Suara.com - Bosnia menyumbangkan lebih dari 550 ton surplus senjata dan amunisi ke Irak sebagai bentuk kontribusi terhadap koalisi pimpinan AS melawan ISIS. Informasi tersebut disampaikan oleh menteri pertahanan negara Balkan tersebut, hari Senin (16/3/2015).
Donasi senjata tersebut diberikan Bosnia atas permintaan dari Amerika Serikat. Ratusan ton senjata yang disumbangkan terdiri atas senjata dan amunisi produksi beberapa dekade silam, ketika Bosnia masih menjadi bagian dari federasi Yugoslavia, demikian dikatakan Menteri Pertahanan Zekerijah Osmic.
"Saya menganggap bahwa kami harus melanjutkan pembicaraan mengenai topik ini dengan mitra-mitra kami, dalam hal ini Kedutaan Besar Amerika Serikat, dan bahwa ini bisa dilanjutkan dengan donasi serupa di masa depan," kata Osmic.
Menurut reformasi pertahanan yang dibekingi NATO dan Amerika Serikat, Bosnia diwajibkan menyumbangkan lebih dari 16.500 ton amunisi dan lebih dari 40.000 pucuk senjata yang merupakan sisa perang era tahun 1992-1995.
Bosnia memang bukan anggota NATO. Namun, negara tersebut berniat ingin bergabung.
Sisa-sisa persenjataan Bosnia sebagian besar disimpan di gudang-gudang yang lokasinya berdekatan dengan permukiman warga. Kondisi persenjataan yang menua dan berkarat dianggap amat berisiko bagi masyarakat.
Ini adalah donasi yang pertama bagi Bosnia terhadap Irak sebagai bentuk dukungannya terhadap koalisi yang memerangi ISIS. Kendati demikian, Bosnia juga sudah pernah memberikan sumbangan kepada Irak dan Afghanistan ketika pasukan Bosnia mengirimkan misi internasional di dua negara tersebut. (Reuters)
Tag
Berita Terkait
-
Ancaman Teror Piala Dunia 2026, ISIS Ancam Serang Stadion dan Paus Leo XIV
-
Sebar Propaganda Lewat Medsos, Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris Jaringan JAD di Sulteng!
-
Peneror Konser Taylor Swift Menyesal, di Apartemennya Ditemukan Bahan Pembuatan Bom
-
Terinspirasi ISIS, Dua Remaja AS Rencanakan Ledakan Massal, Targetkan Puluhan Korban
-
AS Diteror Mantan Tentaranya Sendiri: Tembaki Kampus, 4 Orang Jadi Korban
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan
-
Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi
-
Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif
-
HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
-
Malam Minggu Spesial di Bundaran HI: Warga Rayakan HUT Jakarta ke-499 Sambil Nonton Konser
-
Soroti Ketimpangan Distribusi MBG, Garuda Institute Dorong BGN Perkuat Akurasi Sasaran
-
Taruna Akmil Masuk Sekolah Rakyat, Amnesty Khawatir Siswa Jadi Korban Militerisasi Pendidikan
-
Resmi! Zulhas Lantik Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta Gantikan Eko Patrio
-
GMNI Desak Pemerintah Hentikan Total Program Kopdes Merah Putih: Jangan Boroskan APBN
-
Kemenhan Akui 32 Peserta Hamil Sempat Ikut Latsarmil SPPI, Akhirnya Dipulangkan