sampai saat ini, laporan dari masyarakat yang masuk melalui aplikasi MataMassa telah mencapai lebih dari 550 kasus. Dari laporan tersebut, sekitar 500 laporan telah diverifikasi oleh tim verifikator MataMassa sehingga dapat dilihat di situs matamassa.org dan aplikasi. Laporan dugaan pelanggaran terbanyak berasal dari daerah Jawa Barat terutama Depok dan disusul kemudian daerah Tangerang Selatan. Sekitar 290 laporan di antaranya telah disampaikan secara resmi kepada Bawaslu dua pekan lalu.
Pemantauan oleh AJI Jakarta melalui MataMassa juga telah terdaftar secara resmi di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat. Lebih dari 100 pemantau aktif MataMassa yang terdiri dari jurnalis, mahasiswa dan masyarakat juga telah terdaftar secara resmi di KPU Pusat. Dalam waktu dekat, AJI Jakarta akan menandatangani nota kesepahaman dengan KPU Pusat.
Tag
Berita Terkait
-
Kesaksian Akbar Husein soal Tragedi Bawaslu 2019: Ditangkap, Disiksa, hingga Ada yang Meninggal
-
Akbar Husein Kenang Kerusuhan 21-22 Mei 2019 di Bawaslu: Ada Koordinasi Aktivis hingga Purnawirawan
-
Sodorkan Konsep MLPR, Pakar UMY Ridho Al-Hamdi Usulkan 'Omnibus Law Politik' yang Terbuka
-
Di RDPU Komisi II DPR, Akademisi UI Usul Bawaslu Dibubarkan dan Cabut Wewenang Sengketa MK
-
Bukan Lewat DPRD, Ini Resep Said Abdullah PDIP Agar Biaya Pilkada Langsung Jadi Murah
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan