Suara.com - Komisi VI DPR mengundang beberapa menteri Kabinet Kerja Joko Widodo-Jusuf Kalla. Mereka akan membahas berbagai isu-isu strategis mengenai kesiapan Indonesia dalam mengikuti Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), keikutsertaan Indonesia dalam Trans Pasific Partnership (TPP) dan berbagai isu strategis lainnya.
Rapat dijadwalkan dimulai pukul 10.00 WIB, tapi baru dimulai pukul 11.00 WIB. Ketua Komisi VI Hafisz Tohir mengatakan, rapat kali ini terpaksa harus dibatalkan. Lantaran Rabu dan Kamis berdasarkan keputusan Pimpinan DPR menjadi hari legislasi.
"Jadi, sesuai keputusan Pimpinan DPR itu kalau Rabu dan Kamis itu merupakan hari legislasi. Jadi untuk rapat kali ini belum bisa dilaksanakan. Ini memang ada kesalahan dari Kesekjenan DPR yang salah menjadwalkan. Jadi, rapat ini akan kita jadwalkan ulang selain di Rabu dan Kamis," kata Hafisz saat membuka rapat di ruang Komisi VI DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (4/2/2016).
Rapat kerja dengan komisi VI ini dihadiri oleh Menteri Perdagangan Thomas Lembong dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Franky Sibarani. Selain itu, Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri Perindustrian Saleh Husin terlihat tidak memenuhi undangan tersebut.
Berita Terkait
-
Jelang May Day 2026, KSPI Umumkan Aksi Besar 16 April hingga 1 Mei
-
Ironi Lebaran, Larangan Operasional Truk Justru Buat Buruh Gudang Nganggur
-
Kemnaker Respons Laporan 25 Ribu Buruh Belum Terima THR: Perusahaan Wajib Bayar Plus Denda
-
Apresiasi bagi Pekerja, Wamenaker Berangkatkan 295 Buruh dalam Program Mudik Gratis 2026
-
Ekonomi Suram, Pesaing Utama Toyota PHK 50 Ribu Buruh
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Imbas Konflik Timur Tengah: Harga Plastik di Jakarta Melonjak 40 Persen, Penjual Makanan Menjerit!
-
Selat Hormuz Ditutup Lagi Akibat Israel Serang Lebanon, Iran Murka Gencatan Senjata AS Dilanggar
-
Anak Urus Anak: KPI Bongkar Fakta Pahit di Balik Maraknya Pernikahan Dini di Indonesia
-
Sekutu Mulai Pecah Kongsi? Inggris Kecam Trump dan Tuntut Gencatan Senjata di Lebanon
-
TNI AL Latih UMKM Pesisir Olah Hasil Laut dan Kedelai, Dorong Kemandirian Ekonomi
-
Awan Gelap Gencatan Senjata Perang AS - Iran
-
KPI Konsolidasikan Gerakan Perempuan Jelang Kongres VI, Soroti Kepemimpinan dan Keadilan Iklim
-
Korupsi Petral Bikin Harga Premium Melejit, Kejagung Gandeng BPKP Hitung Total Kerugian Negara!
-
Nuklir Iran Panas Lagi, Ambisi Pengayaan Uranium Teheran Tak Akan Bisa Dihentikan Amerika Serikat
-
Iran Ancam Batalkan Gencatan Senjata dengan AS Jika Israel Terus Bombardir Lebanon Tanpa Henti