Tujuh calon bos Partai Golkar: Ade Komarudin, Airlangga Hartarto, Mahyudin, Priyo Budi Santoso, Aziz Syamsuddin, Syahrul Yasin Limpo, dan Indra Bambang Utoyo. Setya Novanto absen [suara.com/Bagus Santosa]
Agenda pemilihan ketua umum partai Golkar di arena Musyawarah Nasional Luar Biasa yang berlangsung di Bali Nusa Dua Convention Center, Bali, dipastikan berlangsung tak sesuai jadwal. Pemilihan baru akan dilaksanakan malam nanti atau mundur dari jadwal.
"Kalau sore pemilihan ketua umum, maka tengah malam itu sudah ditutup munas ini, tapi ini sidang komisi masih tetap ada maka pemilihan ketua umum itu tengah malam atau Selasa pagi," kata Ketua Sidang Munaslub Nurdin Halid di Bali Nusa Dua Convention Center, Bali, Senin (16/5/2016).
Saat ini, sidang masih berlangsung, dengan demikian tak mungkin pemilihan ketua umum dilakukan sore ini.
Dengan demikian, jadwal penutupan munaslub pun diperkirakan ikut berubah. Tapi, panitia mengupayakan agar pergeseran jadwal tak mundur terlalu lama.
Koordinator Bidang Humas Organizing Committee Munaslub Partai Golkar 2016 Meutya Hafid mengatakan meskipun jadwal penutupan munaslub berubah, Wakil Presiden Jusuf Kalla tetap akan hadir untuk menutup acara.
"Sampai saat ini statusnya Wakil Presiden Jusuf Kalla masih confirm untuk menutup (munaslub). Namun kita masih harus memastikan lagi kapan pastinya akan penutupan, kita akan terus komunikasi terhadap beliau," katanya.
Saat ini, panitia memperkirakan pemilihan ketua umum akan dilakukan malam nanti sekitar jam 20.00 WITA. Penutupan munaslub diharapkan bisa dilakukan esok hari dan dihadiri Jusuf Kalla.
"Acara pemilihan didahului persyaratan dan tata cara pemilihan formatur. Barulah kemudian digelar pemilihan ketum. Kemungkinan yang rencananya pukul 8 malam ini kemungkinan akan tertunda beberapa jam," kata Mutya.
"Kalau sore pemilihan ketua umum, maka tengah malam itu sudah ditutup munas ini, tapi ini sidang komisi masih tetap ada maka pemilihan ketua umum itu tengah malam atau Selasa pagi," kata Ketua Sidang Munaslub Nurdin Halid di Bali Nusa Dua Convention Center, Bali, Senin (16/5/2016).
Saat ini, sidang masih berlangsung, dengan demikian tak mungkin pemilihan ketua umum dilakukan sore ini.
Dengan demikian, jadwal penutupan munaslub pun diperkirakan ikut berubah. Tapi, panitia mengupayakan agar pergeseran jadwal tak mundur terlalu lama.
Koordinator Bidang Humas Organizing Committee Munaslub Partai Golkar 2016 Meutya Hafid mengatakan meskipun jadwal penutupan munaslub berubah, Wakil Presiden Jusuf Kalla tetap akan hadir untuk menutup acara.
"Sampai saat ini statusnya Wakil Presiden Jusuf Kalla masih confirm untuk menutup (munaslub). Namun kita masih harus memastikan lagi kapan pastinya akan penutupan, kita akan terus komunikasi terhadap beliau," katanya.
Saat ini, panitia memperkirakan pemilihan ketua umum akan dilakukan malam nanti sekitar jam 20.00 WITA. Penutupan munaslub diharapkan bisa dilakukan esok hari dan dihadiri Jusuf Kalla.
"Acara pemilihan didahului persyaratan dan tata cara pemilihan formatur. Barulah kemudian digelar pemilihan ketum. Kemungkinan yang rencananya pukul 8 malam ini kemungkinan akan tertunda beberapa jam," kata Mutya.
Bursa calon ketua umum Golkar diikuti oleh delapan kandidat. Mereka adalah Ade Komarudin nomor yang bernomor urut satu, Setya Novanto nomor dua, Airlangga Hartarto nomor urut tiga, Mahyudin nomor urut empat, Priyo Budi Santoso nomor urut lima, Aziz Syamsuddin nomor urut enam, Indra Bambang Utoyo nomor urut tujuh, dan Syahrul Yasin Limpo nomor urut delapan.
Tag
Komentar
Berita Terkait
-
Bahlil Diserang PDIP Soal Batu Bara PLN, Ade Ginanjar Pasang Badan: Jangan Politisasi Energi
-
Lantik Pengurus Aceh, Bahlil Tegaskan Golkar Dukung Prabowo Sampai Selesai
-
Darurat Korupsi! Golkar Desak Evaluasi Total Rekrutmen Kepala Daerah Usai OTT Beruntun
-
Usulan Pilkada Lewat DPRD Kandas? Golkar Respons Putusan MK
-
Sandi Politik di Bumi Ruwa Jurai: Mengapa Jokowi Akhirnya Berseragam PSI?
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
Terkini
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Menembus Macet demi Langit Bersih: Catatan Acara Lintas Komunitas Kemenhub
-
Berawal dari Dapur Rumahan, Camilan BUNCY Kini Mendunia Bersama BRI
-
Terjaring OTT, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini tiba di KPK
-
Banyak Sekolah Rusak? Prabowo Janji Bereskan Semuanya Sebelum 2029
-
Gaji Bukan Hambatan, Pep Guardiola Berpeluang Tangani Timnas Italia
-
Pakar Jelaskan Soal BPA pada Galon Guna Ulang, Benarkah Berbahaya?
-
Green Label Jadi Tren Baru Bangunan, Material Ramah Lingkungan Semakin Diminati
-
Mendagri Tito Heran Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Padahal Sudah Ikut Retret
-
Kriminolog: TPPU Pintu Masuk untuk Kasus Eks Jampidsus