Suara.com - Kelompok teror ISIS lagi-lagi merilis foto-foto menampilkan eksekusi mati terhadap tawanannya, yang kali ini adalah tiga orang yang dituduh sebagai mata-mata. Bedanya, si algojo yang tampil dalam foto-foto itu adalah seorang lelaki yang duduk di atas kursi roda.
Foto tersebut diyakini diambil di dalam sebuah markas milik kelompok milisi di Sirte, Libya. Si tawanan dieksekusi dengan cara disalibkan.
Di salah satu foto terlihat si algojo duduk di atas kursi roda di samping seorang lelaki berbaju oranye yang berlutut di tanah.
Di foto lain, tampak seorang lelaki lain dengan wajah babak belur terikat dan disalibkan di sebuah kerangka besi. Sebuah kertas berisi tulisan "mata-mata" ditempel di tubuhnya.
Eksekusi tersebut diyakini dilakukan di Sirte, satu-satunya basis ISIS di Libya, negara yang terletak di kawasan Afrika Utara tersebut.
ISIS memanfaatkan kondisi Libya yang sedang terpecah belah. Mereka menyerang sebuah kilang minyak dan mendirikan markas di tempat tersebut.
Foto-foto tersebut muncul pada hari Selasa (2/2/2016), di saat pemerintah Amerika Serikat dan Prancis sedang berunding untuk mengambil langkah nyata guna memerangi ISIS di Libya.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry memperingatkan bahwa ISIS bisa menguasai cadangan minyak Libya untuk mendanai aksinya di berbagai negara.
Pernyataan itu disampaikan Kerry dalam sebuah rapat di Roma, Italia, yang dihadiri menteri-menteri luar negeri dari 23 negara untuk membicarakan upaya perang melawan ISIS. (Dailymail)
Tag
Berita Terkait
-
Sebar Propaganda Lewat Medsos, Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris Jaringan JAD di Sulteng!
-
Peneror Konser Taylor Swift Menyesal, di Apartemennya Ditemukan Bahan Pembuatan Bom
-
Terinspirasi ISIS, Dua Remaja AS Rencanakan Ledakan Massal, Targetkan Puluhan Korban
-
AS Diteror Mantan Tentaranya Sendiri: Tembaki Kampus, 4 Orang Jadi Korban
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
Jemaat Dibubarkan Saat Ibadah, Bantul Telusuri Legalitas Gedung Sewa Gereja Misi Sejahtera
-
Cuma Jeda 24 Menit! Dua KRL Rangkasbitung Diteror Pelemparan Batu, Pelaku Masih Misterius
-
Guru dan Kaposyandu Kini Jadi 'Mata-mata' BGN, Pantau Langsung Kualitas MBG
-
Daftar Tersangka Kasus Bea Cukai: Dari Pejabat Elite hingga Bos Korporasi
-
Respons Janji Prabowo, DPR Minta Hapus Klasterisasi Guru dan Jadikan Semua PNS!
-
Pleidoi Menohok Noel: Bela Buruh Diperas, Malah Dituduh Memeras
-
Riset: 80 Persen Warga Pesisir Alami Penurunan Pendapatan Akibat Krisis Iklim
-
Muncul di Mabes Polri, Waka BGN Sony Sanjaya Jawab Isu Panas Kena OTT
-
Menyesal Pernah Jadi Wamenaker, Noel Ebenezer: Pedih Sekali Saya Dapat Jabatan Ini
-
Penasihat Hukum Klaim Noel Ebenezer Ada di Waktu dan Tempat yang Salah dalam Kasus K3